Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN PENGARUH WOBBLE BOARD DAN CALF RAISE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN STABILITAS ANKLE PADA PEMAIN BINTANG FUTSAL ACADEMY KARAWANG: Differences In The Influence Of Wobble Board And Calf Raise Exercise On Increasing Ankle Stability In Bintang Futsal Academy Karawang Players Amal, Muhammad Niltal; Fariz , Achmad; Halimah , Nurul; Pradita , Angria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.1911

Abstract

Pendahuluan: Ankle merupakan bagian penting dalam aktivitas olahrag futsal, ankle menjadi tumpuan setiap pemain melakukan gerakan, jika terjadi cedera ankle dan menyebabkan gangguan stabilitas ankle maka dapat mempengaruhi performa pemain saat melakukan olahraga futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh Wobble Board dan Calf Raise Exercise terhadap peningkatan stabilitas ankle pada pemain Bintang Futsal Academy Karawang. Metode : Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan membandingkan dua kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan 1 diberikan Wobble Board dan kelompok perlakuan 2 diberikan Calf Raise Exercise dilakukan di Bintang Futsal Academy Karawang. Responden dalam penelitian ini adalah 20 responden dengan menggunakan teknik berupa purposive sampling kemudian dibagi ke dalam dua kelompok berbeda. Alat ukur penelittian yang digunakan yaitu Standing Stork Test. Uji Analisa data akhir menggunakan Uji Shapiro Wilk dan Lavene’s Test dengan menggunakan program aplikasi SPSS versi 23. Periode waktu penelitian dilakukan selama 4 minggu pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Hasil : Hasil penelitian ini dengan uji paired sampel T-tes pada kedua kelompok, pada kelompok 1 didapatkan perubahan nilai mean pre-test yaitu 22,50 ± 7,906 menjadi 48,00 ± 8,563 pada saat post-test, nilai p=0,000 (p<0,05). Sedangkan pada kelompok 2 didapatkan perubahan nilai mean pre-test yaitu 21,50 ± 8,182 menjadi 34,00 ± 7,746 pada saat post- test, nilai p=0,000 (p<0,05). Pada hasil uji Independent T-test yang menunjukkan nilai p=0,001<0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan efektifitas pada kedua kelompok terhadap peningkatan stabilitas ankle pada pemain Bintang Futsal Academy Karawang Kesimpulan: Latihan dengan metode Wobble Board lebih efektif daripada Calf Raise Exercise dalam peningkatan stabilitas ankle pada pemain Bintang Futsal Academy Karawang.
PENGARUH PASSIVE STRETCHING TERHADAP NILAI NYERI PUNGGUNG ATAS AKIBAT SPASME UPPER TRAPEZIUS Wati, Risa Laras; Fariz , Achmad; Endaryanto, Agung Hadi; Deo Fau, Yohanes
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38066

Abstract

World Health Organisation (WHO) menyebutkan ketegangan otot cervical memiliki peringkat urutan ke 4 dari penyakit muskuloskeletal lainnya dan peringkat ke-8 untuk masalah kesehatan anak usia 15 - 19 tahun. Di Indonesia prevalensi nyeri leher terjadi pada 16,6% populasi orang dewasa dan 0,6 % mengalami nyeri leher berat atau kronis. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan para murid seperti sekolah, membaca buku, mengemudikan kendaraan, dan menggunakan ransel, menggunakan smart phone, bermain game di HP maupun laptop tentunya hal tersebut dapat memicu salah satu gejala muskuloskeletal yaitu nyeri punggung atas akibat spasme otot upper trapezius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh passive stretching terhadap nilai nyeri punggung atas akibat spasme upper trapezius pada murid Madrasah Aliyah Persis Ciganitri Bandung. Desain penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen dengan one group pre test – post test design dengan total responden sebanyak 25 dari Madrasah Aliyah Persis Ciganitri Bandung. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon Test dengan p value sebesar 0,000 < a 0,05). Sebelum dilakukan passive stretching nilai nyeri sebesar 13,32±12,49 dan setelah dilakukan passive stertching nilai nyeri sebesar 4,36+12,54 dengan selisih sebesar 8,96 +0,611. Terdapat pengaruh passive stretching terhadap nilai nyeri punggung atas akibat spasme upper trapezius pada murid Madrasah Aliyah Persis Ciganitri Bandung.