Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SPAGHETTI BERBAHAN DASAR TEPUNG JAGUNG PULUT GORONTALO DAN TEPUNG LABU KUNING Supu, Nur Zenab K.; Liputo, Siti Aisa; Bait, Yoyanda; Saman, Widya Rahmawaty; Olomia, Yayan K; Paputungan, Sugi S; Tahir, Nadela; Botutihe, Dea D
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu varietas jagung yang dibudidayakan di Gorontalo yaitu jagung pulut lokal Gorontalo. Pemanfaatan jagung pulut ini masih kurang bervariasi, sehingga diperlukan inovasi olahan yang memanfaatkan jagung pulut Gorontalo sebagai bahan baku utama pembuatan produk yaitu produk spaghetti. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 kali ulangan untuk semua perlakuan dan menggunakan analisis ANOVA dan uji Duncan. Hasil dalam penelitian ini yaitu nilai daya serap air spaghetti tertinggi yaitu 6,92 pada perlakuan kontrol. Nilai cooking loss tertinggi yaitu 15, 67 pada spaghetti dengan konsentrasi tepung jagung pulut terbanyak. Sedangkan nilai elongasi tertinggi terdapat pada spaghetti yang menggunakan 100% tepung terigu (kontrol). Nilai kadar air tertinggi yaitu 10,05% pada spaghetti yang menggunakan 100% tepung terigu.Ssedangkan aktivitas antioksidan untuk semua perlakuan spaghetti memiliki nilai yang sama yaitu berada pada kisaran 131 ppm. Karakteritik organoleptik spaghetti meliputi rasa, warna, tekstur dan aroma. Nilai rasa, warna dan aroma spaghetti yang diberikan oleh panelis untuk semua perlakuan hampir sama kecuali nilai tekstur yang diberikan panelis berbeda untuk setiap perlakuan.Kata Kunci: Jagung Pulut Gorontalo, Labu Kuning, Spaghetti
Pengaruh Substitusi Tepung Beras dan Tepung Tapioka terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik Keripik Bayam Dahlan, Sakinah Ahyani; Bait, Yoyanda; Supu, Nur Zenab K.; Parumpa, Nuraidah Hi.Dg.; Olomia, Yayan; Botutihe, Dhea Detasya
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 01 (2023): Jurnal of agritech science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i01.1189

Abstract

In this study, spinach chips were made with various ratios of rice flour and tapioca flour with 3 replications for each treatment. Based on the results of the study, the chemical characteristics of spinach chips including water content, free fatty acid content and vitamin C had different values ​​for each treatment. The lowest water content value is found in spinach chips with the addition of 100% rice flour, which is 5.05%. While vitamin C levels were almost in spinach chips for all treatments. Organoleptic characteristics of spinach chips included taste, color, texture and aroma. The spinach chips with 100% rice flour competition had the highest score on the measurable criteria, taste and color. While on the aroma criteria, the spinach chips that have the most preferred texture by the panelists are in the ratio of 30% rice flour and 70% tapioca flour. Keywords: Spinach, Chips, Rice Flour and Tapioca Flour
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SOSIS AYAM DENGAN PENAMBAHAN GULA SORGUM Supu, Nur Zenab K.; Rachman, Agus Bahar; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.28343

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh gula sorgum dalam pembuatan sosis ayam. Metoode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan gula sorgum dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%,1,5%, 2% dan 2,5%. Analisis data yang digunakan berupa Analysis of Variant (ANOVA) dan uji banding Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kadar abu sosis ayam memiliki nilai tertinggi dengan penambahan 2,5% gula sorgum, namun menurunkan kadar air sosis ayam. Sedangkan penambahan gula sorgum tidak berpengaruh terhadap kadar protein, lemak dan daya ikat air. Penambahan gula sorgum tidak memberikan pengaruh terhadap parameter tekstur. Pengujian organoleptik meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Sosis ayam dengan konsentrasi 2% dan 2,5% memiliki penilaian yang tinggi dari segi rasa dan warna. Hasil penerimaan rasa berkisar 5,10 (agak suka) sampai 5,70 (suka) dan nilai warna berkisar 4,13 (netral)-5,00 (agak suka). Pada kriteria aroma dan tekstur memiliki hasil yang hampir sama untuk tiap perlakuan.