Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identification Of The Condition Of The Ship Wreck As A Diving Tourism Object In The Waters Of "Tawara" Bunaken National Park, North Sulawesi Province Karauwan, Maykel; Gumolili, Youdy
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.52089

Abstract

The coral reef ecosystem is a place to live, a place to breed, and even a place to find food for various kinds of marine biota, this is what makes this ecosystem a beautiful attraction as a tourist destination. In general, the waters of Bunaken Island, which are included in the Bunaken National Park Area, are one of the world's tourist destinations, which present coral reefs as a charm that can be enjoyed for their beauty and high level of biota diversity. The objectives of this research are: To identify the condition of existing shipwrecks; Identify corals attached to shipwrecks; and analyze the Suitability of diving tourism. The coral type Pocillopora verrucosa was found with a total of 45 colonies with an average growth of 7 cm, Ascidian Polycarpa Aurata the number of colonies found was 18 with an average growth of 3, Ascidian Didemnum mole the highest number of colonies found was 97 colonies with an average growth of 2 cm, while Cyphastrea microphthalmia number of colonies was 8 and the average growth was 3 cm. Analysis of tourism suitability for this location for diving tourism with an IKW value of 2.25, which based on the score means it is in the "suitable" category. Keywords: Tourism, Ship, Shipwreck, Bunaken, Coral Abstrak Ekosistem terumbu karang sebagai tempat hidup, tempat berkembang biak, bahkan tempat mencari makan berbagai macam biota laut, hal inilah yang menjadikan ekosistem ini memiliki daya tarik yang indah untuk dijadikan destinasi wisata. Secara umum perairan Pulau Bunaken yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken, adalah salah Destinasi wisata Dunia, yang menghadirkan Terumbu karang sebagai pesona yang dinikmati keindahannya dan tingkat keanekaragaman biota yang tinggi. Adupun tujuan dari penelitian ini yaitu : Mengidentifikasi kondisi kapal karam yang ada; Mengidentifikasi karang yang menempel pada kapal karam;  Menganalisis Kesesuaian wisata selam. Ditemukan karang berjenis Pocillopora verrucosa dengan jumlah koloni 45 dengan pertumbuhan rata-rata 7 cm,  Ascidian Polycarpa Aurata  jumlah koloni yang ditemukan 18 pertumbuhan rata-rata 3, Ascidian Didemnum mole jumlah koloni yang terbanyak ditemukan 97 koloni dengan pertumbuhan rata-rata 2 cm, sedangkan Cyphastrea microphthalma jumlah koloni 8 dan pertumbuhan rata-rata 3 cm. Ananlisis kesesuaian wisata untuk lokasi tersebut untuk wisata selam dengan nilai IKW, 2,25 yang berdasarkan skor artinya dalam kategori “sesuai”. Kata Kunci : Wisata, Kapal,  Karam, Bunaken, Karang
Pelatihan Pengenalan Biota Karang dan Penggunaan Peralatan Menyelam bagi Masyarakat di Desa Wisata Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara Karauwan, Maykel; Gumolili, Youdy; Oroh, Dannie; Kontu, Tommy; Rattu, Frans; Pongtuluran, Alma; Tulung, Easter
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2501

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini memperkuat kapasitas Desa Wisata Darunu, Wori—Minahasa Utara, dalam memandu ekowisata bahari melalui kombinasi sesi kelas dan praktik lapangan tentang ekologi terumbu karang serta penggunaan peralatan snorkeling/SCUBA yang aman. Kegiatan mencakup bioekologi pesisir (mangrove–lamun–terumbu), identifikasi biota terumbu lokal (karang keras/lunak dan fauna terkait), demonstrasi langsung peralatan selam, dan praktik simulasi, yang difasilitasi oleh dosen bersama asisten mahasiswa dan mitra desa. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan yang jelas dalam (i) literasi ekologi—peserta dapat membedakan kelompok karang utama dan menjelaskan fungsi terumbu, (ii) keterampilan dasar di dalam air dan pemahaman prosedur keselamatan SCUBA, (iii) pengembangan prototipe panduan interpretatif berbasis lokasi menggunakan foto dan video dari perairan Darunu, dan (iv) peningkatan kesadaran konservasi untuk mendukung tata kelola berkelanjutan yang dipimpin masyarakat. Secara keseluruhan, capaian-capaian ini memposisikan Darunu untuk mengurangi ketergantungan pada pemandu eksternal dan merancang penawaran ekowisata bahari yang terintegrasi dan bertanggung jawab yang sejalan dengan destinasi "hijau" yang lebih luas.