Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APAKAH DIGITAL STRESS DAPAT MEMENGARUHI WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN E-COMMERCE? Zamralita, Zamralita; Angesti, Nadya Ganis; Lie, Daniel
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.23650.2023

Abstract

Dunia tengah mengalami perubahan, dan perubahan terbesar terjadi di ranah penggunaan teknologi. Perkembangan industri organisasi, yang beberapa tahun terakhir ini marak adalah organisasi atau perusahaan berbasis digital, diantaranya di bidang bisnis e-commerce. Persaingan bisnis yang ketat dengan para kompetitor menjadi tantangan besar, dan untuk tetap bertahan dan bertumbuh bisnisnya diperlukan karyawan berkualitas guna mendorong laju keberhasilan organisasi. Karyawan yang bekerja dengan perasaan termotivasi dan terikat dengan pekerjaannya mampu memberikan hasil kerja yang optimal, dan hal ini dapat memberi keuntungan lebih besar pada perusahaan. Dalam ranah ilmu Psikologi, keterikatan karyawan dengan pekerjaannya dikenal dengan istilah work engagement. Karyawan yang engaged akan bersemangat dan senang ketika bekerja serta menikmati setiap prosesnya meskipun dengan tuntutan pekerjaan yang cukup banyak. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi work engagement yaitu digital stress yang diartikan sebagai fenomena stres yang muncul sebagai akibat dari ketidakmampuan karyawan beradaptasi dengan perkembangan sistem teknologi guna menyelesaikan tuntutan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak digital stress terhadap work engagement khususnya di kalangan karyawan e-commerce. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan partisipan sebanyak 218 karyawan e-commerce. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17) serta Digital Stressor Scale (DSS). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa digital stress berpengaruh negatif terhadap work engagement (β = -0.291, p < 0.05) dan digital stress memberikan kontribusi sebesar 8.6% terhadap work engagement pada karyawan e-commerce.
Peran Kepemimpinan dalam Memoderasi Pengaruh Beban Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Quiet Quitting Sunur, Cisilia Sartifa; Pudjiastuti, Dini; Angesti, Nadya Ganis; Yulian, Muhammad Farhan; Setiadi, Nugroho Juli
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN & BISNIS Vol 26, No 2 (2025): OKTOBER 2025 - MARET 2026
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jimb.v26i2.26321

Abstract

Purpose – This study aims to examine the influence of workload and job satisfaction on quiet quitting, with leadership as a moderating variable, among lecturers at private universities in Indonesia. Methodology – A quantitative approach with survey method was employed. Data were collected from 130 lecturers at a private university using a structured questionnaire and analyzed with Structural Equation Modelling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Both direct relationships and the moderating effects of leadership were tested through interaction termsFindings – The results show that workload significantly increases quiet quitting, while job satisfaction does not have a significant effect on quiet quitting. Leadership moderates the relationship between workload and quiet quitting, but does not moderate the relationship between job satisfaction and quiet quitting.Originality/Value – By examining workload, job satisfaction, and leadership together, this study offers a fresh perspective on quiet quitting in higher education, introducing a moderation approach that remains rare in this context.Practical Implications – The findings suggest that managing workload effectively and investing in strong, supportive leadership are critical to reducing quiet quitting. Universities can use these insights to design leadership programs that not only ease the strain of heavy workloads but also foster conditions where lecturers remain engaged and committed.