Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN NMES DAN ISOMETRIC QUADRICEPS TERHADAP AKTIFITAS FUNGSIONAL PENDERITA OSTEOARTHRITIS LUTUT DI RUMAH SAKIT SILOAM SURABAYA: The Effect of NMES and Isometric Quadriceps Administration on Functional Activities of Patients with Knee Osteoarthritis at Siloam Hospital Surabaya Deo Fau, Yohanes; Putri Kasimbara, Rachma; Pelohy, Riko Ronaldo Patti; Hadi Endaryanto, Agung
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1866

Abstract

Pendahuluan: Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif sendi yang ditandai dengan kerusakan kartilago. Persendian lutut merupakan persendian yang paling sering terjadinya osteoarthritis. Osteoarhtirits lutut merupakan penyakit peradangan yang menyerang sendi lutut, hal ini diakibatkan karena pertumbuhan usia dan terjadinya gesekan antar tulang rawan yang mengakibatkan permukaan sendi semakin menipis. Permasalahan yang sering timbul pada penderita osteoartritis lutut yaitu terdapat nyeri lutut, kekakuan sendi, kelemahan pada otot sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya aktifitas fungsional pada penderita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian NMES dan isometric quadriceps terhadap aktifitas fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. NMES adalah stimulasi listrik kejut yang berfungsi untuk merangsang otot untuk kontraksi, sedangkan isometric quadriceps merupakan latihan penguatan otot quadriceps tanpa melibatkan gerakan sendi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental one group pretest and posttest dengan 20 partisipan pasien dengan diagnosa osteoarthritis lutut yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, Instrument penelitian menggunakan WOMAC index. Hasil: Terdapat perubahan nilai rata-rata WOMAC index sebelum dan setelah perlakuan, sebelum = 47,90 setelah = 40.40. Hasil uji statistik menggunakan paired T-Test signifikan p<0.000. Kesimpulan:Pemberian NMES dan isometric quadriceps exercise berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis lutut
Strengthening Academic Supervision through Learning Management Systems (LMS): A Qualitative Study of Secondary Schools Purnomo, Eko Nurhaji; Putri Kasimbara, Rachma
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v18i1.3028

Abstract

Studi ini menelaah peran Learning Management System (LMS) dalam memperkuat supervisi akademik. Supervisi akademik sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru dan capaian belajar siswa, namun pendekatan tradisional seringkali terkendala oleh keterbatasan waktu, beban kerja, serta praktik yang tidak konsisten. Integrasi platform digital menawarkan peluang baru untuk meningkatkan efektivitas supervisi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metodologi interpretatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan kepala sekolah (n = 3) dan pengawas (n = 3) dari sekolah-sekolah yang telah mengadopsi LMS untuk supervisi. Hasil penelitian mengungkap lima tema utama: (1) tujuan pengembangan LMS, (2) perencanaan supervisi dengan menggunakan LMS, (3) pembangunan hubungan dalam supervisi virtual, (4) penilaian dan umpan balik, serta (5) tantangan implementasi. LMS terbukti memfasilitasi perencanaan supervisi yang fleksibel, memperkuat komunikasi, dan mendukung penilaian berbasis data, sekaligus menyediakan ruang virtual untuk kolaborasi. Selain itu, LMS meningkatkan pengembangan profesional guru melalui penguatan literasi digital dan praktik reflektif. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan yang masih dihadapi, termasuk keterbatasan infrastruktur, konektivitas yang tidak stabil, serta perbedaan kompetensi digital di kalangan pendidik. Studi ini menekankan pentingnya pengembangan sistem yang berkelanjutan, pelatihan yang terarah, dan investasi kelembagaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan LMS dalam supervisi. Temuan ini berkontribusi pada wacana inovasi pendidikan dan memberikan wawasan praktis bagi para pembuat kebijakan serta pimpinan sekolah dalam memajukan praktik supervisi yang berkelanjutan.