Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Induced Lactation and Its Effects on Mahram Relationships from The Perspective of Jurisprudence Scholars Angreani, Santi; arma, hariri ocviani
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.8752

Abstract

The latest studies in the field of health, especially in the field of breastfeeding, which provides opportunities for women to breastfeed babies without going through the process of pregnancy and childbirth. This research uses the type of library research (Library Research). The book of fiqh scholars as a primary source, while for secondary sources, the author uses the opinions of contemporary scholars, books, journals, and other supporting books. The results of the analysis obtained that the law of using the method of induction of lactation in a barren woman or girl is ibahah as long as there is no harm to the breastfeeder and the suckling. Some scholars say that there is a mahram relationship between the mother of the milk and her brothers and sisters, while some scholars say that there is no effect of induced lactation on the mahram relationship. The author's opinion on this khilafiah issue is more inclined towards the opinion of the scholars who say that there is a mahram relationship between the two of them and their brothers and sisters because the source of the milk is from the same woman, while the husband of the mother of the milk does not result in a mahram relationship because the milk comes out not because of wata' with her husband and the child is not part of her husband.
LARANGAN MENIKAHI MANTAN ISTRI ATAU SUAMI DARI KELUARGA SATU DATUAK DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN Arma, Hariri Ocviani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25809

Abstract

Adanya aturan adat yang melarang seseorang menikahi mantan istri atau mantan suami dari teman satu datuak di Kenagarian Aia Gadang Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan penelitian ini mengetahui latar belakang terjadinya larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari teman satu datuak dan apa tujuan dari larangan tersebut serta bagaimana larangan itu ditinjau dari Undang- Perkawinan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka digunakan jenis penelitian lapangan dan pendekatan sosio legal research dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, latar belakang larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari keluarga satu datuak adalah karena pernikahan tersebut menimbulkan konflik antara seseorang yang menikah dengan mantan istri dari keluarga satu datuaknya dengan keluarga satu datuaknya tersebut, maka diberlakukanlah larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari keluarga satu datuak. Kedua, tujuan larangan tersebut agar tidak adanya perpecahan antara keluarga satu datuak yang diibaratkan sebagai saudara kandung sendiri. Ketiga, tinjauan hukum Islam tentang larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari keluarga satu datuak adalah termasuk kepada al-urf al- fasid karena bertentangan dengan nas dan kaidah-kaidah dasar yang ada dalam syara, dan ditinjau dalam Undang-Undang Perkawinan termasuk kepada peraturan lain.
LARANGAN MENIKAHI MANTAN ISTRI ATAU SUAMI DARI KELUARGA SATU DATUAK DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN Arma, Hariri Ocviani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25924

Abstract

Adanya aturan adat yang melarang seseorang menikahi mantan istri atau mantan suami dari teman satu datuak di Kenagarian Aia Gadang Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan penelitian ini mengetahui latar belakang terjadinya larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari teman satu datuak dan apa tujuan dari larangan tersebut serta bagaimana larangan itu ditinjau dari Undang- Perkawinan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka digunakan jenis penelitian lapangan dan pendekatan sosio legal research dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, latar belakang larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari keluarga satu datuak adalah karena pernikahan tersebut menimbulkan konflik antara seseorang yang menikah dengan mantan istri dari keluarga satu datuaknya dengan keluarga satu datuaknya tersebut, maka diberlakukanlah larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari keluarga satu datuak. Kedua, tujuan larangan tersebut agar tidak adanya perpecahan antara keluarga satu datuak yang diibaratkan sebagai saudara kandung sendiri. Ketiga, tinjauan hukum Islam tentang larangan menikahi mantan istri atau mantan suami dari keluarga satu datuak adalah termasuk kepada al-urf al- fasid karena bertentangan dengan nas dan kaidah-kaidah dasar yang ada dalam syara, dan ditinjau dalam Undang-Undang Perkawinan termasuk kepada peraturan lain.