Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bahasa Tabu Dalam Bahasa Aceh Helmi, Rahil -; Liana, Putri
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.49789

Abstract

Pada setiap kelompok masyarakat terdapat norma tata krama yang sebaiknya diikuti oleh anggotanya. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan mereka dari reaksi yang mungkin timbul akibat ungkapan gagasan atau perasaan yang dianggap tabu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menggambarkan bahasa tabu yang ada dalam bahasa Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, di mana gejala bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang berbicara dalam bahasa Aceh diamati secara seksama. Proses penelitian ini melibatkan tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan 20 kata-kata tabu dalam bahasa Aceh, yang dapat dikelompokkan menjadi kosakata tabu berupa kata dan frasa. Unsur referen yang terkandung dalam kata-kata tabu ini meliputi binatang, manusia, alat vital (kelamin), sifat-sifat tertentu, organ tubuh, tuhan, makhluk gaib. Ditinjau dari jenisnya, kata-kata tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kata-kata tabu yang berkaitan dengan Ketuhanan dan makhluk halus. Kedua, kata-kata tabu yang terkait dengan upacara adat, digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang tidak mematuhi norma sopan santun dan tidak pantas untuk diikutsertakan dalam forum resmi. Ketiga, kata-kata tabu yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Temuan ini memberi wawasan lebih dalam tentang budaya dan bahasa Aceh.Kata Kunci: Analisis, Tabu, Bahasa Aceh 
Bahasa Tabu Dalam Bahasa Aceh Helmi, Rahil -; Liana, Putri
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 12 No. 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.49789

Abstract

Pada setiap kelompok masyarakat terdapat norma tata krama yang sebaiknya diikuti oleh anggotanya. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan mereka dari reaksi yang mungkin timbul akibat ungkapan gagasan atau perasaan yang dianggap tabu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menggambarkan bahasa tabu yang ada dalam bahasa Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, di mana gejala bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang berbicara dalam bahasa Aceh diamati secara seksama. Proses penelitian ini melibatkan tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan 20 kata-kata tabu dalam bahasa Aceh, yang dapat dikelompokkan menjadi kosakata tabu berupa kata dan frasa. Unsur referen yang terkandung dalam kata-kata tabu ini meliputi binatang, manusia, alat vital (kelamin), sifat-sifat tertentu, organ tubuh, tuhan, makhluk gaib. Ditinjau dari jenisnya, kata-kata tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kata-kata tabu yang berkaitan dengan Ketuhanan dan makhluk halus. Kedua, kata-kata tabu yang terkait dengan upacara adat, digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang tidak mematuhi norma sopan santun dan tidak pantas untuk diikutsertakan dalam forum resmi. Ketiga, kata-kata tabu yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Temuan ini memberi wawasan lebih dalam tentang budaya dan bahasa Aceh.Kata Kunci: Analisis, Tabu, Bahasa Aceh 
Sentiment Analysis of President Prabowo's Performance on Twitter (X) with a Comparative Study of SVM, XGBoost, and AdaBoost Maruf, Anang; Pajri, Afril Efan; Liana, Putri
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i1.12138

Abstract

This study was conducted to understand how Twitter (X) users respond to President Prabowo's performance through machine learning-based sentiment analysis. Data was collected using a dataset crawling approach, then processed through a series of pre-processing stages such as cleansing, case folding, tokenisation, stopword removal, and stemming before being converted into a numerical representation with TF-IDF. The class imbalance problem was addressed by applying SMOTE so that the model could learn more evenly. Three classification algorithms, SVM, XGBoost, and AdaBoost, were tested with the help of GridSearchCV to obtain the best parameter configuration. The research evaluation showed that the XGBoost algorithm was able to provide the best performance with an accuracy of 0.8443, followed by the SVM algorithm with an RBF kernel, which achieved an accuracy of 0.8135. The AdaBoost algorithm came in third with an accuracy of 0.7868. These findings indicate that the boosting approach, especially XGBoost, is better able to handle complex language patterns and high-dimensional text data characteristics. Overall, this study provides an overview of public opinion trends on social media and can be used as a reference for the development of sentiment analysis models in future research.