Limbong, Desfianti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harmoni dengan Alam: Ekoteologi dalam Konservasi Tanaman Bambu di Toraja Limbong, Desfianti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i6.2118

Abstract

Tanaman bambu adalah tanaman yang memiliki peranan yang penting dalam budaya dan kehidupan masyarakat Toraja selain itu, tanaman bambu ternyata banyak menyimpan air, namun populasi tanaman bambu saat ini menghadapi ancaman kepunahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami prinsip dan peran ekoteologi dalam konservasi tanaman bambu dan pelestarian tanaman bambu agar tidak mengalami kepunahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif deskriptif dengan observasi dan studi pustaka. Manfaat penelitian ini memberikan dasar pengembangan konservasi tanaman bambu yang merupakan warisan budaya Toraja, bagi para teolog, peneliti, dan para pakar ekologi dalam meningkatkan pendidikan dan kesadaran akan alam. Adapun hasil penelitian ini adalah eko-teologi memiliki dampak yang sangat signifikan bagi pelestarian tamanan bambu yang memotivasi komunitas masyarakat Toraja untuk menjaga tanaman bambu sebagai bagian intergral dari budaya dan ekoteologi sebagai pendorong penting dalam menjaga keseimbangan dan kesejahteraan manusia dan alam.
Tongkonan Sebagai Nilai Kerukunan Beragama Dalam Tradisi Rambu Solo Di Toraja Biyang, Angelia Purnadharani; Laba, Kristian; Limbong, Desfianti; Pasenggong, Vemiati; Pute, Jimmi Pindan
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i1.2711

Abstract

Konsep tentang kerukunan beragama masih menjadi pergumulan berat di kalangan kaum agamawan, pakar agama dan tokoh-tokoh agama. Kesediaan diri untuk menghargai serta mengusahakan hubungan yang baik dengan aliran kepercayaan lain sesungguhnya masih cukup jauh tertinggal dibandingkan dengan keberagaman lainnya. Untuk itu, penulis berkehendak untuk merangkai tulisan dengan tujuan untuk menemukan model-model yang menjadi tawaran terhadap konflik beragama yang ditemukan dalam tradisi rambu solo’ masyarakat Toraja melalui falsafah Tongkonan. Metode atau prosedur penelitian diterapkan dalam metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kualitatif diterapkan dalam study kepustakaan dan analisis wawancara untuk mengumpulkan data sekaligus menemukan nilai-nilai kerukunan dalam tradisi rambu solo’ yang dapat untuk direvitalkan kembali sebagai konsep untuk menciptakan kerukunan beragama. Pendekatan deskriptif diterapkan sebagai bentuk lukisan atau gambaran keadaan yang benar-benar reall terjadi di tengah-tengah masyarakat sehubungan dengan keadaan sosial beragama. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa tradisi rambu solo’ mengandung nilai solidaritas, kepeduliaan, keramahtamahan, dan penerimaan yang dapat menjadi model edukasi terhadap kerukunan beragama. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tongkonan sebagai falsafah masyarakat Toraja mengandung arti tentang penghormatan, persatuan dan kerukunan.