Pendidikan inklusif adalah pendekatan yang menekankan penerimaan dan pendidikan bagi semua individu, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, Pentingnya manajemen sekolah dalam konteks pendidikan inklusif tidak dapat diabaikan. Manajemen sekolah mencakup berbagai aspek, termasuk perencanaan, organisasi, pengelolaan sumber daya, dan pembuatan kebijakan, yang semuanya memengaruhi efektivitas pelaksanaan pendidikan inklusif. Artikel ini membahas peningkatan manajemen sekolah pada pendidikan inklusi di SD tepatnya di SDN Karangroto kota Semarang . Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif . Subyek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan guru pembimbing khusus. Hasil penelitian menyoroti peran penting kepala sekolah dalam optimalisasi manajemen pendidikan inklusi. Meskipun ada banyak faktor penghambat, permasalahan anggaran di SDN Karangroto Kota Semarang menjadi faktor mendasar yang sangat memengaruhi pengelolaan pendidikan inklusi.