Rahmawati, By Nur Hidayah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Disfungsionalis Ruang pada Arsitektur Kawasan Mall Ciwalk Bandung Sebtyani, Refa; Hartoety, Dianna Astrid; Rahmawati, By Nur Hidayah; Subki, Raksa Maulana
Jurnal Linears Vol 6, No 1 (2023): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v6i1.10560

Abstract

Mall sebagai sebuah bangunan komersial turut menyumbangkan perannya dalam peradaban sebuah kota, dengan menerapkan konsep dan daya tariknya tersendiri, mall mampu memikat masyarakat untuk menjadikannya sebagai tempat rekreasi dan tak hanya sebagai pusat perbelanjaan. Mall Cihampelas Walk dengan daya tariknya berupa konsep semi-outdoor dan komposisi massa yang dinamis membuat mall ini menarik untuk dikaji. Terindikasi melahirkan ruang-ruang negatif akibat adanya bentuk dinamis dari olahan massa juga tapak kawasan, menimbulkan hipotesa berupa ruang-ruang negatif yang mungkin terdapat pada beberapa bagian kawasan mall. Menerapkan metode kualitatiff verifikatif dengan pendekatan berupa observasi dan deskriptif komparatif, penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi arsitektur kawasan dengan teori-teori yang ada terkait disfungsional arsitektur kawasan dalam wujud ruang-ruang negatif, sehingga kemudian melahirkan evaluasi mengenai ruang-ruang terindikasi negatif tersebut. Proses evaluasi dilakukan guna menghasilkan bobot persentase ruang-ruang yang terindikasi negatif, sehingga dapat dinyatakan ruang mana yang memiliki bobot tertinggi dan memenuhi indikator ruang negatif, juga bagaimana cara mengatasi ruang tersebut sehingga mampu dimaksimalkan menjadi ruang yang positif atau fungsional.
PENERAPAN INFRASTRUKTUR HIJAU SEBAGAI SOLUSI LIMPASAN PERMUKAAN. (STUDI KASUS: JL.DR. DJUNDJUNAN PASTEUR, KOTA BANDUNG) Rahmawati, By Nur Hidayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The ongoing issue today is the lack of attention given to water management aspects (related to surface runoff and infiltration) as a crucial element that must be seriously considered in the spatial planning process. (UU No. 24 Tahun 1992). One of the problems often faced in urban areas is surface runoff, with rainwater being an example that can lead to flooding and damage to infrastructure. The rainfall that occurred in the city of Bandung, based on measurements at the Bandung Geophysical Station, falls within the criteria of dense to very dense, with an intensity of 77.7 mm. (in a period of about 1–1.5 hours). With the high rainfall, it often causes problems; one of the common issues faced is the overflow of rainwater, which can lead to flooding and damage to infrastructure. Another problem that often arises in urban areas is the increase in surfaces that cannot absorb water, such as asphalt and concrete, which means that rainwater cannot be adequately absorbed by the soil, potentially leading to flooding, water pollution, and damage to infrastructure. One of the green infrastructures that can be implemented to address this issue, particularly on Dr. Djunjunan Pasteur Street, is the Bioretention Swale. Keyword: Surface runoff, rainwater, Pasteur, green infrastructure, Bioretention Swale. Abstrak: Permasalahan yang masih berlangsung saat ini adalah kurang diperhatikannya aspek tata air (berkaitan dengan limpasan permukaan dan infiltrasi) sebagai bagian yang harus dipertimbangkan secara serius dalam proses perencanaan tata ruang (UU No. 24 Tahun 1992). Salah satu masalah yang sering dihadapi di kawasan perkotaan adalah limpasan permukaan, dan air hujan sebagai contoh yang dapat menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur. Curah hujan yang terjadi di Kota Bandung berdasarkan hasil pengukuran di Stasiun Geofisika Bandung termasuk dalam kriteria padat hingga sangat padat dengan intensitas 77,7 mm (dalam kurun waktu sekitar 1–1,5 jam). Dengan curah hujan yang tinggi tersbut, sering menimbulkan masalah, salah satu masalah yang sering dihadapi adalah limpahan air hujan, yang bisa menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur. Masalah lainnya yang sering muncul di daerah perkotaan adalah meningkatnya permukaan yang tidak bisa menyerap air, seperti aspal dan beton, sehingga air hujan tidak bisa diserap dengan baik oleh tanah, yang bisa menyebabkan banjir, pencemaran air dan juga kerusakan infrastruktur. Salah satu infrastruktur hijau yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut khususnya di Jl. Dr. Djunjunan pasteur adalah Bioretention Swale.Kata Kunci: Limpasan permukaan, air hujan, infrastruktur hijau, Bioretention Swale.