Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Keteknikan Batulempung Formasi Bobonaro pada Rencana Pembangunan Observatorium Nasional Timau, Amfoang Tengah, Nusa Tenggara Timur Setiawan, Arie; Sadisun, Imam Ahmad; Sani, Rifki Asrul
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.14818

Abstract

Keberadaan batulempung dalam suatu wilayah yang direncanakan dalam hal perencanaan infrastruktur sering menjadi penyebab permasalahan maupun kegagalan keteknikan. Hal tersebut berhubungan dengan karakteristik batuan tersebut yang mudah hancur dalam waktu yang cepat ketika tersingkap ke permukaan maupun saat terjadi interaksi atau kontak dengan air. Lokasi penelitian ini dilaksanakan pada area rencana pembangunan Observatorium Nasional Timau, Amfoang Tengah, Nusa Tenggara Timur dengan keberadaan batulempung Formasi Bobonaro sebagai salah satu material penyusun wilayah perbukitannya. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah pengamatan kondisi batulempung di permukaan, identifikasi data pengeboran teknik dan pengujian laboratorium untuk memperoleh karakteristik fisik dan mekanik, dengan contoh batuan dengan kondisi terganggu dan tidak terganggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batulempung Formasi Bobonaro memiliki karakteristik keteknikan yang spesifik, serta terbagi atas empat kelas derajat pelapukan yakni derajat pelapukan II, III, IV dan V. Karakterisitik keteknikan berupa berat isi, nilai kohesi dan sudut geser dalam mengalami penurunan seiring dengan peningkatan derajat pelapukan. Selain itu, berdasarkan hasil uji lab dan analisis pada batulempung Formasi Bobonaro ini menunjukkan bahwa batuan tersebut rentan terhadap proses pelapukan dengan nilai indeks slake durability yang rendah – sangat rendah, serta nilai aktivitas atau potensi mengembang rendah - sedang.
Comparison of Liquefaction Potential Analysis Methods Based on CPTu data on Reclamation Island, Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta, Indonesia Rahman, Erfandi; Sadisun, Imam Ahmad; Dinata, Indra Andra
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 1 (2026): JGEET Vol 11 No 01 : March (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.1.26270

Abstract

Liquefaction analysis in reclaimed areas has been intensively conducted because reclamation materials are generally non-cohesive and susceptible to liquefaction. Indonesia, known as the “Ring of Fire,” has high seismic potential that can trigger liquefaction. The cone penetration test (CPT) is one of the methods used to obtain subsurface soil layer data, which are subsequently applied for liquefaction analysis and evaluation of the geological conditions of the study area. This study compares three currently developing methods for liquefaction analysis. The results of soil layer analysis in the study area indicate three variations of sediment types, namely sand, silt, and clay. The method proposed by Boulanger and Idriss (2014) yields FS values < 1 for materials with fines content (FC) greater than 30%, which are considered susceptible to liquefaction. In contrast, the Robertson (2009) method also produces FS values < 1 for materials with FC > 30%, while the method proposed by Moss et al. (2006) results in FS values > 1 for materials with FC < 30%. The comparison of the three methods generally shows that the study area has a high liquefaction potential in clean sand materials at depths ranging from 4.5 to 15 m below the ground surface.