Rahayu, Novita Tri
STIKes Respati Tasikmalaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the Success of Early Breastfeeding Initiation on Stunting in Infants Aged Less Than 12 Months Agustini, Fenty; Apriasih, Hapi; Lestari, Ayuning Tias Budi; Rahayu, Novita Tri
Genius Journal Vol. 5 No. 2 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i2.417

Abstract

Introduction: The incidence of stunting in Tasikmalaya Regency has decreased from 41.7% to 24.4%, but in 2022 there will be an increase of 2.7 points to 27.2%. The Tasikmalaya Regency Government has designated 67 villages as special locations for stunting intervention convergence in 2023. Cikunir Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency is one of the villages with a stunting prevalence that exceeds the set limit of 20%. Objective: The aim of this research is to determine the success of implementing of early breastfeeding initiation in Cikunir Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency on 2024. Method: This research method is qualitative with the aim of knowing the implementation of early breastfeeding initiation, mother's knowledge about early breastfeeding initiation, family motivation and the implementation of early breastfeeding initiation in stunted babies less than 12 months. Result: Based on the results of interviews during the implementation of early breastfeeding initiation, it is known that not a single baby succeeded in finding and sucking its mother's nipple, most did not exclusively breastfeed their babies, most did not know about early breastfeeding initiation, some most do not get motivation from their husbands and families in implementing early breastfeeding initiation and most do not prepare themselves for breastfeeding such as not taking care of their breasts during pregnancy. Conclusion: This research is expected to increase mothers' knowledge and motivation in carrying out early breastfeeding initiation.
Evaluasi Penerapan Bundle Prevention VAP pada Pasien yang terpasang Ventilasi Mekanik Di Ruang ICU Novita Tri Rahayu; Al Afik; Mariyadi, Mariyadi
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1061

Abstract

Pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) umumnya memerlukan ventilator mekanik sebagai alat bantu pernapasan. Namun, penggunaan ventilator dalam jangka panjang berisiko menimbulkan Ventilator-Associated Pneumonia (VAP), salah satu bentuk infeksi nosokomial yang serius. Pencegahan VAP menjadi prioritas dalam pelayanan keperawatan kritis, salah satunya melalui penerapan bundle VAP, yaitu seperangkat intervensi berbasis bukti yang bertujuan menurunkan insidensi VAP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bundle VAP terhadap kejadian VAP pada pasien yang menggunakan ventilator mekanik di ICU. Metode penelitian menggunakan pendekatan case study dengan jumlah subjek sebanyak tiga pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap penerapan bundle VAP selama 3x 24 jam dan penilaian skor Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) pada hari ke tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bundle VAP belum sepenuhnya terlaksana sesuai standar, terutama pada komponen oral hygiene yang idealnya dilakukan setiap 4–6 jam dan penyikatan gigi setiap 12 jam. Hambatan utama yang diidentifikasi adalah tingginya beban kerja perawat. Dari hasil pengamatan, hanya satu responden yang menunjukkan skor CPIS ≥6 dan terdiagnosis VAP, sementara dua lainnya tidak. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bundle VAP di ruang ICU belum optimal, yang berpotensi meningkatkan risiko kejadian VAP. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap protokol bundle VAP, terutama dalam aspek kebersihan oral, guna menurunkan risiko kejadian VAP
GAMBARAN PERAN KADER KESEHATAN TERHADAP KEBERHASILAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) Agustini , Fenty; Raraswati , Rhela Panji; Rahayu, Novita Tri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6860

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji peran kader kesehatan terhadap keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Desa Cikunir, wilayah kerja Puskesmas Singaparna, tahun 2025. IMD merupakan langkah penting dalam pemberian ASI eksklusif yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi, menurunkan risiko kematian neonatal, dan memperkuat ikatan ibu–bayi. Dengan desain deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 20 ibu yang memiliki bayi usia <24 bulan, menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kader berperan baik dalam edukasi, pemberian informasi yang mudah dipahami, kerja sama dengan tenaga kesehatan, dan pemberian motivasi. Sebanyak 90% kader aktif memberikan edukasi, 95% mampu memberikan informasi yang jelas, dan 90% bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Namun, 65% kader tidak mendampingi ibu saat persalinan, dan hanya 60% yang melakukan kunjungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan kader, peningkatan pendampingan persalinan, dan optimalisasi kunjungan rumah untuk mencapai target cakupan IMD sesuai standar WHO. Penelitian merekomendasikan penguatan sinergi kader dan tenaga kesehatan serta peningkatan dukungan emosional kepada ibu agar pelaksanaan IMD lebih optimal.   Kata Kunci      : Peran Kader, IMD, Keberhasilan