Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) Menggunakan Metode Spektrofotometer UV-Vis Hidayati, Evi Nurul; Aisyiah; Kinanti, Cahya Dewi; Masrul, Moh. Zahir
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.642

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, baik di darat maupun laut, Salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia adalah tanaman. Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan baik sebagai sumber pangan maupun sebagai obat. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah daun kelor (Moringa oleifera). Uji skrining fitokimia penting untuk dilakukan agar didapatkan informasi terkait metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak. Salah satu metabolit sekunder yang dipersyaratkan untuk menentukan kualitas suatu ekstrak etanol daun kelor adalah flavonoid. Oleh karena itu perlu dilakukan kuantifikasi kadar flavonoid yang terdapat pada ekstrak menggunakan metode Spektofotometer UV Vis. Pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia dan penentuan kadar flavonoid ekstrak etanol daun kelor. Ekstrak etanol daun kelor ini memiliki kandungan saponin, flavonoid, steroid dan fenol. Adapun kadar flavonoid total ekstrak ini adalah 0,1%. Ekstrak etanol daun kelor yang diteliti terbukti memiliki beberapa kandungan senyawa metabolit sekunder sehingga memiliki kecenderungan untuk dapat memberikan aktivitas biologis yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan.
The Influence Of Health Promotion On The Knowledge Of Women Of Fertilizing Age (WUS) In The Prevention Of Cervical Cancer In The Working Area Of The PUSKESMAS Purwodi II 2017 Anggrahini, Yuriska; Novelia, Shinta; Aisyiah; Putri, Nazwita Dewi
International Health Sciences Journal Vol. 1 No. 2 (2024): IHSJ Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Rajaki of Tulip Medika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61777/ihsj.v1i2.47

Abstract

Cervical cancer is a health problem that affects countries in the world, especially developing countries. In Indonesia, cervical cancer ranks second after breast cancer. Of the 33 provinces in Indonesia, the highest number of cervical cancer sufferers is in East Java, namely 21,313 cases with a mortality rate of 10.3%. Efforts to prevent cervical cancer are carried out by early detection of cervical cancer, but this is not widely known to the wider public. One method for disseminating information about preventing cervical cancer is through health promotion. This research was conducted to determine the effect of health promotion on WUS knowledge in preventing cervical cancer. This research took the form of a quasi-experiment with a non-randomized- pretest-posttest control group design. The population in this study was 823 WUS in the working area of the Purwodadi II Community Health Center, a sample of 40 respondents was taken. The sample was separated into two groups, namely the group that was given health promotion and the group that was not given health promotion. The instrument used to measure knowledge before and after health promotion was a questionnaire. Data were analyzed using the t-test. Based on the results of data analysis, the following were obtained: (1) there was a significant difference in the knowledge of WUS before and after being given health promotion (p= 0.000). (2) there is a significant difference in WUS knowledge between the experimental group and the control group (p= 0.000). Health promotion can increase knowledge in preventing cervical cancer. This health promotion can be applied in everyday life.
Pengaruh Kelompok Swabantu (Self Help Group) Terhadap Harga Diri Penderita Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Cibuaya Karawang Jawa Barat Tahun 2017 Aisyiah; J Wowor; Dwi Novi Apriliani
JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol. 2 No. 1 (2018): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Fatmawati Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/dh3x9c60

Abstract

Kejadian kusta di Indonesia hingga saat ini masih tergolong tinggi dengan adanya peningkatan jumlah klien kusta beberapa tahun terakhir. Jawa Barat sebagai peringkat kedua sejumlah 2.222 orang sebagai daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Gangguan harga diri pada klien kusta yang ditunjukkan dengan sikap malu, kurang percaya diri, dan perasaan tidak berharga yang didukung dengan stigma masyarakat dan diskriminasi. Di dalam Self Help Group, kelompok bantuan timbal balik dapat saling mendukung dan mengurangi atau menghilangkan masalah dan konsekuensi pribadi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelompok swabantu (self help group) untuk meningkatkan harga diri penderita kusta pada kelompok kasus dan kelompok kontrol. Desain Penelitian quasi-experiment ini menggunakan rancangan two group, pretest post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 pasien kusta. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner tentang harga diri yaitu CSEI. Data dianalisis menggunakan Uji T yaitu paired t test untuk mengetahui perbedaan skor harga diri dalam satu kelompok dan Independent t-test untuk mengetahui perbedaan skor harga diri antar kelompok. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada skor harga diri sebelum dan sesudah diberikan intervensi self help group pada kelompok kasus dan kelompok kontrol (p<0,05), serta tidak terdapat perngaruh yang signifikan pada skor harga diri antara kelompok kasus dan kelompk kontrol setelah diberikan intervensi self help group (p>0,05). Kelompok Swabantu (self help group) mampu meningkatkan harga diri pada penderita kusta. Self help group merupakan salah satu intervensi yang tepat digunakan dalam meningkatkan harga diri pasien kusta.
Gambaran Epidemiologi dan Surveilans Stunting di Puskesmas Sangkali Tahun 2025 Syifa Ummul Mutmainah; Aisyiah; Syafa Amalia Harsandy; Hasna Haifa Aminudin; Annisa Fauziah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7336

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi yang cukup banyak ditemukan pada balita dan memerlukan pemantauan yang baik melalui sistem surveilans kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi kasus stunting serta mendeskripsikan pelaksanaan sistem surveilans stunting di wilayah kerja Puskesmas Sangkali Kota Tasikmalaya tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode metode campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari laporan kasus stunting tahun 2025 dengan total 270 kasus menggunakan teknik total sampling, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas surveilans gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus stunting lebih banyak terjadi pada anak laki-laki sebanyak 143 kasus (52,96%) dibandingkan perempuan 127 kasus (47,04%). Mayoritas kasus terjadi pada kelompok umur balita 12–59 bulan sebanyak 258 kasus (95,56%). Berdasarkan wilayah, kasus terbanyak terdapat di Kelurahan Tamanjaya sebanyak 91 kasus (33,70%). Sistem surveilans stunting di Puskesmas Sangkali sudah menggunakan aplikasi SIGIZIKESGA sehingga proses pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran data menjadi lebih terstruktur. Namun masih terdapat kendala seperti pembaruan aplikasi dan kesadaran orang tua dalam penanganan stunting. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi serta pemanfaatan sistem surveilans secara optimal untuk mendukung upaya penurunan stunting.