Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Jabar Quick Response (JQR) mengelola komunikasi dalam pelayanan aduan agar dapat ditindaklanjuti dengan baik serta menggali bagaimana komunikasi antara tim JQR dan masyarakat berjalan dalam proses penanganan aduan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari anggota tim JQR, koordinator, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan aduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi digital, seperti aplikasi pesan instan dan platform monitoring aduan, membantu mempercepat penyampaian informasi, meningkatkan koordinasi tim, serta memperkuat keterlibatan internal dalam penyelesaian aduan. Penggunaan teknologi juga membantu tim JQR dalam merespons aduan dengan lebih sistematis dan transparan. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak dalam komunikasi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Pengelolaan komunikasi yang baik memungkinkan pelayanan aduan berjalan lebih responsif, terorganisir, dan terbuka. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam komunikasi berperan penting dalam meningkatkan transparansi dan kelancaran proses penanganan aduan masyarakat di Jawa Barat. Abstract. This study aims to understand how Jabar Quick Response (JQR) manages communication in complaint services to ensure proper follow-up and explore how communication between the JQR team and the public functions in the complaint handling process. This study employs a qualitative method with data collection techniques such as in-depth interviews, observations, and documentation. Research informants include JQR team members, coordinators, and other stakeholders involved in complaint management. The findings indicate that the use of digital communication technologies, such as instant messaging applications and complaint monitoring platforms, helps accelerate information exchange, improve team coordination, and strengthen internal engagement in complaint resolution. The use of technology also assists JQR in responding to complaints in a more structured and transparent manner. Additionally, the involvement of various parties in communication enhances public trust in the services provided. Proper communication management allows complaint services to be more responsive, organized, and open. Therefore, this study highlights the important role of digital technology in communication, contributing to greater transparency and the smooth handling of public complaints in West Java