Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Kawin Tangkap Adat Sumba: Tinjauan Kritis dalam Perspektif Kitab Hukum Kanonik Kanon 1089 Buru, Cosmas; Babo, Alkuinus Ison; Endi, Yohanes
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 9 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i9.2472

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengkaji perkawinan Katolik berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (Kanon 1089) terhadap kawin tangkap dalam tradisi Sumba. Praktik kawin tangkap dewasa ini mengalami penyempitan makna yang berujung pada penculikan perempuan dengan maksud untuk dinikahi. Kawin tangkap kerap kali dibaluti dengan aneka bentuk kekerasan seperti intimidasi, manipulasi, eksploitasi, dan mengabaikan kebebasan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman baru bahwa praktik kawin tangkap secara paksa digolongkan sebagai halangan nikah sebagaimana tertera dalam Kitab Hukum Kanonik (Kan. 1089). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan (library research). Temuan dari penelitian ini adalah kesepakatan antara suami-istri yang dilandasi cinta kasih dalam perkawinan Gereja Katolik merupakan salah satu unsur fundamental yang menentukan sahnya sebuah perkawinan. Melalui terang Kitab Hukum Kanonik, Gereja membantu kedua mempelai yang hendak dinikahkan mengikuti prosedur penyelidikan kanonik sehingga keduanya mendapat status yang jelas dan pada akhirnya dapat mengikrarkan janji perkawinan mereka di hadapan Allah dan Gereja.
Filosofi Gross National Happiness: Suatu Gerakan Ekologi Holistik-Integral dan Akar-Akar Krisis Ekologi di Bhutan Buru, Cosmas; I Wayan Marianta, Yohanes; Riyanto, FX. E. Armada
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Jan-Jun 2025
Publisher : ECOTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55448/cn7d6398

Abstract

Konsentrasi penelitian ini melihat partisipasi masyarakat Bhutan mewujudkan ekologi ekosistem holistik-integral dan mengali akar-akar krisis ekologi di Bhutan. Bhutan negara di dunia nol karbon karena masyarakat dan pemerintah bekerjasama menjaga lingkungan hidup. Menjaga keutuhan lingkungan hidup, Bhutan menerapkan gerakan filosofis Gross National Happiness. Tujuan gerakan filosofis tersebut untuk mencapai standar kebahagiaan hidup masyarakat Bhutan. Konsep kebahagiaan masyarakat Bhutan bukan pada harta semata melainkan mencakup keseimbangan hidup rohani, materi, pandangan sosial, kesejahteraan ekonomi, psikologis, kesehatan, politik, peduli terhadap lingkungan hidup, budaya, pemerintahan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa analisis kritis atas tulisan terdahulu. Temuan penelitian ini adalah pengaruh pola pikir antroposentrisme, pengaruh teknologi globalisasi, masyarakat urban, ledakan penduduk menjadi persoalan utama masalah lingkungan hijau Bhutan. Epistemologi green school, politik-hukum untuk pengembangan regulasi, kebijakan publik, pedoman perlindungan kesehatan alam dalam konstitusi negara dibutuhkan untuk melestarikan alam semesta. Negara Bhutan menjadi rujukan utama menjaga, melindungi, mewujudkan sumber daya hijau secara holistik-integral. 
Kaum Muda sebagai Agen Demokrasi Digital: Analisis Peran Teknologi dalam Partisipasi Politik Generasi Digital Menurut Christian Fuchs Buru, Cosmas; Balzano Japa, Hendrikus; Patriano Vano, Matias; Musi, Ronaldo; Edison, Viktorinus
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.291

Abstract

Fokus tulisan ini adalah menelaah kehidupan kaum muda dalam dunia politik di tengah derasnya kemajuan media digital. Tulisan ini membahas partisipasi kaum muda (Gen Z) dalam menggunakan gadgad untuk berpartisipasi secara langsung menuju kehidupan ynag lebih demokratis. Tulisan ini didasarkan pada pemikiran kritis Christian Fuchs seorang filsuf sekaligus sosiolog asal Austria. Fuchs melihat peran penting media digital sebagai ruang perjumpaan yang baru bagi siapa pun pada zaman ini terutama kaum muda. Ia berpendapat bahwa media digital akan sangat berguna atau justru merusak keberadaan demokrasi dalam dunia politik tergantung bagaimana pengguna memakainya secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, kaum muda memilik peran yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas demokrasi itu sendiri di tangah derasnya arus perubahan media digital dengan fitur-fitur yang ada. Di Pundak kaum muda, arus perubahan itu diletakkan. Di pundak kaum muda mutu demokrasi itu sendiri menjadi dasar untuk memperluas janngkauan demokrasi melalui kegiatan-kegiatan online terutama memajukan opini-opini publik yang bernuansa kritis dan membangun untuk menolak kebijakan pemerintah yang menyimpang dari konsep kehidupan bersama. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dan kajian daftar pustaka berdasarkan kajian pekimiaran Christian Fuchs. Temuan dari tulisan ini ialah bahwa di tengah arus perubahan media digital dan algoritma-algoritma yang termuat di dalamnya sangat penting untuk meningkatkan pendidikan literasi digital untuk kaum muda agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam menggunakan media digital