Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Reproduksi Wanita HIV/AIDS Mukrimun, Amin
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v4i1.280

Abstract

Salah satu tujuan pensyariatan Islam terhadap perkawinan adalah melanjutkan dan mengembangbiakan keturunan serta melestarikan generasi penerus sebagai penyumbang cita-cita bangsa, negara, dan agama. Seperti halnya hak reproduksi, semua manusia khususnya wanita tentu menginginkan untuk hamil dan bisa memiliki keturunan, salah satunya yaitu orang yang terkena atau pengidap penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini menurut orang awam adalah penyakit yang sangat berbahaya, karena dapat berpotensi menular kepada anak keturunannya. Bila ditelisik hukum reproduksi bagi wanita pengidap HIV/AIDS ialah diperbolehkan. Dalam kaidah fiqh : Sesuatu yang diharamkan dengan tujuan sadduz zarî‘ah menjadi boleh bila terdapat maslahat yang kuat. Mengingat dewasa ini dalam dunia medis pun saat ini sudah ada cara untuk mengobati dan menekan virus HIV/AIDS tersebut sehingganya reproduksi dapat aman bagi wanita (ibu) dan keturunannya. Yakni dengan obat antiretroviral (ARV)
THINKING ULUMUL QUR'AN KH. MUNTAHA AL-HAFIDZ, A STUDY TAHQIQI/PHILOLOGICAL AND CONTENT ANALYSIS OF THE BOOK ABHAR AL-QUR'AN Muhtadin, Khoirul; Mukrimun, Amin; Nurcholisho, Lilik Rochmad; Fawwaz, M
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 2 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/qist.v2i2.1356

Abstract

Ulumul Qur'an is one of the basic knowledge of Islam which has many branches. It discusses issues that are ushuli and furu'i, among the science of ushuli are makki-madani, asbabun nuzul, nasikh-mansukh, muhkam-mutasyabih and the others. The furu'i examples include adab or ethics and fadha'ilul Qur'an. This furu'i discussion is useful because there is a term for the science of perfection (kamalat) in Islam. A Qur'anic scholar from Wonosobo, KH. Muntaha Al-Hafidz has special attention in this knowledge of kamalat or perfection. He wrote a book "abharul Qur'an" or the Qur'anic ocean which discusses two major themes, namely the primacy of the Qur'an and ethics with the Qur'an. This book is studied and investigated in this thesis. So that it is known the position of the abharul Qur'an among similar books from the ulama' who first composed it, as well as the role or contribution of KH. Muntaha in that sector.