Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efek Konsumsi Kurma Ajwa pada Ibu Hamil dengan Preeklampsia Iffah, Nurul Magfirahtul; Hamsah, M.; Adil, Andi; Mappaware, Nasrudin A.; Hasir, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14475

Abstract

Preeklampsia merupakan penyakit multisistemik. ditandai dengan adanya hipertensi setelah 20 minggu kehamilan.,dengan adanya proteinuria, edema. Komplikasi preeklampsia mengakibatkan ibu, dan janin mengalami pembatasan pertumbuhan intauterin, hipoperfusi plasenta, gangguan plasenta premature atau penghentikan kehamilan dan kematian janin dan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas buah kurma ajwa (Phoenix dactilifera L.) pada ibu hamil dengan preeklampsia. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Literature Review dengan desain Narrative Review. Hasil yang didapatkan dari beberapa penelitian eksperimental terdapat perbedaan signifikan pada ibu hamil sebelum dan setelah pemberian kurma ajwa selama beberapa minggu (minimal 6 minggu) sebanyak 7 butir / hari atau dalam jumlah ganjil. Dari beberapa uji laborarium terbukti bahwa kurma ajwa mengandung flavonoid tinggi dan mampu mempertahankan aktivitas oksidan tertinggi diantara jenis kurma lain yang dapat mencegah terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Kesimpulan bahwa kandungan kurma ajwa seperti flavonoid yang tinggi mampu meningkatkan antioksidan dan mencegah terjadinya preeklamsia dan mencegah terjadinya komplikasi lain yang dapat membahayakan ibu hamil dan bayi.
HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN EKLAMPSIA Saskiah, Nur; Hamzah, Nur Rakhmah; Hasir, Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27091

Abstract

Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada permulaan nifas. Eklampsia merupakan konsekuensi dari cedera otak yang disebabkan oleh pre-eklampsia. Literatur ini bertujuan untuk mengetahui terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan desain Narrative Review. Hasil yang didapatkan pada lietratur ini yaitu terdapat 8 artikel yang didapatkan dengan batasan dari tahun 2015 – 2023 dan sudah dilakukan analisis mendalam kekuatan dan keterbatasan masing-masing artikel mengenai hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia, 7 artikel menyebutkan terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia, 1 artikel menyebutkan tidak terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia, sedangkan usia tertinggi pada usia <20 tahun dan > 35 tahun. Kesimpulan dari literatur ini, terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia.
MANAJEMEN ANASTESI UNTUK SECTIO CAESAREA PADA PASIEN EKLAMPSIA Naufal Nabil, Muh.; Dewi, Anna Sari; Hasir, Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28107

Abstract

Eklampsia merupakan konsekuensi dari cedera otak yang disebabkan oleh pre-eklampsia. dan didefinisikan sebagai pre-eklampsia dengan perkembangan mendadak kejang atau koma selama periode kehamilan atau pasca-melahirkan, tidak disebabkan oleh penyakit neurologis lain yang dapat membenarkan keadaan kejang (yaitu epilepsi atau stroke serebral). Di Indonesia sectio caesarea umumnya dilakukan bila ada indikasi medis tertentu, sebagai tindakan mengakhiri kehamilan dengan komplikasi. Pemilihan teknik anestesi dalam usaha tatalaksana sectio caesarea pada pasien dengan eklampsia merupakan hal yang perlu dipertimbangkan, baik dari kondisi pasien dan janin, kelengkapan fasilitas kesehatan, kesulitan dalam pembiusan anestesi umum ataupun regional, terkait kontraindikasi serta kemampuan dokter anestesi yang menangani kasus eklampsia tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber jurnal penelitian yang dilakukan sebelumnya. Berdasarkan beberapa tinjauan menunjukkan bahwa anestesi regional lebih baik digunakan pada pasien yang menjalani Sectio Caesarea dengan eclampsia dibandingkan dengan general anesthesia. Hal ini dikarenakan beberapa penelitian menunjukkan bahwa regional anestesi memiliki komplikasi intra dan post-operatif yang lebih jarang dan lebih sedikit dibandingkan dengan general anesthesia.
Factors Related to Length of Intensive Stay in Patients Post-Lower Gi Tract Operation: Literature Review Annisa Nurmayanti S; Sommeng, Faisal; Hasir, Julia; Kurniawan, Agung; Andi Irwansyah Ahmad
Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Vol. 16 No. 01 (2026): Info sains, 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Duration of stay in the Intensive Care Unit (ICU) after lower gastrointestinal surgery is an important prognostic parameter that influences patient outcomes and the burden on hospital resources. Its determinants are multifactorial and complex, requiring identification through a systematic literature review. Objective: To identify and synthesize factors associated with the length of intensive care stay in patients after lower gastrointestinal surgery. Method: A systematic review using a narrative design was conducted. A literature search was conducted in the Google Scholar, Semantic Scholar, and PubMed NCBI databases (2015-2024). Articles were selected based on inclusion-exclusion criteria, assessed for quality, and data were extracted for thematic analysis. Results: From the 20 selected articles, the determining factors were grouped into four domains: (1) Patient Factors (comorbidity, frailty, malnutrition, psychocognitive disorders); (2) Procedure Factors (emergency surgery, anastomotic complications, long anesthesia duration, open surgical techniques); (3) Complications (nosocomial infections, delirium, renal and multiorgan dysfunction); and (4) Management & System Factors (ERAS protocols, goal-directed fluid therapy, early enteral nutrition, high-volume institutional experience). Conclusion: The length of intensive care stay after lower gastrointestinal surgery is determined by the dynamic interaction of patient factors, procedures, complications, and quality of management. Effective strategies to shorten it require a holistic approach that includes preoperative optimization, complication prevention, implementation of evidence-based protocols, and multidisciplinary collaboration.
Gambaran faktor resiko preeklampsia dan eklampsia pada ibu hamil di Indonesia: Literature review Fadli, Alfian; Fujiko, Masita; Hasir, Julia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2142

Abstract

Background: Preeclampsia and eclampsia remain serious maternal health problems in Indonesia, contributing significantly to maternal and infant morbidity and mortality. Several studies in Indonesia have examined the factors contributing to the development of preeclampsia and eclampsia, but the results are scattered and varied, necessitating a systematic summary. Purpose: To describe the risk factors for preeclampsia and eclampsia in pregnant women in Indonesia based on studies published in the past five years. Method: A literature review was conducted by searching for research articles from relevant national and international journals. Selected articles were published between 2020 and 2025 and discussed risk factors for preeclampsia and eclampsia in pregnant women in Indonesia. Articles meeting the inclusion criteria were analyzed narratively to identify the most frequently reported risk factor patterns. Results: The risk factors most commonly associated with the incidence of preeclampsia and eclampsia include maternal age at risk, primigravida, a history of chronic hypertension, a history of preeclampsia in a previous pregnancy, obesity, diabetes mellitus or gestational diabetes, too close a spacing of pregnancies, and anemia. Conclusion: Preeclampsia and eclampsia in pregnant women in Indonesia are influenced by various interrelated factors, including maternal characteristics, pregnancy history, and comorbid health conditions.   Keywords: Preeclampsia; eclampsia; Risk Factors; Pregnant Women; Indonesian.   Pendahuluan: Preeklampsia dan eklampsia masih menjadi masalah kesehatan ibu yang serius di Indonesia karena berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Berbagai penelitian di Indonesia telah mengkaji faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya preeklampsia dan eklampsia, namun hasilnya tersebar dan bervariasi sehingga perlu dirangkum secara sistematis. Tujuan: Untuk menggambarkan faktor risiko preeklampsia dan eklampsia pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Metode: Penelitian literature review dengan menelusuri artikel penelitian dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Artikel yang dipilih merupakan penelitian yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan membahas faktor risiko preeklampsia maupun eklampsia pada ibu hamil di Indonesia. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif untuk mengidentifikasi pola faktor risiko yang paling sering dilaporkan. Hasil: Faktor risiko yang paling banyak dikaitkan dengan kejadian preeklampsia dan eklampsia meliputi usia ibu berisiko, primigravida, riwayat hipertensi kronik, riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, obesitas, diabetes mellitus atau diabetes gestasional, jarak kehamilan yang terlalu dekat, serta anemia. Simpulan: Preeklampsia dan eklampsia pada ibu hamil di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari aspek karakteristik ibu, riwayat kehamilan, maupun kondisi kesehatan penyerta.   Kata Kunci  Eklampsia; Faktor Risiko; Ibu Hamil; Indonesia; Preeklampsia.