Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Inventarisasi Keanekaragaman Serangga di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Menggunakan Perangkap Warna Amalia, Istia Siti; Ramadhan, R. Arif Malik
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11738

Abstract

Serangga merupakan organisme yang berperan penting dalam ekosistem. Keragaman serangga dapat dijadikan indikator biodiversitas lingkungan dan kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati keragaman serangga dan mengidentifikasi peranannya bagi ekosistem Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah dengan memasang perangkap kuning dan perangkap hijau di beberapa tempat dengan waktu pengamatan 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap serangga yang terperangkap lalu dihitung tingkat keragaman dan dominansinya. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah serangga yang terperangkap lebih banyak pada perangkap kuning daripada perangkap hijau. Pada perangkap kuning, sebanyak 109 ekor serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 4 spesies predator, 2 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Pada perangkap hijau, sebanyak 68 serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 2 spesies predator, 3 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Hasl pengamatan pada perangkap kuning dan hijau memiliki Indeks Keragaman Shannon-Wiener (H’) dengan kriteria sedang yaitu 2,064 dan 2,048. Berdasarkan Indeks Dominansi Simpson (C) perangkap kuning dan hijau termasuk ke dalam kriteria rendah, yaitu 0,188 dan 0,182. Hasil pengamatan pada kedua perangkap tersebut menunjukkan bahwa Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan memiliki keragaman serangga yang sedang, tekanan ekologi sedang, kondisi ekosistem yang cukup seimbang, dan tidak terdapat spesies yang mendominasi pada ekosistem tersebut.
Keragaman dan Dominasi Serangga Nokturnal di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya Ramadhan, R. Arif Malik; Amalia, Istia Siti; Azizah, Dewi Nur; Nurhidayah, Silvia
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1249

Abstract

Berdasarkan aktivitasnya serangga dapat digolongkan menjadi serangga diurnal dan serangga nokturnal. Kebanyakan serangga nokturnal memiliki peranan sebagai hama yang dapat mempengaruhi kegiatan budidaya pada agroekosistem. Salah satu metode untuk memonitor, mempelajari, memprediksi, dan mengendalikan berbagai hama nokturnal dalam agroekosistem ialah dengan pemanfaatan perangkap cahaya. Pemanfaatan perangkap cahaya bertujuan untuk memonitor peranan serangga nokturnal, indeks keragaman, dan indeks dominansi di sekitaran Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2022 dengan metode pemasangan perangkap cahaya di tiga titik berbeda dengan waktu pengamatan selama tujuh hari. Serangga yang terperangkap kemudian diidentifikasi hingga tingkat spesies kemudian dihitung jumlah populasi yang terperangkap untuk selanjutnya dihitung dingkat keragaman dan dominansinya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, terdapat 17 spesies serangga yang terperangkap yang memiliki perananan berbeda-beda. Sebanyak 14 spesies serangga berperan sebagai hama, 2 spesies serangga sebagai predator, dan 1 spesies serangga sebagai polinator. Berdasrakan indeks keragaman serangga yang terperangkap diketahui bahwa Inkubator fakultas memiliki indeks keragaman serangga yang sedang dengan nilai indeks keragaman secara keseluruhan sebesar H’ = 2,641 yang berarti keanekaragamannya sedang, tekanan ekologisnya sedang, dan kondisi ekosistemnya pun cukup seimbang. Berdasarkan indeks dominansi di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan memiliki nilai sebesar C = 0,081 yang berarti tidak terdapat serangga yang mendominasi pada agroekosistem tersebut.
Keragaman dan Dominasi Serangga Nokturnal di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya Ramadhan, R. Arif Malik; Amalia, Istia Siti; Azizah, Dewi Nur; Nurhidayah, Silvia
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1249

Abstract

Berdasarkan aktivitasnya serangga dapat digolongkan menjadi serangga diurnal dan serangga nokturnal. Kebanyakan serangga nokturnal memiliki peranan sebagai hama yang dapat mempengaruhi kegiatan budidaya pada agroekosistem. Salah satu metode untuk memonitor, mempelajari, memprediksi, dan mengendalikan berbagai hama nokturnal dalam agroekosistem ialah dengan pemanfaatan perangkap cahaya. Pemanfaatan perangkap cahaya bertujuan untuk memonitor peranan serangga nokturnal, indeks keragaman, dan indeks dominansi di sekitaran Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2022 dengan metode pemasangan perangkap cahaya di tiga titik berbeda dengan waktu pengamatan selama tujuh hari. Serangga yang terperangkap kemudian diidentifikasi hingga tingkat spesies kemudian dihitung jumlah populasi yang terperangkap untuk selanjutnya dihitung dingkat keragaman dan dominansinya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, terdapat 17 spesies serangga yang terperangkap yang memiliki perananan berbeda-beda. Sebanyak 14 spesies serangga berperan sebagai hama, 2 spesies serangga sebagai predator, dan 1 spesies serangga sebagai polinator. Berdasrakan indeks keragaman serangga yang terperangkap diketahui bahwa Inkubator fakultas memiliki indeks keragaman serangga yang sedang dengan nilai indeks keragaman secara keseluruhan sebesar H’ = 2,641 yang berarti keanekaragamannya sedang, tekanan ekologisnya sedang, dan kondisi ekosistemnya pun cukup seimbang. Berdasarkan indeks dominansi di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan memiliki nilai sebesar C = 0,081 yang berarti tidak terdapat serangga yang mendominasi pada agroekosistem tersebut.
Produktivitas Tanaman Labu Kuning Varietas Hibrida Kuning dan Zucchini yang Diberikan Kombinasi Pemupukan Pupuk Organik Hayati dan Pupuk Anorganik: Productivity of Yellow Pumpkin Hybrid and Zucchini Varieties Under Combined Application of Solid Bio-Organic Fertilizer and Inorganic Fertilizer Amalia, Istia Siti; Giffari, Fahri Rijal; Septianugraha, Reza; Halimatussadiah, Tsalisah; Mastur, Adhi Irianto; Rohimat, Nanang
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8143

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) dan zucchini (Cucurbita pepo) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produktivitas tanaman labu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hara yang optimal dan berkelanjutan. Kombinasi pupuk organik hayati dan pupuk anorganik berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus memperbaiki kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi pupuk organik hayati padat Bio Soltamax dan pupuk anorganik terhadap produktivitas labu kuning varietas hibrida dan zucchini. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan analisis komparatif dengan perlakuan kelompok kontrol, yaitu pemupukan kimia tunggal 100% (Urea, SP-36, dan KCl) dan kelompok perlakuan kombinasi, yaitu pupuk organik padat Bio Soltamax dengan pengurangan pupuk anorganik hingga 50%. Pengamatan dilakukan terhadap bobot hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi pupuk organik padat Bio Soltamax dengan pupuk anorganik mampu meningkatkan produktivitas labu kuning hibrida dan zucchini dibandingkan dengan 100% pupuk anorganik. Peningkatan bobot buah menunjukkan peran konsorsium mikroba dalam meningkatkan efisiensi serapan hara serta mendukung pertumbuhan dan pengisian buah. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam pupuk organik padat mampu memperbaiki sifat fisik dan biologis tanah sehingga meningkatkan ketersediaan dan serapan hara. Integrasi antara pupuk organik hayati padat Bio Soltamax dan pupuk anorganik mampu meningkatkan hasil tanaman sekaligus mengefisienkan penggunaan pupuk kimia, sehingga berpotensi menjadi strategi pemupukan yang efektif dan berkelanjutan pada budidaya labu kuning. Yellow pumpkin (Cucurbita moschata) and zucchini (Cucurbita pepo) are horticultural commodities with high economic value. Pumpkin productivity is strongly influenced by optimal and sustainable nutrient availability. The combination of bio-organic and inorganic fertilizers has the potential to improve fertilization efficiency while enhancing soil fertility. This study aimed to analyze the effect of combining solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax and inorganic fertilizers on the productivity of hybrid yellow pumpkin and zucchini. The research employed an experimental method with comparative analysis using a control treatment consisting of 100% chemical fertilization (Urea, SP-36, and KCl) and a combination treatment of solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax with a reduction of inorganic fertilizer by up to 50%. Observations were focused on yield weight. The results showed that the application of solid bio-organic Bio Soltamax combined with inorganic fertilizers increased the productivity of hybrid yellow pumpkin and zucchini compared with 100% inorganic fertilization. The increase in fruit weight indicates the role of microbial consortia in improving nutrient uptake efficiency and supporting plant growth and fruit filling. The high organic matter content in the solid bio-organic fertilizer improved the physical and biological properties of the soil, thereby enhancing nutrient availability and uptake. The integration of solid bio-organic fertilizer Bio Soltamax with inorganic fertilizers increased crop yield while improving the efficiency of chemical fertilizer use, indicating its potential as an effective and sustainable fertilization strategy for pumpkin cultivation.
Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika Malabar (Coffea arabica) yang Diaplikasikan Pupuk Organik Hayati Padat di Gunung Malabar, Kabupaten Bandung: Growth Performance of Malabar Arabica Coffee (Coffea arabica) Seedlings Applied with Solid Bio-Organic Fertilizer in Malabar Mountain, Bandung Regency Dewi, Sheli Mustikasari; Amalia, Istia Siti; Ningtyas, Dewi Nurma Yanti; Septianugraha, Reza; Giffari, Fahri Rijal; Rohimat, Nanang
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8144

Abstract

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Keberhasilan produksi kopi jangka panjang sangat ditentukan oleh kualitas bibit pada fase pembibitan. Masalah utama dalam pembibitan kopi konvensional adalah ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Penggunaan pupuk organik hayati (POH) padat menawarkan pendekatan yang lebih holistik dalam manajemen nutrisi pembibitan. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis parameter pertumbuhan bibit kopi Arabika Malabar sebagai respon terhadap pemberian dosis POH padat yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2024 di area pembibitan (nursery) yang berlokasi di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Menggunakan metode eksperimental dengan analisis komparatif antara dua perlakuan, yaitu aplikasi 100% dosis rekomendasi pupuk kimia tunggal dan aplikasi Bio Soltamax + 50% dosis rekomendasi pupuk kimia. Hasil penelitian menunjukkan bibit yang diberi perlakuan Bio Soltamax + 50% pupuk kimia memiliki rata-rata tinggi sebesar 56,58 cm dan rata-rata jumlah daun sebanyak 31,89 helai. Hal ini membuktikan bahwa integrasi Bio Soltamax dengan pengurangan 50% dosis pupuk kimia merupakan perlakuan terbaik untuk memacu pertumbuhan bibit kopi Arabika Malabar, terbukti mampu meningkatkan tinggi bibit (56,58 cm) dan jumlah helai daun (128,7%) secara signifikan dibandingkan dengan perlakuan kimia konvensional. Arabica coffee is a type of traditional coffee with the best taste. The success of long-term coffee production is largely determined by the quality of the seedlings in the seedling phase. The main problem in conventional coffee nurseries is the reliance on excessive use of chemical fertilizers. The use of solid Bioorganic Fertilizers (POHs) offers a more holistic approach to nursery nutrient management. This study aims to analyze the growth parameters of Malabar Arabica coffee seedlings in response to the administration of different doses of solid POH. This research was carried out in a nursery area located in Tanjungsari District, Sumedang Regency, West Java. Using an experimental method with comparative analysis between two treatments, namely the application of 100% of the recommended dose of a single chemical fertilizer and the application of Bio Soltamax + 50% of the recommended dose of chemical fertilizer. The results showed that the seedlings treated with Bio Soltamax + 50% Chemical Fertilizer had an average height of 56.58 cm and an average number of leaves of 31.89 leaves. This proves that the integration of Bio Soltamax with a 50% reduction in the dose of chemical fertilizer is the best treatment to spur the growth of Malabar Arabica coffee seedlings, proven to be able to significantly increase the height of the seedlings (56.58 cm) and the number of leaf strands (128.7%) compared to conventional chemical treatments.
PENGARUH Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAWAWUT (Setaria italica L. Beauv) PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN Dewi, Sheli Mustikasari; Amalia, Istia Siti; Ningtyas, Dewi Nurma Yanti; Haqia, Thoriq Muhammad; Yusuf, Muhammad
Jurnal Agroteknologi Vol 16, No 2 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v16i2.39026

Abstract

Drought stress caused by limited water supply in the root zone can inhibit plant growth. Foxtail millet (Setaria italica L. Beauv) is an alternative carbohydrate source known for its drought tolerance and ease of cultivation. Biofertilizers based on Trichoderma sp. can serve as biological agents that promote plant growth under abiotic stress conditions, including drought. This study aimed to evaluate the effect of Trichoderma sp. application on growth and yield of foxtail millet under drought stress conditions. This study was conducted at the Munjuljaya Experimental Field, Purwakarta Regency, using a factorial Randomized Block Design (RBD) with three replications. The first factor was Trichoderma sp. dosage with four levels: T0 (0 g), T1 (20 g), T2 (40 g), and T3 (60 g). The second factor was drought stress with three levels: C1 (25% field capacity), C2 (50% field capacity), and C3 (75% field capacity). In total, 30 experimental units were tested. The results showed that Trichoderma sp. application and water treatment did not significantly affect plant height, tiller number, leaf chlorophyll index, panicle length, panicle weight, fresh root weight, root length, 1000-seed weight, and shoot-root ratio. However, the highest dosage of Trichoderma sp. improved several growth parameters, such as plant height in T3 (60 g) with 78.13 cm, panicle length in T3 (60 g) with 8.77 cm, fresh root weight at 81 DAP (days after planting) in T3 (60 g) with 6.88 g, and the highest shoot-root ratio in T3 (60 g) with 3.35. This study has an impact on the growth and yield of millet because Trichoderma sp. plays a role in root growth and plant nutrient absorption.