Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SINEMATOGRAFI FILM PENDEK YOGYAKARTA Sifa Sultanika
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai bentuk sinematografi yang digunakan pada film Ifa Isfansyah berjudul Setengah Sendok Teh, Yosep Anggie Noen dalam film Ballad of Blood & Two White Buckets, dan Wregas Bhanuteja dalam film Prenjak In The Year Of Monkey, serta diharapkan dapat menjadi suatu wawasan baru mengenai bagaimana pengaruh bentuk sinematografi terhadap sebuah cerita. Penelitian ini didasari oleh teori The Five c’s of Cinematography oleh Joseph V. Mascelli, A.S.C. Hasil dari pengamatan penulis menggunakan metode kualitatif, sinematografi dari ketiga film ini adalah ketiga film tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri. Adapun bentuk kesamaan dari ketiga film adalah penyajian mengenai unsur sinematografi yang terkait komposisi, posisi kamera, dan penyuntingan gambar. Berdasarkan dari hasil analisis adegan ketiga film pada bagian adegan awal atau adegan pembuka film, ketiganya menunjukkan cara yang berbeda dari penempatan posisi kamera, namun sama jika dilihat dari fungsi adegan. Pola sinematografi dalam ketiga film memiliki bentuk yang konsisten secara teknis dari awal hingga akhir film. Analisis berdasarkan adegan pembuka pada masing-masing film menunjukkan fungsi dari bagian sinematografi sebagai wujud persamaan secara deskriptif maksud dari pengambilan gambar. Analisis terakhir berdasarkan adegan two shot, posisi pemain perempuan pada masing-masing film dibuat lebih mendominasi. Penempatan komposisi pada masing-masing peran wanita pada adegan two shot ini memberikan penataan komposisi yang lebih kuat secara karakter dan konflik yang didukung dengan bentuk sinematografi pada masing-masing film. Secara keseluruhan, penyuntingan gambar dibangun dengan konsep kontiniti yang berdasarkan dengan komposisi, membuat masing-masing film memiliki bentuk pemotongan gambar yang berbeda.
SINEMATOGRAFI FILM PENDEK YOGYAKARTA Sifa Sultanika
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai bentuk sinematografi yang digunakan pada film Ifa Isfansyah berjudul Setengah Sendok Teh, Yosep Anggie Noen dalam film Ballad of Blood & Two White Buckets, dan Wregas Bhanuteja dalam film Prenjak In The Year Of Monkey, serta diharapkan dapat menjadi suatu wawasan baru mengenai bagaimana pengaruh bentuk sinematografi terhadap sebuah cerita. Penelitian ini didasari oleh teori The Five c’s of Cinematography oleh Joseph V. Mascelli, A.S.C. Hasil dari pengamatan penulis menggunakan metode kualitatif, sinematografi dari ketiga film ini adalah ketiga film tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri. Adapun bentuk kesamaan dari ketiga film adalah penyajian mengenai unsur sinematografi yang terkait komposisi, posisi kamera, dan penyuntingan gambar. Berdasarkan dari hasil analisis adegan ketiga film pada bagian adegan awal atau adegan pembuka film, ketiganya menunjukkan cara yang berbeda dari penempatan posisi kamera, namun sama jika dilihat dari fungsi adegan. Pola sinematografi dalam ketiga film memiliki bentuk yang konsisten secara teknis dari awal hingga akhir film. Analisis berdasarkan adegan pembuka pada masing-masing film menunjukkan fungsi dari bagian sinematografi sebagai wujud persamaan secara deskriptif maksud dari pengambilan gambar. Analisis terakhir berdasarkan adegan two shot, posisi pemain perempuan pada masing-masing film dibuat lebih mendominasi. Penempatan komposisi pada masing-masing peran wanita pada adegan two shot ini memberikan penataan komposisi yang lebih kuat secara karakter dan konflik yang didukung dengan bentuk sinematografi pada masing-masing film. Secara keseluruhan, penyuntingan gambar dibangun dengan konsep kontiniti yang berdasarkan dengan komposisi, membuat masing-masing film memiliki bentuk pemotongan gambar yang berbeda.
PEMBUATAN IKLAN “KERUPUK ASOYBIG” UNTUK PENINGKATAN BRAND EQUITY Sifa Sultanika
MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Vol 5 No 3 (2024): September
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/mediasi.v5i3.1437

Abstract

A product must have strategic value increasing sales and brand equity, including Small Medium Enterprises products. In making this advertisement by highlighting the local product Asoy crackers from Bogor, the author wanted to make the advertisement a promotional medium that he felt was appropriate and could increase brand equity. The advantage of making this advertisement is that previously there was no promotional media that specifically promoted Asoy cracker products as a snack from this rainy city. This advertisement with the title “Asoybig Crackers” was created based on research results and the manufacture’s needs for a wider consumer reach by including this adverstisement on the Youtube channel or website that has been created. The method used in making this video is data collection, carrying out SMART analysis and brainstorming to make the video. Promotion of a product to increase brand equity using digital promotional media is expected to provide an increase in local products, especially Asoy crackers.