Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT KONSUMSI DAN STATUS GIZI BALITA 12-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANIA Lestaluhu, Santi Aprilian; Candriani, Candriani
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 3 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v3i2.508

Abstract

Background: Lack of consumption of macronutrients such as energy, protein and micronutrients such as iron, zinc, calcium and vitamin A, especially during the growth period, will disrupt a child's growth process, resulting in stunting. Objective: To determine the description of the consumption level of toddlers and the nutritional status of toddlers aged 12-36 years in the Nania Community Health Center working area. Method: This type of research is descriptive, namely: to determine the description of consumption levels for toddlers aged 12-36 months in the Nania Community Health Center Working Area. The population in this study were toddlers aged 12-36 years who lived in the Nania Health Center Working Area with a total of 671 toddlers. In this study, a sample of 67 toddlers was obtained through calculating the Solvin formula and then selected using a purposive sampling analysis technique. The research instrument used in this study was a questionnaire and a 24-hour food recall form and accompanied by TB/PB measurements, BB weighing. Results: Based on the research results, it is known that the number of toddlers aged 12-36 months in the Nania Health Center Working Area, the nutritional status of toddlers is based on the BB/U index, namely malnutrition status (41.5%), the nutritional status of toddlers is based on the TB/PB/U index, short as much as 1.5%, while nutritional status based on BB/TB or BB/PB is Malnutrition as much as 44.8%. From 57 samples, it was found that the energy consumption level of toddlers was mostly deficit, namely 56.7%, the protein consumption level of toddlers was a deficit of 16.4%, and the level of Vitamin A consumption deficit was 56.7%. While calcium, iron and vitamin C are also deficient, the value is 95.6%.
Perencanaan Konseling Pastoral Dengan Teknik Modeling Terhadap Remaja Korban Perceraian di Lembang Buri Candriani, Candriani; Ratnasari, Ratnasari; Linggi, Dwiyanti Tarik
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i11.1802

Abstract

Perceraian dapat diartikan sebagai kegagalan perkawinan yang menyebabkan putusnya hubungan antara laki-laki dan perempuan atau suami dan istri. Menurut Yakub B. Susabda, konseling adalah hubungan timbal balik antara hamba Tuhan sebagai konselor dengan konselinya (orang yang dibimbing), di mana konselor mencoba membimbing konseli ke dalam suatu percakapan konseling yang ideal yang memungkinkan konseli dapat mengenal dan mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya sendiri, persoalannya, kondisi hidupnya, di mana ia berada, sehinga ia mampu melihat tujuan hidupnya dalam relasi dan tanggung jawabnya pada Tuhan, serta mencoba mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya mengenai layanan konseling pastoral dengan teknik modeling bagi remaja untuk merubahan perubahan perilaku akibat perceraian orang tua di Lembang Buri’ maka dapat disimpulkan bahwa remaja dapat mengalami perubahan perilaku yang diakibatkan oleh perceraian orang tua sehingga hal ini membuat melakukan hal yang tidak sesuai yang diinginkan oleh masayarakat seperti remaja merokok, pergaulan bebas, mabuk-mabukkan dan susah berradaptasi dengan lingkungannya.