Ulfa, Luthfiyah Afra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kondisi Penerimaan Diri Fisik dan Kesehatan Remaja Ulfa, Luthfiyah Afra; Netrawati, Netrawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa SMA berada dalam fase remaja. Penerimaan diri merupakan salah satu tugas perkembangan pada remaja. Setiap manusia harus mencapai tugas perkembangannya agar mampu menyelesaikan tugas perkembangan selanjutnya. Pada umumnya remaja mengalami perubahan fisik dan tuntutan tugas perkembangan yang terjadi secara bersamaan, hal ini menyebabkan remaja sulit menerima diri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode satistik pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan populasi siswa/i SMA Negeri 1 Lubuk Alung tahun ajaran 2023/2024, dengan sampel penelitian sebanyak 172 siswa dari kelas X dan kelas XI yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket penerimaan diri yang sudah teruji validitas oleh ahli serta uji realibilitas dengan rumus chronbach alfa (0,901) menggunakan aplikasi SPSS 20. Hasil penelitian memperlihatkan penerimaan diri fisik dan kesehatan siswa SMA di SMA Negeri 1 Lubuk Alung, berdasarkan: 1) penerimaan diri fisik dan kesehatan secara keseluruhan, berada pada kategori cukup baik dengan persentase 56,35%, 2) aspek menghargai sikap positif berada pada kategori cukup baik (57,03%), 3) aspek menyikapi peristiwa negatif pada kategori cukup baik (55,52%), 4) jenis kelamin laki-laki berada pada kategori cukup baik (56,77%), dan 5) jenis kelamin perempuan berada pada kategori cukup baik (56,09%). Layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan oleh guru bimbingan dan konseling yang berlatar belakang pendidikan Strata I Bimbingan dan Konseling dengan melaksanakan layanan informasi “Menerima Keadaan Diri dan Menggunakannya secara Efektif”, kemudian layanan konseling individu dengan pendekatan konseling realita, serta layanan konseling kelompok dengan teknik REBT (Rational Emotive Behavior Therapy).