Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Pernikahan Rentang Usia 28-40 Tahun Nanda Istiqomah; Winarto; Mochamad Akbar Bangkit
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v6i1.2610

Abstract

Pernikahan merupakan bagian dari kehidupan seseorang dan fase penting pada masa tertentu. Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir semakin marak fenomena penundaan pernikahan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penundaan pernikahan rentang usia 28-40 tahun. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif jenis deskriptif. Ruang lingkup penelitian terbatas hanya pada individu yang belum menikah dan bertempat tinggal di kelurahan Pakunden Kota Blitar dengan rentang usia 28-40 tahun. Sumber data berjumlah 8 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penundaan pernikahan rentang usia 28-40 tahun yaitu: fokus merawat ibu yang sedang sakit, belum memiliki pekerjaan yang tetap atau serabutan, menjadi tulang punggung keluarga, fokus berkarier, trauma masa lalu, dan belum menemukan pasangan yang tepat.
RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN GAME EDUKASI BERBASIS ANDROID PADA MATERI BANGUN DATAR UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI JERUK 2 MIRI SRAGEN TAHUN AJARAN 2024/2025 Nanda Istiqomah; Hera Heru Sri Suryanti; Yudhistiro Pandu Widhoyoko
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32493

Abstract

This study employed a Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model. Data collection involved interviews, questionnaires, and documentation. Testing of the Android-based educational game learning media was conducted using the Blackbox Testing method and expert validation, converted using a Likert Scale. The results showed that the Android-based educational game learning media met the criteria of being very feasible according to media experts with a feasibility level of 89.33%. The validation by material experts with a feasibility level of 90.6%, with the criteria of being very feasible. The assessment by educators resulted in a percentage of 92.44%, with the criteria of being very feasible. Therefore, the educational game learning media is suitable for use as an alternative learning medium and entertainment tool for independent learning anytime and anywhere.
STRATEGI KONSELOR DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MORAL AUD AKIBAT DARI MEDIA SOSIAL TIKTOK Nanda Istiqomah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 1 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v1i2.3248

Abstract

Anak Usia Dini merupakan anak yang sedang berada di tingkat terendah dalam perkembangan. Anak mudah sekali terpapar pengaruh-pengaruh dari media sosial yang memiliki dampak negatif terhadap perkembangan moral. Hal ini karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik di mana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salah. Peran guru dalam menangani permasalahan moral sangat penting. Usaha yang dilakukan guru untuk menangani permasalahan moral anak ini adalah dengan memberikan bimbingan konseling melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Early Childhood is a child who is at the lowest level of development. Children are easily exposed to the influences of social media which have a negative impact on moral development. This is because children's intellectual development has not yet reached a point where they can learn or apply abstract principles of right and wrong. The role of the teacher in dealing with moral problems is very important. The effort made by the teacher to deal with this child's moral problem is to provide counseling guidance through role playing activities. This study uses a qualitative approach with descriptive methods by collecting data through observation and interviews.