Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksplorasi Psikoanalitik terhadap Preferensi Literatur sebagai Refleksi Diri Mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi Ramadhan Rasyid, Mohammad Ricky; Surazal Qalbi, La Ode
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.47946

Abstract

Literasi dan preferensi literatur saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain dalam berbagai cara. Tingkat literasi seseorang dapat mempengaruhi preferensi mereka dalam memilih genre, penulis, atau tema dalam literatur. Dalam konteks psikoanalitik, preferensi literatur dapat dianggap sebagai cerminan dari alam bawah sadar seseorang. Literatur yang dipilih oleh seseorang dapat mencerminkan keinginan, ketakutan, dan konflik batin mereka yang tidak mereka sadari secara sadar. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana preferensi literatur mahasiswa program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi mencerminkan identitas mereka dari perspektif psikoanalitik. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner terhadap 12 mahasiswa. Analisis psikoanalitik mengidentifikasi berbagai arketipe dalam preferensi literatur, seperti "Hero", "Sage", "Wizard", dan lainnya, yang mencerminkan aspirasi, nilai, dan pengalaman psikologis mahasiswa. Temuan menunjukkan korelasi antara arketipe dan genre literatur yang disukai, serta pemilihan fiksi atau non-fiksi yang mencerminkan kebutuhan intelektual individu. Hubungan emosional kuat dengan literatur juga ditemukan, mencerminkan identifikasi diri dan nilai-nilai personal. Studi ini menyoroti makna psikologis dari preferensi literatur sebagai cerminan dari identitas dan nilai-nilai mahasiswa. Implikasi praktisnya termasuk pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas individu untuk pengembangan layanan perpustakaan yang lebih efektif
DEKONSTRUKSI CITRA PEREMPUAN PADA LIRIK SATU BULAN DAN KATA MEREKA INI BERLEBIHAN KARYA BERNADYA Ramadhan Rasyid, Mohammad Ricky
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2024): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v7i2.27977

Abstract

This study analyzes the representation of women's images in two Bernadya songs through the perspective of Simone de Beauvoir's existentialist feminism, especially how women are depicted in patriarchal love relationships. The method used is critical discourse analysis with a hermeneutic approach, examining the hidden meanings behind the language and narrative in the lyrics. Data was obtained from the lyrics of both songs, sourced from credible music platforms, and analyzed based on de Beauvoir's concept of 'the Other.' The findings indicate that women are positioned in a subordinate role, trapped in the effort to achieve perfection in the eyes of their partners, yet never quite sufficient to gain equal recognition. This study contributes to the understanding of gender inequality in popular music media, with implications that music can serve as a tool to explore gendered power imbalances within patriarchal culture.
METAFORA DAN WACANA PEMULIHAN DALAM ‘SEORANG PRIA YANG MELALUI DUKA DENGAN MENCUCI PIRING’ Ramadhan Rasyid, Mohammad Ricky
Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Komisariat Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53922/seshiski.v5i2.91

Abstract

Penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa pengalaman berduka sering dimaknai melalui tindakan domestik sederhana yang merapikan dunia batin. Tujuan penelitian adalah menjelaskan bagaimana metafora “mencuci piring” bekerja sebagai perangkat konseptual pemulihan sekaligus strategi wacana yang menormalisasi perawatan diri maskulin. Studi kualitatif–interpretatif ini menggabungkan Conceptual Metaphor Theory extended edition dan Analisis Wacana Kritis Fairclough, dengan penandaan metafora memakai MIP, pengelompokan tema melalui Reflexive Thematic Analysis, dan pemetaan ke tiga dimensi teks-praktik diskursif-praktik sosial. Hasil menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, pembersihan diposisikan sebagai penanganan residu duka sehingga oposisi “bersih/keruh” menjadi penanda progres emosional. Kedua, ritme kerja domestik (membilas-menggosok-menyusun) berfungsi sebagai perangkat regulasi emosi yang menstrukturkan ulang perasaan melalui langkah kecil berulang. Ketiga, pekerjaan menggunakan tangan diresemantisasi sebagai perawatan diri yang sah bagi laki-laki yang memperluas maskulinitas dari penahan emosi menjadi pengelola emosi. Integrasi CMT–AWK melacak jejak dari pilihan leksikal dan transitivitas hingga normalisasi nilai kebersihan, keteraturan, dan kendali diri pada tataran sosial. Implikasinya, metafora perawatan yang empatik dan praktik domestik berirama dapat dimanfaatkan sebagai perangkat literasi emosi dan psikoedukasi yang rendah biaya namun kontekstual.