Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Identifikasi Kadar Air Sagu Kering dan Sagu Basah Setelah Penyimpanan dan Pengeringan Sakinah Ahyani Dahlan; Widya Rahmawaty Saman; Kyenky Anjelin Mokodompit; Aprilia Pakaya; Siti Rahmatia Hikmawati; Sulistiani Muti
Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.22 KB)

Abstract

Sagu berpotensi sebagai sumber daya pengembangan pedesaan di daerah rawa tropis. Hal tersebut didukung oleh nilai sagu sebagai bahan pangan utama untuk beberapa daerah khususnya di Timur Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik sagu basah dan sagu kering, penyimpanan produk sagu basah dan sagu kering, serta nilai kadar air produk sagu basah dan sagu kering kemudian membandingkan dengan SNI Kadar Air produk sejenis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil uji kadar air yang dilakukan memperoleh data kadar air sagu kering  dan sagu basah masing-masing sebesar 17,473% dan  14,577%. Uji karakteristik warna pada sagu terdapat perbedaan pada sagu basah dan sagu kering dimana pada sagu memiliki warna agak putih kekuning-kuningan sedangkan sagu kering berwarna agak kecoklatan hal ini diduga karena pengaruh suhu atau panas yang digunakan untuk pengeringan, dan untuk tektur pada sagu kering  memiliki tekstur kasar seperti tepung sedangkan sagu basah memiliki tekstur sedikit lembut dan lembab.
Pengaruh Sanitasi Terhadap Cemaran Bakteri pada Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pasar Sentral Kota Gorontalo Iqfina Fatima; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Ni Kadek Yulia Trisnawati; Nur’Indah Parwansyah Sangketa; Lisna Ahmad; Suryani Une; Sakinah Ahyani Dahlan
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh sanitasi terhadap ucemaran mikroba pada ikan tongkol di Pasar Sentral kota Gorontalo, 2) kandungan kadar air terhadap ikan tongkol di Pasar Sentral kota Gorontalo 3) nilai pH pada ikan tongkol di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan sampel diambil pada 3 lokasi di Pasar Sentral kota Gorontalo dengan metode teknik sampling acak sederhana. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan media selektif Nutrient Agar (NA)  didapat nilai rata-rata TPC pada pedagang S1 yaitu, 1,98 x 105 CFU/g, S2 yaitu, 2,05 x 105 CFU/g, dan S3, yaitu 2,45 x 105 CFU/g, hal ini disebabkan oleh masalah sanitasi lingkungan pasar Sentral yang kurang baik. Nilai kadar air pada pedagang S1, yaitu sebanyak 56,21%, S2 sebanyak 63,70%dan S3 sebanyak 67,92%. Nilai rata-rata pH pada pedagang S1 yaitu 5,95, S2 yaitu 6,02 dan S3 yaitu 6,03. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia, ikan tongkol yang dijual di Pasar Sentral Kota Gorontalo masih layak dikonsumsi.
KARATERISTIK FISIKOKIMIA PADA PEMBUATAN TEH BUNGA GUMITIR Dahlan, Sakinah Ahyani; Bait, Yoyanda; Nusi, Nurhidayah; Mahmud, Nurhayati; Syaidah, Syaidah
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh durasi pengeringan terhadap kualitas teh bunga Gumitir yang dibuat sebagai alternatif teh herbal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu pengeringan: P1 (4 jam), P2 (6 jam), dan P3 (8 jam). Parameter yang diukur meliputi rendemen, pH, total padatan terlarut, kadar air, serta atribut organoleptik seperti rasa, warna, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan selama 4 jam (P1) menghasilkan nilai rendemen tertinggi (71%), pH tertinggi (6,3445), kadar air optimal sesuai SNI (10%), dan nilai organoleptik yang lebih disukai panelis dibandingkan durasi pengeringan lainnya. Sebaliknya, pengeringan 8 jam (P3) menghasilkan penurunan pada sebagian besar parameter yang diukur. Dengan demikian, pengeringan selama 4 jam merupakan perlakuan terbaik untuk pembuatan teh bunga Gumitir, menghasilkan kualitas produk yang optimal baik dari segi fisik maupun organoleptik.
Pengaruh Penambahan Maltodekstrin terhadap Karakteristik Fisikokimia Minuman Instan Buah Nangka (Artocarpus integra) Amelia, Dwi Cahyani; Dahlan, Sakinah Ahyani; Bait, Yoyanda; Nalole, Jihan Alqirah; Ali, Annastasya Amalia R.
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk minuman instan merupakan produk olahan yang mudah dan membutuhkan waktu yang singkat dalam penyajiannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memanfaatkan pangan hortikultura yakni buah nangka dalam pembuatan serbuk minuman instan, namun pembuatan minuman instan melewati proses pemgkristalan sehingga karakteristik akan menurun sehingga dilakukan penambahan maltodekstrin. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yakni penambahan konsentrasi maltodekstrin 0%, 5%, 10% dan 15% dan diuji vitamin C, derajat keasaman (pH), Total Padatan Terlarut,  waktu larut dan organoleptik. Hasil yang didapatkan dari pengujian tersebut penambahan konsentrasi maltodekstrin 0% menghasilkan nilai vitamin C sebesar 2,54 mg/100, nilai ph sebesar 6,15, nilai total padatan terlarut 26,5obrix, waktu larut 02:07 menit, penerimaan rasa, aroma, warna dan tekstur berturut-turut adalah 4,00, 4,20, 4,73, dan 4,00, penambahan konsentrasi maltodekstrin 5% menghasilkan nilai vitamin C sebesar 5,13 mg/100 nilai ph sebesar 5,95, nilai total padatan terlarut 28obrix, waktu larut 01:08 menit, penerimaan rasa, aroma, warna dan tekstur berturut-turut adalah 4,07, 4,27, 4,87, dan 4,07, penambahan konsentrasi maltodekstrin 10% menghasilkan nilai vitamin C sebesar 3,52 mg/100, nilai ph sebesar 5,85, nilai total padatan terlarut 31,5obrix, waktu larut 00:45 detik, penerimaan rasa, aroma, warna dan tekstur berturut-turut adalah 4,13, 4,33, 5,13, dan 4,13 dan  penambahan konsentrasi maltodekstrin 15% menghasilkan nilai vitamin C sebesar 3,91 mg/100, nilai ph sebesar 5,7, nilai total padatan terlarut 34obrix, waktu larut 00:18 detik, penerimaan rasa, aroma, warna dan tekstur berturut-turut adalah 4,20, 4,40,  4,93 dan  4,27.
Pengaruh Penyimpanan pada Suhu Ruang dan Suhu Dingin terhadap Karakter Fisik Pisang Dahlan, Sakinah Ahyani; Saman, Widya Rahmawaty; Limonu, Marleni; Panggi, Husain; Amelia, Dwi Cahyani
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v9i1.1342

Abstract

Penyimpanan produk pertanian berupa pisang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan kualitas sebelum pemasaran, mencegah pasokan berlebihan ke pasar, dan memperpanjang periode pemasaran komoditas pisang. Umumnya pisang mengalami kerusakan akibat pola respirasi yang terjadi pada setiap produk pangan khususnya komoditi hortikultura yang diakibatkan oleh pematangan sel terutama setelah komoditi tersebut dipanen. Penanganan pascapanen pada komoditi buah segar membutuhkan teknik yang baik mengingat buahan segar merupakan produk yang lebih sensitif dibandingkan produk lain, karena nilai kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ruangan dan suhu dingin terhadap karakteristik fisik pisang Barangan, pisang Uli, pisang Kepok, dan pisang Goroho. Penelitian ini dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan 4 jenis pisang yang berbeda selama penyimpanan 10 hari pada 2 suhu yang berbeda yaitu suhu dingin dan suhu ruangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik fisik seperti penampilan visual pisang pada suhu penyimpanan ruangan mengalami penurunan warna lebih cepat dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu dingin. Hasil lainnya adalah penurunan berat pisang yang disimpan pada suhu ruangan diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan pisang yang disimpan pada suhu dingin. Data mengenai diameter pisang menunjukkan bahwa yang disimpan pada suhu ruangan menurun lebih rendah dibandingkan pada suhu dingin. Perubahan rasa pisang yang disimpan pada suhu ruangan lebih cepat dibandingkan pada suhu dingin.
PENGUJIAN TOTAL PLATE COUNT DALAM PEMBUATAN BAKSO IKAN KEMBUNG BERBAHAN DASAR TEPUNG SAGU DENGAN PENAMBAHAN DAUN SALAM Dahlan, Sakinah Ahyani
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 02 (2023): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i02.1293

Abstract

Fish is an economical protein source with significant nutritional value, providing easily digestible protein and versatile cooking options. A popular modified version of processed mackerel is the fish ball or 'bakso,' commonly found in Indonesian cuisine. Bakso, a prevalent type of meatball, is crafted using mackerel and substituting flour, often opting for sago flour. Sago flour, as a food ingredient, can be consumed directly or incorporated into various food industry applications. Ongoing research is dedicated to exploring natural preservatives as an alternative to chemical preservatives due to their adverse effects. Research findings suggest that bay leaf extract can prolong the shelf life of mackerel fish balls stored at room temperature for up to 36 hours. Bay leaves exhibit antibacterial properties against pathogenic bacteria. Total Plate Count (TPC) testing in a laboratory stands out as a method for detecting and analyzing microbial content in food.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERUBAHAN KIMIA BUAH ALPUKAT PASCA PANEN Dahlan, Sakinah Ahyani; Kasim, Rahmiyati; Liputo, Siti Aisa; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Kolopita, Bima Aditya; Budjang, Fahtunnisah; Sompa, Sri Eka Putri; Iman, Putri Riskia; Yasin, Moh. Taufik
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.26033

Abstract

Alpukat merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Buah Alpukat (Persea americana Mill.) termasuk komoditi buah-buahan dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Di lain pihak terdapat permasalahan pascapanen yaitu buah alpukat mudah rusak sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan daya simpan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan pada buah alpukat dan untuk menganalisa pengaruh suhu yang berbeda pada buah alpukat. Rancangan percobaan yang akan digunakan dalam praktikum ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua Faktorial.. Yaitu faktor 1 adalah Lama penyimpanan  yaitu A0 (0 hari), P=A1 (3 hari) A2 (6 hari) dan P3 (9 hari). Dan faktor 2 Suhu penyimpanan yaitu F1 (100C), F2 (200C), F3 (300C). Setiap perlakuan diulang 3. Hasil penelitian pada vitamin C terjadi penurunan yaitu  123,28-46,97. Pada total gula terjadi penurunan yaitu 3,1-1. Pengujian total asam tertitrasi mengalami penurunan yaitu 5,37-0,56. Pada kadar air nilai yang dihasilkan yaitu 71,82%-40,80%. Dan pada susut bobot menghasilkan nilai 18.56 – 6,87.
Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat Terhadap Lama Waktu Fermentasi Dan Kandungan Gizi Tempe Sorgum (Sorghum bicholor) Samai, Ulfiyah Rustam; Une, Suryani; Ahyani, Sakinah Dahlan
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.26998

Abstract

Penelitian pemanfaatan biji sorgum sebagai tempe sudah banyak dilakukan, akan tetapi belum ada pengoptimalan waktu fermentasi tempe biji sorgum tersebut. Untuk mempercepat proses fermentasi dapat dilakukan dengan penambahan asam organik salah satunya adalah asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeahui pengaruh konsentrasi asam sitrat terhadap lama waktu fermentasi dan kandungan gizi serta uji hedonik pada tempe sorgum (Sorghum bicolor L.). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Langkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan  yaitu: K0 = kontrol, K1 = asam sitrat 1%, K2 = asam sitrat 2% dan K3 = asam sitrat 3%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data analisis dengan uji Sidik Ragam atau Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi asam sitrat berpengaruh nyata terhadap Waktu fermentasi, kadar protein, kadar air, dan nilai pH tempe sorgum. Waktu fermentasi paling singkat diperoleh pada perlakuan asam sitrat 1% yaitu 18 jam, kadar protein 15,11% dan kadar air 55,45%. Hasil uji organoleptik tempe sorgum untuk warna dan aroma agak suka, rasa suka dan tekstur agak tidak suka.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DALAM PEMBUATAN MINUMAN HERBAL IMUNOSTIMULAN DI DESA POPODU Saman, Widya Rahmawaty; Isra, Muhammad; Dahlan, Sakinah Ahyani; Panjaitan, Devina R.M; Safriyani, Dwy; Demo, Maryam E.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan menjadi isu penting dalam pembangunan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan dan ekonomi global. Diversifikasi pangan lokal berbasis sumber daya alam seperti Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi salah satu strategi dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Desa Popodu di Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi TOGA yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah TOGA menjadi minuman herbal imunostimulan. Metode pelaksanaan meliputi survei potensi TOGA, sosialisasi dan penyuluhan kesehatan, pelatihan pengolahan minuman herbal, serta evaluasi melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait manfaat TOGA dan keterampilan dalam pengolahan produk. Evaluasi kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas peserta menyatakan materi mudah dipahami, metode penyampaian menarik, dan kegiatan memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan dan kesehatan keluarga. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan fungsional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan produk minuman herbal rumahan.
Type of Packaging Bags and their Impacts on the Post-Harvest Quality of Sorghum (Sorghum bicolor L.) Dahlan, Sakinah Ahyani; Saman, Widya Rahmawaty
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 1 (2025): Journal Of Agritech Science -Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i1.1471

Abstract

The primary objective of this study is to explore how different packaging bag types affect the storage duration of sorghum seeds during the post-harvest phase of sorghum (Sorghum bicolor L.). The storage process plays a pivotal role in determining the quality of sorghum seeds until they are ultimately consumed. This significance arises from the heightened risk of fungal infestation during this stage, primarily influenced by storage conditions, including the type of packaging utilized. The research involves identifying fungi, specifically belonging to the Aspergillus sp. group, known for their association with storage fungi. These fungi were directly isolated from dried sorghum seeds. The study follows a descriptive methodology, and data analysis is performed using SPSS Descriptive. The presence of fungi from the Aspergillus sp. group in all sorghum samples suggests that the chosen packaging was ineffective in safeguarding the sorghum seeds during storage.