Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maraknya Perdagangan Manusia dalam Terang Ajaran Sosial Gereja (Evangelium Vitae) dan HAM guru, henriques changestu william; Ghari, Paskalis Rivaldo; Siringoringo, Paulinus
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.796 KB) | DOI: 10.47025/fer.v7i1.75

Abstract

AbstrakArtikel ini meletakkan fokus pada tema perdagangan manusia menurut Ajaran Sosial Gereja (Evangelium Vitae) dan HAM. Metode yang diterapkan ialah analisis kepustakaan dan juga dilihat dari sebuah contoh yang nyata atas perdagangan manusia yang terjadi di Indonesia. Melalui kasus dan analisis kepustakaan penulis melihat bahwa perdagangan manusia telah melanggar hukum alam yang telah diciptakan oleh Allah. Menurut HAM perdagangan itu melanggar aturan hidup manusia karena tidak memberi kebebasan untuk hidup kepada manusia. Tujuan penulisan ini supaya terlihat dengan jelas bagaimana pandangan Gereja dan HAM mengenai perdagangan manusia sehingga manusia semakin sadar atas pelanggaran yang telah dilakukan selama ini. Perdagangan manusia telah melanggar atau merusak ciptaan Allah yang sempurna. Manusia memiliki hak untuk hidup bebas. Studi analisis kepustakaan ini sampai pada temuan bahwa Gereja dan HAM memandang perdagangan manusia merupakan sebuah perbuatan jahat. Tindakan perdagangan manusia merusak keberadaan manusia itu sebagai manusia karena haknya telah diambil sebagian oleh mereka yang melakukan tindakan perdagangan manusia.Kata Kunci: Perdagangan Manusia, HAM, Hak, Ajaran Sosial Gereja 
Tarian Tebe dalam Perspektif Teologi Publik: Makna Teologis Solidaritas dan Penerimaan terhadap Liyan Ghari, Paskalis Rivaldo
Perspektif Vol. 20 N.º 2 (2025): December 2025
Publisher : Aditya Wacana Pusat Pengkajian Agama Dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69621/jpf.v20i2.315

Abstract

The Tebe dance, as one of the cultural heritages of the people of East Nusa Tenggara, particularly in Belu, represents not only an aesthetic artistic expression but also embodies profound social and spiritual dimensions. The circular formation in the Tebe dance symbolizes fraternity, togetherness, and solidarity, creating a space of encounter between individuals and the community, including relationships with the Other. This article aims to examine the theological meaning of the Tebe dance from the perspective of public theology and its relevance for Christian praxis in the social sphere. This study employs a qualitative approach through a theological–conceptual reflective method that integrates cultural analysis with the framework of public theology. The findings indicate that the Tebe dance can be understood as a symbol of faith praxis that embodies Gospel values such as solidarity, inclusivity, and openness to diversity within a pluralistic society. The dance presents a dialogical form of public theology rooted in local culture, in which faith is expressed not only within liturgical spaces but also through concrete social relationships. The scholarly contribution of this article lies in enriching the discourse of contextual public theology by offering a theological reading of local cultural practices as a medium for articulating and embodying a living and socially relevant faith.