Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebebasan dan Pelanggaran Etika Akademik dalam Budaya Mahasiswa Irwansyah, Irwansyah; Revaldo, Revaldo; Rizki, Rizki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika akademik adalah nilai-nilai sosial dan budaya yang disepakati oleh masyarakat pendidikan sebagai norma bersama, meskipun norma ini tidak selalu sama di setiap komunitas pembelajaran. Etika akademik seharusnya diterapkan secara spesifik dalam berbagai kegiatan akademis dan elemen terkait dunia kampus. Tindakan yang melanggar etika akademik adalah tindakan yang tidak semestinya dilakukan. Beberapa aktivitas yang termasuk dalam pelanggaran akademik antara lain adalah plagiarisme, menyontek, menggunakan joki, pemalsuan ijazah, penyuapan, tindakan diskriminatif, dan sebagainya. Pelanggaran etika akademik mencoreng dunia pendidikan dan harus dianalisis untuk menemukan penyebab dan solusinya. Tindakan yang melanggar etika akademik harus ditanggapi dengan serius melalui solusi dan upaya pencegahan. Selain itu, kecurangan akademik adalah salah satu tindakan yang bertentangan dengan etika, yang dapat terjadi ketika mahasiswa menggunakan cara-cara tidak etis untuk mencapai tujuan dan keberhasilan, terutama dalam proses pembelajaran.
Problems of Participation Qualification and Sentencing Proportionality in Unlicensed Mineral Mining Offences Revaldo, Revaldo; Manik, Jeanne Darc Noviayanti; Hutapea, Sintong Arion
Rechtsvinding Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1436

Abstract

Unlicensed tin sand mining activities in East Belitung frequently involve multiple perpetrators with varying roles and degrees of participation. This situation demands the careful application of the participation doctrine (deelneming) to ensure that criminal sentences proportionally reflect each actor's culpability. This study analyzes the accuracy of the deelneming doctrine and the judicial reasoning underlying sentencing in Verdict No. 48/Pid.Sus-LH/2025/PN Tdn and Verdict No. 49/Pid.Sus-LH/2025/PN Tdn. The research employs a normative legal method with a descriptive-analytical character using case, statutory, and conceptual approaches. Findings reveal that prosecutors and judges both applied Article 55 paragraph (1) point 1 of the Criminal Code in conjunction with Article 161 of Law No. 3 of 2020, albeit from different perspectives. The co-perpetrator (medepleger) classification for truck drivers in Verdict No. 48 is inaccurate given the absence of double opzet and meeting of minds. Conversely, the medepleger classification of the tin collector in Verdict No. 49 is correct. Sentencing in both verdicts does not fully reflect the proportional difference in culpability, leaving the legal objectives of justice, utility, and legal certainty insufficiently balanced.