Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perancangan Master Plan di Objek Wisata Watu Payung sebagai Bentuk Gerakan Desa Sadar Lingkungan dan Fasilitas Umum di Desa Girisuko Prasetyo Jati, Didit Gunawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i3.4517

Abstract

The results of the 105 group KKN provide a program that can be applied in Girisuko Village, Panggang District, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta Special Region. The program given by the group at Girisuko Village is "Village Movement with Environmental Awareness and Public Facilities in Girisuko Village". The purpose of this movement is to increase the awareness of the residents of Girisuko Village, the surrounding environment and the public facilities that exist there. The background of the procurement of this program is because in Girisuko Village there is village potential in the form of natural tourism which is very interesting to visit. This tourism object is a tourist attraction Watu Payung. The geographical location of Girisuko Village in Gunung Kidul Regency adds to the Watu Payung tourist attraction with great potential to become a tourist destination that many tourists can be proud of and visit. Seeing this potential opportunity, the 105th group hopes to increase the potential of the Tourism Village through the Environmental Awareness Village Movement and Public Facilities program.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Yayasan Baitul Maal-Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Prasetyo Jati, Didit Gunawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.4688

Abstract

Desa Getas memiliki banyak potensi dalam bidang sumber daya alam dan objek wisata. Namun, dikarenakan keterbatasan akses terhadap informasi teknologi, komunikasi serta finansial potensi di desa Getas tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Maka dari itu, harus dilakukan upaya pemberdayaan sosial melalui aktivitas penyebaran atau edukasi mengenai perencanaan dan pengelolaan potensi dari desa Getas. Upaya ini dapat diwujudkan dengan program Yayasan Baitul Maal-Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI). Program YBM-BRI fokus terhadap aspek di tiga kategori yaitu pendidikan, sosial, dan ekonomi. Dalam aspek sosial, program ini bertujuan untuk memberikan layanan berupa bantuan tanggap bencana dan aktivitas kemanusian, pemberian bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat desa Getas yang membutuhkan serta dapat menjadi cara penyaluran zakat. Di aspek Pendidikan tujuan yang berusaha dicapai adalah memfokuskan untuk memberikan layanan berupa pemberian edukasi, bantuan dana dan beasiswa Pendidikan. Pelaksanaan aspek ini dapat memberikan insentif bagi masyarakat desa Getas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memperbaiki sistem pendidikan di desa mereka. Dan yang terakhir, di dalam aspek ekonomi, program ini bertujuan untuk memberikan bantuan penyuluhan informasi mengenai pemanfaatan sumber daya alam dalam upaya peningkatan ekonomi, pemberian informasi pemanfaatan potensi desa seperti sumber daya alam dan objek pariwisata ini dapat memberikan nilai perekonomian bagi masyarakat desa Getas dalam bentuk pemasukan dari penjualan hasil tanam dan hasil olahannya serta dari pengelolaan objek wisata. Dengan beragam manfaat yang dapat diberikan dari pelaksanaan program pelayanan sosial YBM-BRI, program ini dapat membantu desa Getas untuk memanfaatkan sumber potensi perekonomian mereka serta memberikan edukasi dan bantuan kepada masyarakat desa Getas berupa informasi, edukasi dan finansial.
Digitalisasi Peta Administrasi Padukuhan Jambu dengan Teknologi GIS Billie Ariyanta Hartono; Amanda Vanessa Christiawan; Erick G. Nathanael Manullang; Evelyn Hotadi; Kristya Amalia Perwita; Maureena Ully Pasaribu; Monica Yosephina Kawak; Nathanael Charles Roessli; Raja Juan Ewaldo Karmomjanan; Teodorus Bagas Pramudita; Prasetyo Jati, Didit Gunawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i4.11224

Abstract

Artikel ini membahas proses pembuatan peta administrasi Padukuhan Jambu, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, yang bertujuan memperbarui peta terakhir yang dibuat pada tahun 1997. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS), peta ini menyajikan data yang lebih akurat terkait batas administratif, pembagian RT, tata guna lahan, fasilitas umum, serta informasi demografi seperti nomor rumah dan nama kepala keluarga. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta pengolahan data menggunakan perangkat lunak pemetaan. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung perencanaan tata ruang, pengelolaan wilayah, serta mempermudah identifikasi dan pendataan rumah tangga. Sosialisasi hasil pemetaan menunjukkan respons positif dari masyarakat yang mengakui manfaat peta ini dalam menyediakan informasi yang lebih jelas dan terstruktur. Peta administrasi ini diharapkan menjadi alat yang bermanfaat bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam meningkatkan efisiensi administrasi serta mendukung pembangunan yang lebih terarah.
PEMBELAJARAN HYBRID LITERASI INFORMASI GEOGRAFIS DAN RESPON TANGGAP BENCANA DENGAN SIMULASI PERAN Prasetyo Jati, Didit Gunawan; Wijaya, William; Setiawan, Bestakawela Wicaksana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i01.484

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di posisi rawan bencana. Pengetahuan kebencanaan ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga proses pembelajaran tersbut menjadi berkelanjutan. Persiapan pembelajaran tersebut menjadi upaya penting dalam budaya literasi. Aktivitas literasi sangat erat kaitannya dengan pemahaman manusia terhadap alam dan pola perubahan lingkungan setiap hari. Proses literasi menjadi ekploratif karena memerlukan kesadaran yang seharusnya dibentuk dari beberapa elemen, salah satunya adalah lingkungan Pendidikan, sehingga dapat mengurangi potensi disinformasi dan kesalahan konsep dalam respon tanggap bencana. Studi yang dilakukan di SMP Kanisius Bharata Jumapolo dilakukan dengan metode hybrid dengan tujuan meningkatkan kapasitas pembelajaran dengan proses literasi dan simulasi. Proses literasi dari materi informasi geografis digabungkan dengan lingkungan spasial. Proses literasi lalu dikembangkan dengan eksplorasi spasial melalui tanda-tanda evakuasi yang disematkan di fungsi struktur bangunan. Aktivitas simulasi diberikan dalam bentuk pelatihan langsung dengan keterlibatan peserta didik dan tenaga pendidik yang dikelompokkan berdasarkan peran dalam skenario mitigasi bencana yang diberikan. Sebanyak 80 responden peserta didik usia 10-14 tahun dan 5 tenaga pendidik mengikuti pre-test dengan hasil kesadaran bencana meningkat sebesar 42,5%, pengetahuan terhadap bencana meningkat sebesar 58,7%, sikap dalam menghadapi sebelum dan sesudah bencana meningkat sebesar 59,3%, ketrampilan meningkat sebesar 54,3% dan peran serta dalam respon tanggap bencana meningkat sebesar 51,8%. Melalui metode ini, peserta didik dan tenaga pendidik memahami pendidikan yang berkorelasi lebih luas kaitannya dengan kondisi spasial dan respon tanggap bencana.
Inisiatif Kolaboratif Pembangunan Rumah Pupuk untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Desa Jatimulyo Prasetyo Jati, Didit Gunawan; Andrew Gabriel Mamengko
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i6.12108

Abstract

This community engagement program revitalizes agricultural infrastructure in Jatimulyo Village, Yogyakarta, through the construction of a new fertilizer storage facility. The main issue was the severe degradation of the previous building caused by decay and termite infestation. Its location on a steep slope further obstructed logistics and access, disrupting fertilizer storage and negatively affecting agricultural productivity. The solution was carried out through collaboration among the Bakti Anubawa Community Engagement Program Committee of Atma Jaya Yogyakarta University (UAJY), KWT Amanah, the village government, and the local community. The program followed systematic stages: field observation, outreach focused on planning and construction standards for sloped terrain, and physical implementation. A key improvement was replacing the deteriorated wooden structure with reinforced concrete for better durability and slope stability. Technical specifications included 300×300 mm river stone foundations, 4D8 main reinforcement with D6-200 stirrups for beams and columns, a 10 cm floor slab, and a ventilated galvalum roof for proper air circulation. Program outputs include detailed working drawings, a transparent budget plan (RAB), and a functional fertilizer storage building that supports efficient logistics, protects fertilizer quality, and improves agricultural productivity and community welfare. This project reflects sustainable implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi.