Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Kebahagiaan Negara-Negara di Dunia Harumi, Wise; Bachtiar, Nasri
Bappenas Working Papers Vol 5 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47266/bwp.v5i2.166

Abstract

Kebahagiaan adalah tujuan utama manusia. Semua orang memiliki harapan yang ingin dicapai untuk memenuhi kepuasan dalam kehidupannya. Bhutan menjadi Negara pertama yang menggunakan Indeks kebahagiaan nasional dan bertekad untuk menjadi negara yang bahagia. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi berjudul "Kebahagiaan: menuju pendekatan holistik untuk pembangunan yang menyatakan bahwa "mengejar kebahagiaan adalah tujuan dasar manusia", dan, "Mengakui bahwa indikator produk domestik bruto secara alami tidak dirancang untuk dan tidak cukup mencerminkan kebahagiaan dan kesejahteraan orang-orang di suatu Negara. Fokus untuk mengkaji Economics of Happiness, yang juga dikenal sebagai salah satu pendekatan subjektif terhadap kesejahteraan (Subjective Well-Being) sudah dimulai satu dekade terakhir. Studi pengukuran tingkat kebahagiaan berbagai negara menemukan kebahagiaan bervariasi tergantung kondisi sosial ekonomi saat itu. Di tingkat individu maupun negara, PDB masih menjadi variabel signifikan penentu kebahagiaan. Tapi tidak sedikit juga ditemukan kasus paradox kebahagiaan di negara maju maupun di perkotaan. Ditemukan bahwa kebahagiaan penduduk pedesaan lebih tinggi dari pada kebahagiaan penduduk perkotaan, namun minat penduduk desa untuk pindah ke kota tetap tinggi karena harapan akan kesempatan kerja dan upah yang lebih tinggi. Pada akhirnya ada titik di mana peningkatan pendapatan tidak mampu lagi meningkatkan kesejahteraan.
Analysis of Cyclical Unemployment Impacted by COVID-19 in Indonesia: Inter-Island Study Based on 2020 Sakernas Data Harumi, Wise; Bachtiar, Nasri; Kamarni, Neng
Akuntansi & Ekonomika Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v16i1.11277

Abstract

This study is motivated by the rise of cyclical unemployment during the Covid-19 recession, particularly in the form of temporary layoffs. Temporary unemployment differs from permanent unemployment because workers still have the possibility of being recalled to their jobs. This study aims to analyze the risk of individuals across Indonesian islands becoming temporarily unemployed due to Covid-19 and to examine the probability of receiving a job recall guarantee. A quantitative approach was employed using microdata from the August 2020 National Labor Force Survey (Sakernas), analyzed through logistic regression. The findings from 13,805 samples show that the highest risk of temporary unemployment occurred in Bali and Nusa Tenggara, especially in urban areas, where the risk was 4.348 times higher than in other islands. Young workers aged 15–24 also faced a 1.647 times higher risk. These results reflect the region’s dependence on tourism.