Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MASALAH KONFLIK PERTAMBANGAN DI INDONESIA MINING CONFLICT ISSUES IN INDONESIA Fauzi, Rizki Muhammad; Nulhaqim, Soni A.
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i1.53283

Abstract

Aktivitas pertambangan seringkali menimbulkan dampak negatif, seperti tercemarnya lingkungan, kerusakan lingkungan, polusi dari aktivitas pertambangan, dan rusaknya akses jalan raya yang berujung menimbulkan suatu masalah konflik, baik itu antara konflik masyarakat dengan perusahaan atau masyarakat dengan pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguraikan penyebab yang sering terjadi pada masalah konflik pertambangan dan alternatif solusi dalam penyelesaian masalah konflik pertambangan. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode studi kepustakaan dimana bersumber dari data sekunder yang berkaitan dengan isu yang menjadi topik penelitian. Hasil penelitian berdasarkan contoh kasus pertambangan di daerah Indonesia, itu menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menolak aktivitas pertambangan karena alasan tercemarnya lingkungan, seperti masyarakat khawatir dampak dari aktivitas pertambangan yaitu rawannya longsor, jalan menjadi rusak, debu yang mengganggu pemukiman warga, dan menurunnya kualitas air bersih. Banyak perusahaan tambang yang hanya memikirkan keuntungan saja tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Penolakan yang dilakukan masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya suatu konflik pertambangan. Proses penyelesaian konflik yang baik dalam konflik pertambangan yaitu dengan mediasi yang dilaksanakan oleh para pihak yang bisa menjadi penengah dan mengetahui terhadap masalah yang terjadi. Seharusnya terdapat suatu badan atau institusi yang khusus dalam menangani masalah sejumlah konflik yang terjadi di area pertambangan, contohnya seperti Dirjen konflik yang mengurus masalah konflik. Mining activities often cause negative impacts, such as environmental pollution, environmental damage, pollution from mining activities, and damage to highway access which results in a conflict problem, be it conflict between the community and the company or the community and the government. The purpose of this study is to describe the causes that often occur in mining conflict problems and alternative solutions in solving mining conflict problems. The method used is using the library study method which is sourced from secondary data related to the issues that are the topic of research. The results of the research based on examples of mining cases in Indonesia show that many people refuse mining activities for reasons of environmental contamination, such as people who are worried about the impact of mining activities, namely prone to landslides, damaged roads, dust that disturbs residents' settlements, and decreased quality of clean water. . Many mining companies only think about profits without regard to environmental conditions. The community's rejection was one of the factors causing a mining conflict. A good conflict resolution process in mining conflicts is mediation carried out by parties who can mediate and know about the problems that occur. There should be a body or institution that is specialized in dealing with the problems of a number of conflicts that occur in the mining area, for example the Director General of Conflict who deals with conflict issues. 
ANALISIS KONFLIK DI DESA WATMURI KECAMATAN NIRUNMAS Azhar, Jihan Kamilla; Fauzi, Rizki Muhammad; Nulhaqim, Soni Akhmad
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v5i1.44108

Abstract

Masalah konflik agraria tentunya berdampak serius bagi kehidupan masyarakat. Hal ini tentunya dapat mengancam mereka dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Maka dari itu, suatu konflik harus dapat dikelola atau diatasi dengan tepat agar tidak merugikan bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan analisis konflik berdasarkan data set menurut penahapan Nulhaqim dkk, yaitu peristiwa, pemicu, penyebab, dampak, dan resolusi konflik yang dilakukan. Metode yang dipakai pada penulisan artikel ini yaitu menggunakan metode studi kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa peristiwa konflik ini mulai dari 1977 sampai tahun 2005 dan terlibatnya dua Desa yaitu Watmuri dan Arma. Pemicu terjadinya konflik yaitu datangnya orang Arma ke Desa Watmuri dan mendapatkan tempat tinggal sementara, namun orang Arma merasa bahwa tanah tersebut adalah kepemilikannya. Selain itu, terjadinya pembunuhan orang Arma oleh Watmuri. Penyebab konflik terjadi yaitu adanya faktor ekonomi dan sosial. Dampaknya yaitu komunikasi kedua desa tersebut tidak berjalan baik dan kehidupannya tidak harmonis. Resolusi konflik yang dilakukan yaitu negosiasi, konsiliasi, dan mediasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pihak-pihak lainnya. The problem of agrarian conflict certainly has a serious impact on people's lives. This certainly can threaten them in social and economic life. Therefore, a conflict must be managed or resolved properly so that it is not detrimental to people's lives. This study aims to describe the conflict analysis based on the data set according to the stages of Nulhaqim et al, namely the events, triggers, causes, impacts, and conflict resolution that was carried out. The method used in writing this article is to use the library study method. The results show that the events of this conflict started from 1977 to 2005 and involved two villages namely Watmuri and Arma. The trigger for the conflict was the arrival of the Arma people to Watmuri Village and getting a temporary place to live, but the Arma people felt that the land was theirs. Besides that, there was the killing of the Arma people by Watmuri. The cause of the conflict occurred, namely the existence of economic and social factors. The impact is that the communication between the two villages is not going well and their lives are not harmonious. Conflict resolution carried out is negotiation, conciliation, and mediation carried out by the local government, village government, and other parties.
KONSEP ANALISIS KONFLIK 3PDR SEBAGAI ASSESMENT TOOLS UNTUK FENOMENA KONFLIK SOSIAL ATAU BENCANA SOSIAL Nulhaqim, Soni Akhmad; Irfan, Maulana; Adiansah, Wandi; Fauzi, Rizki Muhammad
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i2.72125

Abstract

Konflik dapat muncul kapan saja, tiba-tiba, atau bahkan dalam jangka waktu yang singkat. Hal ini menunjukkan bahwa konflik tidak terbatas oleh ruang dan waktu.  Penanganan konflik memerlukan pemahaman yang mendalam agar dapat mencegah munculnya pola-pola yang dapat menutupi masalah yang mendasarinya. Dalam menangani konflik tentunya harus dilakukan analisis terlebih dahulu agar peristiwa konflik yang terjadi dapat tergambarkan, sehingga solusi yang dihasilkan dapat memuaskan para pihak yang berkonflik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguraikan konsep analisis konflik sebagai alat asesmen dalam menganalisis suatu konflik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kepustakaan yang di mana bersumber dari data sekunder yang berkaitan dengan isu yang menjadi topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep analisis konflik merupakan instrumen atau alat untuk dapat memahami, melakukan assessment atau menganalisis suatu fenomena konflik yang terjadi. Konsep ini terdiri dari lima aspek, yaitu peristiwa konflik, pemicu konflik, penyebab konflik, dampak konflik, dan resolusi konflik (3PDR). Sebagai assessment tools, konsep analisis konflik ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai menggambarkan konflik saja, namun juga menjadi suatu landasan dalam merumuskan strategi intervensi dan resolusi yang lebih tepat sasaran. Conflicts can arise at any time, suddenly, or even within a short period of time. This shows that conflict is not limited by space and time. Conflict management requires a deep understanding to prevent the emergence of patterns that can obscure the underlying problem. In handling conflict, an analysis must first be conducted to describe the conflict events that occur and the resulting solution can satisfy the conflicting parties. The purpose of this study is to describe the concept of conflict analysis as an assessment tool for analyzing a conflict. The method used in this study is a literature study which is sourced from secondary data related to the issue being the topic of the study. The results show that the concept of conflict analysis is an instrument or tool to be able to understand, assess, or analyze a conflict phenomenon that occurs. This concept consists of five aspects: conflict events, conflict triggers, conflict causes, conflict impacts, and conflict resolution (3PDR). As an assessment tool, this conflict analysis concept not only functions to describe the conflict but also serves as a basis for formulating more targeted intervention and resolution strategies.