Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI MUATAN SEJARAH LOKAL PERJUANGAN ABDUL MANAN WIJAYA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI MALANG 1945-1948 PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM MERDEKA Setia, Nanda; Ayundasari, Lutfiah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p403-418

Abstract

Abstract: History learning is often embedded with negative stigma due to the lack of approach to student’s environment. Local history content can be a means of teaching environmentally-oriented history. The Merdeka Curriculum provides an opportunity integrate local history content in learning. The purpose of this study is (1) to describe the potential for local content in history learning in the Merdeka Curriculum, (2) to describe Abdul Manan Wijaya's struggle to defend independence in Malang 1945-1948 as local history content and, (3) to integrated the material raised can be into the Merdeka Curriculum. This article was written using literature study. The results of the research show that local history content is one of the learning achievements that students must master and the material on Abdul Manan Wijaya's struggle to defend independence in Malang 1945-1948 has the potential to be integrated into history learning because it explains the form of the Indonesian people's struggle in an effort to maintain independence which is also appropriate with the scope of material in Phase F.Abstrak:Pembelajaran sejarah identik dengan stigma negatif karena kurangnya pendekatan dengan lingkungan. Muatan sejarah lokal dapat menjadi sarana untuk mengajarkan pembelajaran sejarah berwawasan lingkungan. Kurikulum Merdeka memberikan posisi tersendiri terkait perlunya pembelajaran dengan mengintegrasikan muatan sejarah lokal. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan potensi muatan sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah pada Kurikulum Merdeka, (2) mendeskripsikan perjuangan Abdul Manan Wijaya dalam mempertahankan kemerdekaan di Malang 1945-1948 sebagai muatan sejarah lokal dan, (3) mengintegrasikan materi muatan sejarah lokal yang diangkat pada Kurikulum Merdeka. Penulisan artikel ini menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan sejarah lokal menjadi salah satu capaian pembelajaran yang harus dikuasai siswa dan materi perjuangan Abdul Manan Wijaya dalam mempertahankan kemerdekan di Malang 1945-1948 berpotensi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah karena menjelaskan tentang bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya membertahankan kemerdekaan yang sesuai dengan lingkup materi pada Fase F.
FILSAFAT ILMU DAN EKONOMI ISLAM Setia, Nanda; Aidil Novia
Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM IAI ALMUSLIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71025/gw7d8d65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran filsafat ilmu dalam pengembangan ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu sosial yang bernilai dan berorientasi pada keadilan. Kajian ini menonjolkan aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis ekonomi Islam serta relevansinya dalam menjawab tantangan ekonomi kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian perpustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang membahas filsafat ilmu dan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu memiliki peran fundamental dalam memperkuat landasan teori ekonomi Islam, menjaga integrasi antara wahyu, akal, dan realitas empiris, serta menegaskan nilai-nilai mendasar seperti keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan holistik (falāḥ). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan ekonomi Islam dengan memberikan kerangka konseptual yang kritis dan reflektif bagi pembelajaran dan pengembangan keilmuan ekonomi Islam yang tidak bersifat dogmatis, tetapi ilmiah dan transformatif.
Bibliometric Analysis: Marginal Productivity and its Relevance Towards Modern Labor Wage Determination Setia, Nanda; Rozalinda, Rozalinda; Hendra, Testru
AL-IQTISHADIYAH : EKONOMI SYARIAH DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH Vol 11, No 2 (2025): Jurnal al-Iqtishadiyah
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/iqt.v11i2.21564

Abstract

This study aims to analyze the development of scientific publications on Marginal Productivity and its relevance to determining modern labor wages during the period 2020 to 2025 using a bibliometric approach. Data was obtained from Scopus basic data by downloading article metadata in RIS and CSV formats, then processed using VOS viewer software with a minimum number of keywords of 5 out of 2,893 keywords, 207 of which met the threshold to produce three types of visualizations, namely network visualization, overlay visualization, and density visualization. The results showed that there were 558 publications related to the topic during the six years of observation with a downward trend from 113 articles in 2020 to 68articles in 2025. Network visualization revealed that "wage determination" was the main node that had the strongest connection with other themes, such as wage gap, labor policy, gender disparity, productivity, and macroeconomic dynamics. The network structure forms several thematic clusters reflecting research focuses, including wage inequality, human capital, labor productivity, monetary policy, and the impact of globalization on the labor market. Meanwhile, the overlay visualization shows a shift in research focus from macro issues, such as monetary policy and industrial structure in the early period, to more social and justice-based themes, such as gender inequality, minimum wages, and worker protection in more recent years. These findings demonstrate that the study of wage determination is developing in a multidisciplinary and dynamic manner, with a growing emphasis on inclusivity, social inequality, and evidence-based labor policy in the context of the modern economy