Abstrak. Kelurahan Lapadde merupakan salah satu kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Ujung, Kotamadya Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan yang fokus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap anak jalanan (anjal), gepeng, dan pengemis yang meresahkan warga. Program ini selaras dengan program Pemerintah Kotamadya Parepare melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Sosial. Salah satu program yang dilakukan adalah home visit untuk mengurai dan mengurangi maraknya anak jalanan, gepeng, dan pengemis. Fokus dari program ini adalah pendataan untuk mengembalikan anjal, gepeng, dan pengemis ke bangku sekolah karena mayoritas mereka masih berada dalam kategori usia sekolah. Program ini sangat baik hanya saja perlu diiringi dengan program tambahan karena permasalahan anjal, gepeng, dan pengemis juga berkaitan dengan faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Hal ini juga dikuatkan oleh banyaknya anjal, gepeng, dan pengemis yang tidak ingin lagi kembali ke sekolah formal. Alasan ini mengharuskan adanya langkah konkret dari pemerintah setempat melalui pendidikan nonformal melalui pemberian keterampilan dan skill tambahan kepada anjal, gepeng, dan pengemis sesuai dengan passionnya. Salah satu hal yang bisa dilalukan adalah pemberian literasi digital berupa pendampingan menjadi content creator yang sesuai dengan kondisi zaman dan perkembangan teknologi. Literasi digital diberikan sesuai dengan passion mereka yang memiliki bakat menyanyi tapi tersalurkan di jalanan. Melalui literasi digital, anjal, gepeng, dan pengemis diharapkan mampu mengelola kanal youtube yang diisi dengan lagu dan video rekaman. Persoalan yang dihadapi mitra selama ini adalah mitra belum memiliki pengetahuan membuat kanal youtube, mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengelola kanal youtube, belum memiliki pengetahuan/keterampilan menentukan content youtube, mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengambil gambar video, dan mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengedit video. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut adalah: 1) memberikan pengetahuan tentang literasi digital dan content creator, sekaligus mengajar cara membuat channel youtube, 2) memberikan pelatihan/keterampilan cara mengisi content youtube, 3) memberikan pelatihan/pengetahuan cara mengelola kanal youtube, 4) memberikan pengetahuan yang memadai untuk mengambil gambar content youtube, dan 5) memberikan pengetahuan yang memadai tentang pengeditan video content youtube. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah: 1) mitra sudah bisa membuat sebuah kanal youtube, 2) mitra sudah bisa mengelola kanal youtube, 3) mitra sudah bisa menentukan isi kanal youtube, 4) mitra sudah mengambil gambar, dan 5) mitra sudah bisa mengedit video.