Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi terhadap fungsi Human Resource Development (HRD), khususnya melalui penggunaan Human Resource Information System (HRIS) dan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam berdasarkan pengalaman dan persepsi informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi HRIS dan AI memberikan dampak positif terhadap efektivitas dan efisiensi pengelolaan SDM. HRIS mampu meningkatkan efisiensi administrasi, menyediakan akses data secara real-time, mengurangi human error, serta meningkatkan transparansi informasi karyawan. Sementara itu, AI berperan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui otomatisasi rekrutmen, analisis kinerja berbasis data, prediksi kebutuhan SDM, serta rekomendasi pengembangan karyawan. Selain itu, digitalisasi juga mendorong perubahan peran HRD dari fungsi administratif menjadi mitra strategis dalam organisasi serta meningkatkan employee experience. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam implementasi digitalisasi HRD, seperti keterbatasan kompetensi digital, resistensi terhadap perubahan, kebutuhan pelatihan SDM, serta kekhawatiran terhadap otomatisasi. Selain itu, kesiapan infrastruktur dan keamanan data menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat, dukungan manajemen, serta peningkatan kapasitas SDM agar digitalisasi HRD dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.