Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN CORPORATE IMAGE DAN TRUST DALAM MEMEDIASI PENGARUH SOCIAL MEDIA INFLUENCER TERHADAP BEHAVIOURAL INTENTION E-PAYMENT Ryan; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.24187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dari Corporate Image dan Trust dalam memediasi pengaruh Social Media Influencer terhadap Behavioural Intention E-Payment OVO di Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penguna E-Payment OVO di Jakarta. Penelitian ini menggunakan 193 pengguna E-Payment OVO sebagai responden. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square-Strustural Equation Modelling (PLS-SEM) sebagai metode teknik analisis data. Penelitian ini menunjukkan bahwa Social Media Influencer, Corporate Image, dan Trust berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap Behavioural Intention, lalu Social Media Influencer memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap Corporate Image dan Trust. Social Media Influencer berpengaruh secara tidak langsung dan signifikan positif terhadap Behavioural Intention melalui Corporate Image dan Trust sebagai variabel mediasi.   This study aims to examine the role of Corporate Image and Trust in mediating the effect of Social Media Influencer on Behavioural Intention E-Payment OVO in Jakarta. The population of this study is all users of E-Payment OVO in Jakarta. This study employs 193 users as the respondents. The data collection has been conducted by using a convenience sampling method. This research analyses the data by using the Structural Equation Modelling (SEM) with Partial Least Square (PLS). The research showed that Social Media Influencer, Corporate Image, and Trust had a positive and significant impact on Behavioural Intention, then Social Media Influencer had a positive and significant impact on Corporate Image and Trust. Social Media Influencer has a significant indirect impact on Behavioural Intention through Corporate Image and Trust as an mediating variable.
Pendampingan Kreasi Youtube bagi Anak Jalanan di Kota Pare-Pare Hasriani; Ryan; Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i1.8601

Abstract

Abstrak. Kelurahan Lapadde merupakan salah satu kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Ujung, Kotamadya Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan yang fokus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap anak jalanan (anjal), gepeng, dan pengemis yang meresahkan warga. Program ini selaras dengan program Pemerintah Kotamadya Parepare melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Sosial. Salah satu program yang dilakukan adalah home visit untuk mengurai dan mengurangi maraknya anak jalanan, gepeng, dan pengemis. Fokus dari program ini adalah pendataan untuk mengembalikan anjal, gepeng, dan pengemis ke bangku sekolah karena mayoritas mereka masih berada dalam kategori usia sekolah. Program ini sangat baik hanya saja perlu diiringi dengan program tambahan karena permasalahan anjal, gepeng, dan pengemis juga berkaitan dengan faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Hal ini juga dikuatkan oleh banyaknya anjal, gepeng, dan pengemis yang tidak ingin lagi kembali ke sekolah formal. Alasan ini mengharuskan adanya langkah konkret dari pemerintah setempat melalui pendidikan nonformal melalui pemberian keterampilan dan skill tambahan kepada anjal, gepeng, dan pengemis sesuai dengan passionnya. Salah satu hal yang bisa dilalukan adalah pemberian literasi digital berupa pendampingan menjadi content creator yang sesuai dengan kondisi zaman dan perkembangan teknologi. Literasi digital diberikan sesuai dengan passion mereka yang memiliki bakat menyanyi tapi tersalurkan di jalanan. Melalui literasi digital, anjal, gepeng, dan pengemis diharapkan mampu mengelola kanal youtube yang diisi dengan lagu dan video rekaman. Persoalan yang dihadapi mitra selama ini adalah mitra belum memiliki pengetahuan membuat kanal youtube, mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengelola kanal youtube, belum memiliki pengetahuan/keterampilan menentukan content youtube, mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengambil gambar video, dan mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan mengedit video. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut adalah: 1) memberikan pengetahuan tentang literasi digital dan content creator, sekaligus mengajar cara membuat channel youtube, 2) memberikan pelatihan/keterampilan cara mengisi content youtube, 3) memberikan pelatihan/pengetahuan cara mengelola kanal youtube, 4) memberikan pengetahuan yang memadai untuk mengambil gambar content youtube, dan 5) memberikan pengetahuan yang memadai tentang pengeditan video content youtube. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah: 1) mitra sudah bisa membuat sebuah kanal youtube, 2) mitra sudah bisa mengelola kanal youtube, 3) mitra sudah bisa menentukan isi kanal youtube, 4) mitra sudah mengambil gambar, dan 5) mitra sudah bisa mengedit video.
Strategi Diplomasi Budaya dalam Pembelajaran BIPA melalui Representasi Nilai Budaya Tradisi Ruwat Rambut Gimbal Muhafid; Dian; Ryan
Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding of International Conference on Cultures & Languages 2025 729-744
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facing the era of globalization like today, Indonesia's cultural assets are attractiveness and strategic potential in international diplomacy. Indonesia's cultural diplomacy strategy has great potential, and one of its effective instruments is the learning of the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) that integrates local traditions, such as Wat Hair Dreadlocks. However, research on the effectiveness of this tradition integration in the context of BIPA as a cultural diplomacy tool is still limited. This study aims to formulate cultural diplomacy strategies that can be applied in BIPA learning through the representation of the cultural value of the Ruwat Hair tradition. This research used a qualitative descriptive approach to analyzing cultural diplomacy strategies in learning BIPA. Data sources used are primary data and secondary data obtained through informants and a literature study from various literature as well as video analysis of the Dreadlocks Hair tradition. Data collection techniques are conducted with document interviews and analysis. To ensure the validity of the data, triangulation of the method is used as a validity technique, namely by comparing information from various different sources of data. The results show that the Ruwat Hair of Dreadlocks has a series of sacred and rich ritual processions of cultural values, like human relations cultural values with God; the cultural value of human relations with nature; the cultural value of human relations with society; the cultural value of human relations with other humans; the cultural value of human relations with itself. This tradition was successfully packed into global attractiveness. By becoming an integral part of Dieng Culture Festival (DCF), this tradition is not only preserving local cultures, but also attracting the attention of tourists who prove that local culture can become a strategic power in promoting Indonesia's positive image, strengthening diplomatic relations, and displaying the wealth of the nation's cultural identity in the international level.