Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH STABILISASI ABU DAUN BAMBU DAN SEMEN TERHADAP KEMBANG SUSUT (SWELLING) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF Wijaya, William
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.036 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i2.4776

Abstract

Soft clay is a soil type mostly found in Indonesia. This type of soil requires treatment because of its poor properties. These properties have a relatively low bearing capacity in water saturated conditions, high swelling potential, and high plasticity. These are several methods to improve clay soil, including soil stabilization. Soil stabilization is a method of mixing pozzolanic materials such as cement and bamboo leaf ash with the natural soil. The purpose of this addition is to reduce the characteristics of expansive clay such as high swelling potential. The research focused on the results of swelling testing using an oedometer test and was carried out using 6 sample variants using cement with a percentage of 12% of the dry mass of soil and bamboo leaf ash with a percentage of 0%, 25%, 50%, 75%, 100% of the total weight of cement used. Preliminary research is carried out before the core research. The research included examining the original soil parameters, mineral content, and pozzolanic content of bamboo leaf ash. The results of the preliminary research showed that the natural soil is classified as a high plasticity (CH) clay group and had a high potential for swelling and shrinkage. Whereas in the pozzolanic material test, bamboo leaf ash contained a chemical compound of SiO2 as much as 79.68%. Based on the results, cement and bamboo leaf ash as stabilization agents succeeded in reducing the swelling value of the soil from 15.71% to 4.33% in the S100ADB0 and 6.07% variations in S75ADB25.
PENGARUH STABILISASI ABU DAUN BAMBU DAN SEMEN TERHADAP KEMBANG SUSUT (SWELLING) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF William Wijaya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.036 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i2.4776

Abstract

Soft clay is a soil type mostly found in Indonesia. This type of soil requires treatment because of its poor properties. These properties have a relatively low bearing capacity in water saturated conditions, high swelling potential, and high plasticity. These are several methods to improve clay soil, including soil stabilization. Soil stabilization is a method of mixing pozzolanic materials such as cement and bamboo leaf ash with the natural soil. The purpose of this addition is to reduce the characteristics of expansive clay such as high swelling potential. The research focused on the results of swelling testing using an oedometer test and was carried out using 6 sample variants using cement with a percentage of 12% of the dry mass of soil and bamboo leaf ash with a percentage of 0%, 25%, 50%, 75%, 100% of the total weight of cement used. Preliminary research is carried out before the core research. The research included examining the original soil parameters, mineral content, and pozzolanic content of bamboo leaf ash. The results of the preliminary research showed that the natural soil is classified as a high plasticity (CH) clay group and had a high potential for swelling and shrinkage. Whereas in the pozzolanic material test, bamboo leaf ash contained a chemical compound of SiO2 as much as 79.68%. Based on the results, cement and bamboo leaf ash as stabilization agents succeeded in reducing the swelling value of the soil from 15.71% to 4.33% in the S100ADB0 and 6.07% variations in S75ADB25.
Simulasi dan Pelatihan Tanggap Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran di SD Budi Utama Yogyakarta Agustina Kiky Anggraini; Henda Febrian Egatama; William Wijaya
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v1i1.7338

Abstract

The community service was carried out at one of the educational institutions, Budi Utama Elementary School, which has around 500 students. Elementary school students need to understand basic rescue procedures when a disaster occurs. Community service was prioritized in the simulation and training of disaster responses, especially for earthquakes and fires. Earthquakes were one of the focus because this school was located in Yogyakarta, which was prone to this type of natural disaster. The fire was another focus because it usually occurs as a follow-up incident after the earthquake. The simulation and training on earthquakes and fires involved the Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY and UPT Damkar Sleman. The Budi Utama Elementary School community successfully carried out the rescue procedures based on the earthquake simulation. The training on firefighting showed success, too. The Budi Utama Elementary School community has successfully conducted disaster response simulations and training. The impact of these simulations and training was that the Budi Utama Elementary School community became aware of how to respond to a disaster.
Analisa Pondasi dan Potensi Likuifaksi Pembangunan Laboratorium dan Gedung Fakultas Universitas Atma Jaya Yogyakarta Gunawan, Sumiyati; Wijaya, William; Maylda Pratama, Gumbert; Handoko, Luky; Hadsari, Vienti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i4.7341

Abstract

Laboratorium Teknik Sipil dan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. Alat laboratorium, mahasiswa dan peneliti yang cukup besar melakukan aktifitas praktikum dan penelitian, sehingga ruang laboratorium, ruang kelas gedung lama tidak memadai lagi dan akan dibangun gedung baru yang lebih memadai untuk proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat yang layak dan nyaman. Pembangunan membutuhkan informasi lapisan tanah pendukung untuk kestabilan dan kekokohan bangunan, memperkirakan profil tanah, daya dukung tanah, parameter tanah, dan potensi likuifaksi untuk rekomendasi pondasi bangunan. Informasi lapisan tanah pendukung diperoleh dari serangkaian uji tanah di lapangan dengan pengeboran sampai kedalaman 30m dan sondir dengan kekuatan 10 ton, untuk memperoleh profil dan sample tanah. Uji di laboratorium dilakukan untuk mendapatkan parameter tanah. Analisa daya dukung dan analisa potensi likuifaksi akan di rekomendasikan untuk perancangan. Hasil analisa memperoleh daya dukung bored pile diameter 60cm dan 80cm pada kedalaman -7,0m sebesar 40ton dan 60ton, potensi likuifaksi dengan pertimbangan gempa terkuat yang pernah terjadi, pada kedalaman sekitar -17,50m sampai -20,0m dengan Liquefaction Severity Number 7,36 dan penurunan maksimal sebesar 11,87 cm, yang berarti terjadi kerusakan minor.
PEMBELAJARAN HYBRID LITERASI INFORMASI GEOGRAFIS DAN RESPON TANGGAP BENCANA DENGAN SIMULASI PERAN Prasetyo Jati, Didit Gunawan; Wijaya, William; Setiawan, Bestakawela Wicaksana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i01.484

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di posisi rawan bencana. Pengetahuan kebencanaan ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga proses pembelajaran tersbut menjadi berkelanjutan. Persiapan pembelajaran tersebut menjadi upaya penting dalam budaya literasi. Aktivitas literasi sangat erat kaitannya dengan pemahaman manusia terhadap alam dan pola perubahan lingkungan setiap hari. Proses literasi menjadi ekploratif karena memerlukan kesadaran yang seharusnya dibentuk dari beberapa elemen, salah satunya adalah lingkungan Pendidikan, sehingga dapat mengurangi potensi disinformasi dan kesalahan konsep dalam respon tanggap bencana. Studi yang dilakukan di SMP Kanisius Bharata Jumapolo dilakukan dengan metode hybrid dengan tujuan meningkatkan kapasitas pembelajaran dengan proses literasi dan simulasi. Proses literasi dari materi informasi geografis digabungkan dengan lingkungan spasial. Proses literasi lalu dikembangkan dengan eksplorasi spasial melalui tanda-tanda evakuasi yang disematkan di fungsi struktur bangunan. Aktivitas simulasi diberikan dalam bentuk pelatihan langsung dengan keterlibatan peserta didik dan tenaga pendidik yang dikelompokkan berdasarkan peran dalam skenario mitigasi bencana yang diberikan. Sebanyak 80 responden peserta didik usia 10-14 tahun dan 5 tenaga pendidik mengikuti pre-test dengan hasil kesadaran bencana meningkat sebesar 42,5%, pengetahuan terhadap bencana meningkat sebesar 58,7%, sikap dalam menghadapi sebelum dan sesudah bencana meningkat sebesar 59,3%, ketrampilan meningkat sebesar 54,3% dan peran serta dalam respon tanggap bencana meningkat sebesar 51,8%. Melalui metode ini, peserta didik dan tenaga pendidik memahami pendidikan yang berkorelasi lebih luas kaitannya dengan kondisi spasial dan respon tanggap bencana.
Evaluasi Perkuatan Lereng dengan Dinding Penahan dan Borepile pada Lokasi Menara SUTET Wijaya, William; Manason, Mikel Darren; Fajarwati, Yuli
Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i2.1317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng pada titik T.367 jalur SUTET 500 KV Tanjung Jati B-Pemalang menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Plaxis 2D. Data yang digunakan berupa data sekunder hasil uji laboratorium tanah, CPT, serta kontur lereng dari drone. Tanah di lokasi didominasi oleh silty clay yang cenderung lemah saat jenuh. Dua potongan lereng (A-A dan B-B) dianalisis dalam kondisi eksisting dan setelah perkuatan menggunakan dinding penahan tanah setinggi 5 m dan borpile sepanjang 10 m. Hasil menunjukkan bahwa kondisi eksisting memiliki faktor keamanan (SF) 1,892 dan 1,986 (statik), serta 0,228 dan 0,249 (seismik), yang tidak memenuhi kriteria aman terhadap gempa. Setelah perkuatan, nilai FS meningkat menjadi 2,462 dan 2,627 (statik), serta 1,115 dan 1,134 (seismik). Bidang longsor menunjukkan bahwa perkuatan efektif mereduksi deformasi dan mencegah bidang keruntuhan. Sistem perkuatan kombinasi dinding penahan dan borpile mampu meningkatkan kestabilan lereng secara signifikan pada tanah silty clay, khususnya terhadap pengaruh beban dinamik
Analisa Pondasi dan Potensi Likuifaksi Pembangunan Laboratorium dan Gedung Fakultas Universitas Atma Jaya Yogyakarta Gunawan, Sumiyati; Wijaya, William; Maylda Pratama, Gumbert; Handoko, Luky; Hadsari, Vienti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i4.7341

Abstract

Laboratorium Teknik Sipil dan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. Alat laboratorium, mahasiswa dan peneliti yang cukup besar melakukan aktifitas praktikum dan penelitian, sehingga ruang laboratorium, ruang kelas gedung lama tidak memadai lagi dan akan dibangun gedung baru yang lebih memadai untuk proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat yang layak dan nyaman. Pembangunan membutuhkan informasi lapisan tanah pendukung untuk kestabilan dan kekokohan bangunan, memperkirakan profil tanah, daya dukung tanah, parameter tanah, dan potensi likuifaksi untuk rekomendasi pondasi bangunan. Informasi lapisan tanah pendukung diperoleh dari serangkaian uji tanah di lapangan dengan pengeboran sampai kedalaman 30m dan sondir dengan kekuatan 10 ton, untuk memperoleh profil dan sample tanah. Uji di laboratorium dilakukan untuk mendapatkan parameter tanah. Analisa daya dukung dan analisa potensi likuifaksi akan di rekomendasikan untuk perancangan. Hasil analisa memperoleh daya dukung bored pile diameter 60cm dan 80cm pada kedalaman -7,0m sebesar 40ton dan 60ton, potensi likuifaksi dengan pertimbangan gempa terkuat yang pernah terjadi, pada kedalaman sekitar -17,50m sampai -20,0m dengan Liquefaction Severity Number 7,36 dan penurunan maksimal sebesar 11,87 cm, yang berarti terjadi kerusakan minor.
PEMBELAJARAN HYBRID LITERASI INFORMASI GEOGRAFIS DAN RESPON TANGGAP BENCANA DENGAN SIMULASI PERAN Prasetyo Jati, Didit Gunawan; Wijaya, William; Setiawan, Bestakawela Wicaksana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i01.484

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di posisi rawan bencana. Pengetahuan kebencanaan ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat sehingga proses pembelajaran tersbut menjadi berkelanjutan. Persiapan pembelajaran tersebut menjadi upaya penting dalam budaya literasi. Aktivitas literasi sangat erat kaitannya dengan pemahaman manusia terhadap alam dan pola perubahan lingkungan setiap hari. Proses literasi menjadi ekploratif karena memerlukan kesadaran yang seharusnya dibentuk dari beberapa elemen, salah satunya adalah lingkungan Pendidikan, sehingga dapat mengurangi potensi disinformasi dan kesalahan konsep dalam respon tanggap bencana. Studi yang dilakukan di SMP Kanisius Bharata Jumapolo dilakukan dengan metode hybrid dengan tujuan meningkatkan kapasitas pembelajaran dengan proses literasi dan simulasi. Proses literasi dari materi informasi geografis digabungkan dengan lingkungan spasial. Proses literasi lalu dikembangkan dengan eksplorasi spasial melalui tanda-tanda evakuasi yang disematkan di fungsi struktur bangunan. Aktivitas simulasi diberikan dalam bentuk pelatihan langsung dengan keterlibatan peserta didik dan tenaga pendidik yang dikelompokkan berdasarkan peran dalam skenario mitigasi bencana yang diberikan. Sebanyak 80 responden peserta didik usia 10-14 tahun dan 5 tenaga pendidik mengikuti pre-test dengan hasil kesadaran bencana meningkat sebesar 42,5%, pengetahuan terhadap bencana meningkat sebesar 58,7%, sikap dalam menghadapi sebelum dan sesudah bencana meningkat sebesar 59,3%, ketrampilan meningkat sebesar 54,3% dan peran serta dalam respon tanggap bencana meningkat sebesar 51,8%. Melalui metode ini, peserta didik dan tenaga pendidik memahami pendidikan yang berkorelasi lebih luas kaitannya dengan kondisi spasial dan respon tanggap bencana.