Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Probelmatika Tabungan Berhadiah Di Lembaga Keuangan Syariah Sa'i, muhammad Khoiru; Fuadi, Rial
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 8, No 1 (2023): J-Alif, Volume 8, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v8i1.3905

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk memahami produk tabungan berhadiah yang menggunakan prinsip wadiah dan mudharabah. Jenis penelitian ini yaitu kepustakaan dimana diartikan sebagai suatu penelitian yang dilakukan di perpustakaan dengan memakai berbagai referensi buku, jurnal dan berbagai artikel terbaik dan terbaru. Setelah seluruh data yang sudah dikumpulkan ini, selanjutnya di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan tujuan untuk menjelaskan, menguraikan, dan menggambarakan produk tabungan wadi’ah mudharabah berhadiah yang ada dalam Lembaga Keuangan Syariah pada saat ini dan kesesuaiannya dengan aturan-aturan yang berlaku. Aktivitas ekonomi syariah di LKS pada produk tabungan berhadiah harus berdasar pada ketentuan hukum Islam atau prinsip syariah yaitu Fatwa DSN-MUI yang secara khusus mengatur hadiah dalam penghimpunan dana di LKS. Dari beberapa jurnal yang ada masih terdapat beberapa LKS yang tidak patuh terhadap prinsip syariah khususnya yang menggunakan akad mudharabah dimana dana pemberian hadiah oleh LKS tidak milik LKS sendiri dan menimbulkan gharar/ketidakjelasan sumber dana hadiah, karena akad mudharabah ini harta nasabah dikelola oleh LKS dan nisbah di bagi antara LKS dengan nasabah serta sumber dananya dari nisbah milik nasabah atau dari LKS-nya. Tulisan ini dibuat untuk memahami produk tabungan berhadiah yang menggunakan prinsip wadiah dan mudharabah. Jenis penelitian ini yaitu kepustakaan dimana diartikan sebagai suatu penelitian yang dilakukan di perpustakaan dengan memakai berbagai referensi buku, jurnal dan berbagai artikel terbaik dan terbaru. Setelah seluruh data yang sudah dikumpulkan ini, selanjutnya di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan tujuan untuk menjelaskan, menguraikan, dan menggambarakan produk tabungan wadi’ah mudharabah berhadiah yang ada dalam Lembaga Keuangan Syariah pada saat ini dan kesesuaiannya dengan aturan-aturan yang berlaku. Aktivitas ekonomi syariah di LKS pada produk tabungan berhadiah harus berdasar pada ketentuan hukum Islam atau prinsip syariah yaitu Fatwa DSN-MUI yang secara khusus mengatur hadiah dalam penghimpunan dana di LKS. Dari beberapa jurnal yang ada masih terdapat beberapa LKS yang tidak patuh terhadap prinsip syariah khususnya yang menggunakan akad mudharabah dimana dana pemberian hadiah oleh LKS tidak milik LKS sendiri dan menimbulkan gharar/ketidakjelasan sumber dana hadiah, karena akad mudharabah ini harta nasabah dikelola oleh LKS dan nisbah di bagi antara LKS dengan nasabah serta sumber dananya dari nisbah milik nasabah atau dari LKS-nya. 
Studi Komparatif Antara Jual Beli ‘Īnah Dan Murābaḥah Li Al-Āmir Bi Al-Shirā’ Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Kholistyah, Uswatun; Fuadi, Rial
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i1.1346

Abstract

Murābaḥah is one of the key instruments in Islamic financing, yet it is often perceived as indistinguishable from conventional credit systems. Issues such as the use of wakālah contracts and the unclear ownership status of goods by the bank have led to assumptions that this practice resembles ‘īnah transactions, which are widely criticized as a disguised form of riba (usury). This study investigates the legal status and substantive differences between the contracts of ‘īnah sale and murābaḥah li al-āmir bi al-shirā’ from the perspective of Islamic economic law. Using a qualitative method with a normative-conceptual approach, the research is based on classical and contemporary literature. The findings reveal that although the two contracts share structural similarities, they differ significantly in terms of concept, legal implications, and underlying rationale (‘illah). Murābaḥah li al-āmir bi al-shirā’ is considered more consistent with Islamic legal principles, emphasizing justice, transparency, and the avoidance of riba. These findings contribute to the development of Islamic financing models that better align with the fundamental objectives of Sharia.  Keywords: Bay‘ al-‘Īnah, Murābaḥah li al-Āmir bi al-Shirā’, Islamic Economic Law.
IMPLEMENTASI HYBRID CONTRACT DI PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF FATWA DSN MUI Agus Susehno; Rial Fuadi
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 01 (2024): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v8i01.6486

Abstract

Perbankan syariah dituntut untuk bisa melahirkan produk yang inovatif dan bisa memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin kompleks. Di antara produk yang harus dioptimalkan dalam mengumpulkan dana maupun pembiayaan di perbankan Syariah adalah produk Perbankan yang berbasis hybrid contract, yaitu produk yang dibangun di atas dua akad atau lebih. Namun, implementasi hybrid contract di Perbankan Syariah masih sangat terbatas, bahkan implementasi produk yang berbasis hybrid contract terkadang belum memenuhi semua ketentuan-ketentuan akad dalam fatwa DSN MUI. Oleh karena itu, peneliti ini ingin menganalisis implementasi hybrid contract di BPRS Dana Amanah Surakarta untuk mengetahui sejauh mana optimalisasi akad berbasis hybrid contract kemudian penulis mencoba menganalisa akad yang berbasis hybrid contract berdasarkan ketentuan fatwa DSN MUI. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode penelitian lapangan. Data primer dikumpulkan dengan metode wawancara dan studi dokumen utama berupa SOP di BPRS terkait yang dibandingkan dengan ketentuan produk perbankan yang telah difatwakan oleh DSN MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Dana Amanah memiliki 18 (delapan belas) produk penggalangan dana dan pembiayaan. Dari 18 (delapan belas) produk di BPRS Dana Amanah, ada 7 (tujuh) produk yang berbasis hybrid contract, yaitu tabungan iB Hebat Berhadiah, Tabungan iB Ukhuwah Berhadiah, Pembiayaan Sertifikasi Guru Hebat, Pembiayaan Hebat Developer, Pembiayaan Asset Refinancing, Pembiayaan Porsi Haji, dan Pembiayaan Umroh Hebat. Semua produk secara umum telah sesuai dengan ketentuan yang telah difatwakan DSN MUI, kecuali satu produk yang belum ada fatwa DSN MUI secara spesifik, karena akad yang digunakan adalah ijarah paralel pada pembiayaan Umroh Hebat.
The Role of BAZNAS in Empowering Communities Affected by the Recession through the Mustahik Economic Empowerment Institute Muhammad Khoiru Sa'i; Muh. Nashirudin; Rial Fuadi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): JIEI : Vol.9, No.2, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i2.8706

Abstract

The purpose of this essay is to provide a deeper knowledge of the function of BAZNAS through Mustahik Economic Empowerment Institute and funds for Zakat, Infak, and Sedelah (ZIS) were distributed during the recession. This research is library research, i.e., research conducted in libraries utilizing library research data collection techniques derived from secondary data, i.e., data gathered indirectly by researchers (research object), however from a different source, such as books, websites, audit financial reports for 2020 and 2021, target achievement pillars of collection in the BAZNAS RI Strategic Plan (Renstra) for 2020-2025, Central Bureau of Statistics (BPS) data for 2020 and 2021, journals, documents, regulations related to objects research. The distribution of zakat funding through the Mustahik Economic Empowerment Institute (LPEM), which played a critical role in empowering communities affected by the recession due to the Covid-19 pandemic, is carried out in both rural and urban areas. The distribution and distribution of Zakat, Infaq, and Alms (ZIS) funds conducted by BAZNAS in 2020 and 2021 have been granted to mustahik, particularly the poor who are truly afflicted by the recession, and in compliance with applicable legislation. Infaq and alms funds declined as a result of the worsening Indonesian economy, whereas zakat funds received by BAZNAS in 2020 and 2021 grew.