Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Analisis Tentang Konsep Penebusan Berdasarkan Injil Yohanes 3:15-19 dan Implikasinya Bagi Pengajaran Kekristenan Masa Kini Simbolon, Roganda Ronggur; Sugiono, Sugiono
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 2, No 3 (2022): Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v2i3.52

Abstract

The redemptive work of Christ is one of the central themes in Christian theology that should get attention, especially among Christian teachers today. In fact, this theme is sometimes displaced by other issues or themes that develop in contemporary times. The research objectives to be achieved are first, to analyze the concept of Christ's redemption based on John 3:15-19, second, to describe the theological implications of the results of the analysis in the context of contemporary Christian teaching. The method used in the research of this scientific paper is a qualitative method using an exegesis approach through the application of the principles of hermeneutics. The result of this writing is the atoning work of Christ to reconcile humans with God, against the sinful people, redeemed, chosen, determined and saved by Christ. Christ's redemptive work is effective for those who believe in Him. The application is that Christ's atonement is certain, complete and limited.Karya penebusan Kristus merupakan salah satu tema sentral dalam teologi Kristen yang seharusnya mendapatkan perhatian, khususnya dikalangan pengajar Kristen masa kini.  Kenyataannya tema ini justru kadang tergerser oleh isu atau tema lain yang berkembang pada zaman kontemporer.  Tujuan penelitian yang hendak dicapai ialah pertama, menganalisis tentang konsep penebusan Kristus berdasarkan Yohanes 3:15-19, kedua, menjabarkan implikasi teologis dari hasil analisa kepada konteks pengajaran kristen masa kini. Metode yang dipakai dalam penelitian karya ilmiah ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan eksegesa melalui penerapan prinsip ilmu hermeneutika.  Hasil dari penulisan ini ialah bahwa karya penebusan Kristus itu untuk memperdamaikan manusia dengan Allah, terhadap umat yang berdosa, ditebus, dipilih, ditentukan dan diselamatkan oleh Kristus. Karya penebusan Kristus efektif bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Aplikasinya bahwa penebusan Kristus itu bersifat pasti, tuntas dan terbatas.
PERKATAAN YESUS DALAM YOHANES 13:13 IMPLIKASINYA BAGI PENGAJARAN KRISTEN Simbolon, Roganda Ronggur; Lawalata, Mozes
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.27691

Abstract

Perkataan Yesus dalam Yohanes 13:13, "Kamu memanggil Aku Guru dan Tuhan; kamu benar, karena Aku memang demikian," memiliki implikasi mendalam bagi pengajaran Kristen. Artikel ini membahas implikasi teologis dan praktis dari pernyataan ini dalam konteks ajaran Kristus dan kehidupan orang percaya. Penyelidikan akan konteks historis dan teologis dari Yohanes 13:13 mengungkapkan kedalaman makna ungkapan ini. Yesus, dengan mengidentifikasi diri-Nya sebagai Guru dan Tuhan, menegaskan otoritas ilahi-Nya dan panggilan-Nya bagi umat-Nya. Implikasi dari pernyataan ini mencakup aspek pengajaran Kristen yang mendasar, seperti pentingnya pengenalan Kristus sebagai sumber kebenaran dan keselamatan. Artikel ini juga mengeksplorasi dampak praktis dari pengajaran ini dalam kehidupan sehari-hari umat Kristen. Pengakuan terhadap Kristus sebagai Guru dan Tuhan memengaruhi tindakan, sikap, dan komitmen umat Kristen dalam mengikuti teladan-Nya. Implikasi ini mencakup panggilan untuk hidup dalam ketaatan, melayani sesama, dan mengintegrasikan ajaran Kristus dalam etika dan moralitas pribadi. Dengan menggali makna dan implikasi dari perkataan Yesus ini, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dasar iman Kristen dan relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Kesimpulannya, pengajaran Yesus dalam Yohanes 13:13 menjadi landasan yang kuat bagi pembentukan karakter dan misi gereja Kristen dalam dunia yang terus berubah.