Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Post Natal Care dengan Perawatan Luka Perineum Derajat II Olvaningsih, Olvaningsih; Musdalifah, Musdalifah
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.2814

Abstract

Masa nifas (puerperium) adalah masa pemulihan kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas yaitu 6-8 minggu. Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelumhamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Tujuan : Mampu melakukan penatalaksanaan asuhan kebidanan post natal care pada Ny. “F” umur 22 tahun dengan perawatan luka perineum derajat II di Puskesmas Uekuli. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan study kasus menggunakan pendokumentasian SOAP. Hasil Penelitian : Dari data subjektif sudah tidak ada keluhan. Dari data objektif didapatkannya keadaan umum baik, kesadaran composmentis, TTV dalam batas normal. Dari data Analisa yang didapatkan adala Ny “F” umur 22 tahun P3 A0 post partum 6 jam dengan luka perineum derajat II dan keadaan umum ibu baik. Penatalaksanaan perawatan luka perineum derajat II sesuai dengan teori dan proses penyembuhan luka berlangsung baik. Kesimpulan: Berdasarkan Asuhan Kebidanan Post Natal Care dengan Perawatan Luka Perineum Derajat II di Puskesmas Uekuli dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data dengan pendokumentasian SOAP, pengolahan, membuat kesimpulan dan laporan. Dengan demikian, tidak ditemukan kesenjangan antara tinjauan pustaka dan studi kasus.
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Rizkiyati, Ita; Mutmaina, Mutmaina; Olvaningsih, Olvaningsih
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i2.222

Abstract

Kasus kematian bayi merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus diperhatikan.AKB merupakan salah satu cerminan dari tingkat pembangunan kesehatan dari suatu negara serta kualitas hidup dari masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian penelitian Quasi experiment one gruob pre dan post test sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil Trimester 3 sebanyak 30 orang ibu hamil dengan teknik Total sampling. Pengumpulan data menggunakan keusioner. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcooxon dengan tingkat signifikan α = 0,05. Sebelum dilakukan pemberian edukasi hanya terdapat 4 orang ibu hamil (13.3%) yang memiliki pengetahuan baik sedangkan setelah dilakukan pemberian edukasi hampir semua tingkat pengetahuan responden pada kategori baik sebanyak 22 orang responden (73.3%) dan tidak terdapat ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang, Dari hasil analisis data yang dilakukan diperoleh nilai Sig < 0.05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu hamil tentang perawatan bayi bayu lahir. Dari hasil analisis data yang dilakukan diperoleh nilai Sig < 0.05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu hamil tentang perawatan bayi bayu lahir.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi keluarga berencana di daerah rawan bencana Musdalifah, Musdalifah; Olvaningsih, Olvaningsih
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.2083

Abstract

Background: Family planning (FP) participation is a crucial component in improving reproductive health and family well-being. However, in disaster-prone areas, FP participation often faces challenges due to changing social and emotional conditions and access to health services. This situation requires a deeper understanding of the factors influencing the involvement of couples of childbearing age (PUS) in FP programs. Purpose: To analyze factors related to family planning participation in disaster-prone areas. Method: The study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach to a sample of 74 PUS selected using the Slovin formula and proportionate stratified random sampling techniques, then reinforced with purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using a standardized questionnaire that had been tested for validity and reliability. Analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Results: Most respondents were of productive age and had at least a high school education, with a family planning participation rate of 74.3%. All tested variables had a significant relationship with family planning participation, including knowledge (p=0.001), self-efficacy (p=0.026), access to family planning services (p=0.017), and husband/family support (p=0.000). Family support was the strongest factor influencing active contraceptive use. Conclusion: Family planning participation in disaster-prone areas is significantly influenced by knowledge, self-confidence, ease of access, and family support.   Keywords: Disaster-Prone Areas; Family Planning Participation; Fertile Age Couples.   Pendahuluan: Partisipasi keluarga berencana (KB) merupakan komponen penting dalam meningkatkan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga. Namun, di daerah rawan bencana, partisipasi KB sering menghadapi tantangan akibat perubahan kondisi sosial, emosional, dan akses pelayanan kesehatan. Kondisi ini menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam program KB. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi keluarga berencana di daerah rawan bencana. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional kepada sampel sebanyak 74 PUS yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik proportionate stratified random sampling, kemudian dipertegas dengan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil: Sebagian besar responden berada pada usia produktif dan berpendidikan minimal SMA dengan tingkat partisipasi KB mencapai 74.3%. Seluruh variabel yang diuji memiliki hubungan bermakna dengan partisipasi KB yaitu pengetahuan (p=0.001), self-efficacy (p=0.026), akses layanan KB (p=0.017), dan dukungan suami/keluarga (p=0.000). Dukungan keluarga merupakan faktor paling kuat yang memengaruhi keaktifan penggunaan kontrasepsi. Simpulan: Family planning participation in disaster-prone areas is significantly influenced by knowledge, self-confidence, ease of access, and family support.   Kata Kunci : Daerah Rawan Bencana; Partisipasi Keluarga Berencana; Pasangan Usia Subur.