Abstrak Penelitian ini mengkaji peran kader kesehatan terhadap keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Desa Cikunir, wilayah kerja Puskesmas Singaparna, tahun 2025. IMD merupakan langkah penting dalam pemberian ASI eksklusif yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi, menurunkan risiko kematian neonatal, dan memperkuat ikatan ibu–bayi. Dengan desain deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 20 ibu yang memiliki bayi usia <24 bulan, menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kader berperan baik dalam edukasi, pemberian informasi yang mudah dipahami, kerja sama dengan tenaga kesehatan, dan pemberian motivasi. Sebanyak 90% kader aktif memberikan edukasi, 95% mampu memberikan informasi yang jelas, dan 90% bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Namun, 65% kader tidak mendampingi ibu saat persalinan, dan hanya 60% yang melakukan kunjungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan kader, peningkatan pendampingan persalinan, dan optimalisasi kunjungan rumah untuk mencapai target cakupan IMD sesuai standar WHO. Penelitian merekomendasikan penguatan sinergi kader dan tenaga kesehatan serta peningkatan dukungan emosional kepada ibu agar pelaksanaan IMD lebih optimal. Kata Kunci : Peran Kader, IMD, Keberhasilan
Copyrights © 2025