Mettang, Marta
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembebasan dalam Teologi Feminis:: Sebuah Analisis terhadap Catcalling dalam Rangka Pencapaian Keadilan Gender Mettang, Marta; Naomi Sampe
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i2.111

Abstract

Abstract: Catcalling has become a phenomenon that threatens, disturbs and challenges women's dignity, leading to gender inequality. This research offers the intrinsic values found in women based on a feminist theological perspective as an integration of men's understanding that women have the same values as men in general in order to achieve gender equity and justice. This research aims to analyze catcalling in the context of achieving gender justice through the lens of feminist theology. The research method used is a qualitative method by collecting and analyzing data through literature study. This research covers women's intrinsic values based on a feminist theological perspective, the negative impact of catcalling, and the concept of liberation in feminist theology. The results of the discussion show that catcalling, as a form of gender inequality, creates an unsafe environment for women in public spaces. Feminist theology emphasizes the importance of women's intrinsic values, such as dignity, justice, and diversity, in achieving gender justice. Women's liberation in feminist theology also includes the struggle against gender inequality and social violence, including catcalling. Thus, this research contributes to the understanding and efforts to overcome catcalling as a form of verbal sexual harassment that harms women. By understanding the intrinsic values of women in feminist theology, it is hoped that a society that is more just, inclusive and respects the dignity of every individual regardless of gender can be realized. This research can be the basis for concrete steps in building gender justice and responding to challenges of inequality in everyday life such as catcalling. Abstrak: Catcalling telah menjadi fenomena yang mengancam, resahkan dan menantang martabat perempuan yang mengarah pada kesenjangan gender. Penelitian ini menawarkan nilai-nilai intriksik yang terdapat pada perempuan berdasarkan perspektif teologi feminis sebagai integrasi pemahaman laki-laki bahwa perempuan itu memiliki nilai yang sama dengan laki-laki secara umum demi tercapainya keadilan dan keadilan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis catcalling dalam rangka pencapaian keadilan gender melalui lensa teologi feminis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data melalui studi kepustakaan. Penelitian ini mencakup nilai-nilai intrinsik perempuan berdasarkan perspektif teologi feminis, dampak negatif catcalling, dan konsep pembebasan dalam teologi feminis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa catcalling, sebagai bentuk ketidaksetaraan gender, menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi perempuan di ruang publik. Teologi feminis menegaskan pentingnya nilai-nilai intrinsik perempuan, seperti martabat, keadilan, dan keberagaman, dalam mencapai keadilan gender. Pembebasan perempuan dalam teologi feminis juga mencakup perjuangan melawan ketidaksetaraan gender dan kekerasan sosial, termasuk catcalling. Dengan demikian, penelitian ini adalah memberikan kontribusi pada pemahaman dan upaya mengatasi catcalling sebagai bentuk pelecehan seksual verbal yang merugikan perempuan. Dengan memahami nilai-nilai intrinsik perempuan dalam teologi feminis, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan menghormati martabat setiap individu tanpa memandang jenis kelamin. Penelitian ini dapat menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret dalam membangun keadilan gender dan merespons tantangan ketidaksetaraan dalam kehidupan sehari-hari seperti catcalling.
Spiritualitas Keugaharian sebagai upaya Mengatasi Budaya Konsumerisme yang Merusak Lingkungan di Era Tren Fast Fashion Mettang, Marta
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.144

Abstract

Abstract: The Fast Fashion trend with its fast turnover and mass production and marketed at low prices has led to a culture of consumerism which in turn hurts the environment. This research offers the concept of keugaharian spirituality as an effort to overcome the culture of consumerism that damages the environment in the era of fast fashion trends. To obtain accurate data, the author uses a descriptive type of qualitative research method and collects data from various literature sources that have a relationship with the topic of discussion, such as fast fashion and its impact on consumerist culture which has a bad impact on the environment as well as the topic of keugaharian spirituality related to its role in overcoming consumerism culture and reducing its adverse impact on the environment. The results of the study show that keugaharian spirituality can help overcome the consumerist culture that damages the environment in the era of fast fashion trends. Thus, keugaharian spirituality is a concept that needs to be applied to behave wisely following the fast fashion trend for the sustainability of planet Earth. Abstrak: Tren Fast Fashion dengan pergantiannya yang cepat dan produksi yang massal serta dipasarkan dengan harga yang murah menyebabkan budaya konsumerisme yang pada gilirannya membawa dampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini menawarkan konsep spritualitas keugahari sebagai upaya untuk mengatasi budaya konsumerisme yang merusak lingkungan di era tren fast fashion. Demi memperoleh data yang akurat, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif tipe deskriptif dan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang memiliki hubungan dengan topik pembahasan, seperti fast fashion dan pengarunya bagi budaya konsumeristas yang berdampak buruk bagi lingkungan serta topik tentang spritualitas keugaharian terkait peranannya dalam mengatasi budaya konsumerisme dan mengurangi dampak buruknya pada lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas keugahari dapat membantu mengatasi budaya konsumerisme yang merusak lingkungan di era tren fast fashion. Dengan demikian, spritualitas keugaharian merupakan konsep yang perlu diterapkan untuk berperilaku bijak mengikuti trend fast fashion demi keberlanjutan planet bumi.
Pembebasan dalam Teologi Feminis:: Sebuah Analisis terhadap Catcalling dalam Rangka Pencapaian Keadilan Gender Mettang, Marta; Sampe, Naomi
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i2.32

Abstract

Abstract: Catcalling has become a phenomenon that threatens, disturbs and challenges women's dignity, leading to gender inequality. This research offers the intrinsic values found in women based on a feminist theological perspective as an integration of men's understanding that women have the same values as men in general in order to achieve gender equity and justice. This research aims to analyze catcalling in the context of achieving gender justice through the lens of feminist theology. The research method used is a qualitative method by collecting and analyzing data through literature study. This research covers women's intrinsic values based on a feminist theological perspective, the negative impact of catcalling, and the concept of liberation in feminist theology. The results of the discussion show that catcalling, as a form of gender inequality, creates an unsafe environment for women in public spaces. Feminist theology emphasizes the importance of women's intrinsic values, such as dignity, justice, and diversity, in achieving gender justice. Women's liberation in feminist theology also includes the struggle against gender inequality and social violence, including catcalling. Thus, this research contributes to the understanding and efforts to overcome catcalling as a form of verbal sexual harassment that harms women. By understanding the intrinsic values of women in feminist theology, it is hoped that a society that is more just, inclusive and respects the dignity of every individual regardless of gender can be realized. This research can be the basis for concrete steps in building gender justice and responding to challenges of inequality in everyday life such as catcalling. Abstrak: Catcalling telah menjadi fenomena yang mengancam, resahkan dan menantang martabat perempuan yang mengarah pada kesenjangan gender. Penelitian ini menawarkan nilai-nilai intriksik yang terdapat pada perempuan berdasarkan perspektif teologi feminis sebagai integrasi pemahaman laki-laki bahwa perempuan itu memiliki nilai yang sama dengan laki-laki secara umum demi tercapainya keadilan dan keadilan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis catcalling dalam rangka pencapaian keadilan gender melalui lensa teologi feminis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data melalui studi kepustakaan. Penelitian ini mencakup nilai-nilai intrinsik perempuan berdasarkan perspektif teologi feminis, dampak negatif catcalling, dan konsep pembebasan dalam teologi feminis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa catcalling, sebagai bentuk ketidaksetaraan gender, menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi perempuan di ruang publik. Teologi feminis menegaskan pentingnya nilai-nilai intrinsik perempuan, seperti martabat, keadilan, dan keberagaman, dalam mencapai keadilan gender. Pembebasan perempuan dalam teologi feminis juga mencakup perjuangan melawan ketidaksetaraan gender dan kekerasan sosial, termasuk catcalling. Dengan demikian, penelitian ini adalah memberikan kontribusi pada pemahaman dan upaya mengatasi catcalling sebagai bentuk pelecehan seksual verbal yang merugikan perempuan. Dengan memahami nilai-nilai intrinsik perempuan dalam teologi feminis, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan menghormati martabat setiap individu tanpa memandang jenis kelamin. Penelitian ini dapat menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret dalam membangun keadilan gender dan merespons tantangan ketidaksetaraan dalam kehidupan sehari-hari seperti catcalling.