Kepercayaan diri merupakan hal yang penting dimiliki oleh setiap individu. Keluarga sangat berpengaruh bagi pembentukan rasa percaya diri pada remaja. Masalah kepercayaan diri pada remaja terjadi karena tidak adanya kedua orangtua sebagai figur tauladan bagi remaja di panti asuhan. Terdapat perbedaan latar belakang status yatim dengan dhuafa. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan komparatif. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh anak asuh dengan latar belakang status yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Al-Falah yang berjumlah 445 remaja dengan sampel keseluruhan 88 remaja yang terdiri dari 40 remaja yang berstatus yatim dan 48 anak yang berstatus dhuafa. Pengumpulan data menggunakan skala kepercayaan diri. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kepercayaan diri remaja yaim di panti asuhan kategori rendah, 2) Kepercayaan diri remaja dhuafa di panti asuhan berada pada kategori tinggi, dan 3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kepercayaan diri remaja yatim dengan remaja dhuafa di panti asuhan dengan nilai signifikansi 0,000. Implikasi layanan bimbingan dan konseling dapat diberikan oleh wali pengasuhan di Panti Asuhan Al-Falah yang berlatar belakang pendidikan Strata 1 Bimbingan dan Konseling dengan melaksanakan layanan informasi dengan tema “Membangun Rasa Percaya Diri”, kemudian layanan bimbingan kelompok dengan mengelompokkan anak asuh sesuai dengan tingkat kepercayaan diri mereka dengan tema “Ayo Tingkatkan Rasa Percaya Dirimu” menggunakan teknik role playing, serta layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving dengan tema yang ditentukan dalam kelompok sesuai dengan masalah kepercayaan diri anak asuh.