Adiansyah, Sayib Fauzi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF THE VIOLENCE ELEMENT WITHIN THE CRIME OF ROBBERY Adiansyah, Sayib Fauzi; Suyatna, Suyatna
JCH (Jurnal Cendekia Hukum) Vol 9, No 1 (2023): JCH (JURNAL CENDEKIA HUKUM)
Publisher : LPPM STIH Putri Maharaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33760/jch.v9i1.796

Abstract

Judges are people who are believed to be representatives of God. Their decisions must always reflect justice for all the litigants, not only by the judge's beliefs but also by the astronomical knowledge of applicable theories and norms. Often, judges make mistakes when they observe almost similar cases, such as case 827/Pid.B/2021/PN.Jmr. The judge could not differentiate between the defendant's actions as theft and violence or an ordinary theft. This study analyzes the extent of the judge's assessment of the degree of violence in the crime of robbery. The research aims to find out how judges assess and determine the degree of violence in criminal acts of theft that involves violence. The research method used is a normative juridical method, referring to the statutory, conceptual, and case approaches, which takes samples of criminal case verdicts in the jurisdiction of the Jember District Court. The research results concluded that the judge was negligent and mistaken in applying the appropriate criminal code article based on legal facts. The defendant's actions were more appropriately said to have committed an ordinary theft as in the subsidiary indictment of the Public Prosecutor because normatively and theoretically, the defendant's actions referred more to the crime of common theft, not theft with violence.
Upaya Penal Dalam Penanggulangan Peredaran Minuman Keras Ilegal di Kabupaten Jember Adiansyah, Sayib Fauzi
FAIRNESS AND JUSTICE Vol 22, No 1 (2024): FAIRNESS AND JUSTICE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/faj.v22i1.22538

Abstract

Minuman keras atau yang sering disebut miras merupakan minuman yang memabukkan sehingga membuat pengguna atau yang mengkonsumsi minuman tersebut menjadi tidak sadarkan diri, terlepas dari itu ada aturan-aturan yang membatasi miras mana yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Kurangnya pengawasan membuat banyak peredaran minuman keras ilegal yang dapat membahayakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis empiris, pendekatan yang digunakan ialah pendekatan konsep, kasus dan peraturan perundang-undangan. Peran aparat penegak hukum Polres Jember terhadap peredaran miras ilegal ialah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap para pelaku penjual miras dengan cara bekerja sama dengan anggota masyarakat agar pelaporan terhadap tindak pidana peredaran miras ilegal lebih terorganisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penal aparat penegak hukum dalam pemberantasan peredaran miras ilegal di kabupaten Jember ialah dengan melakukan razia ke setiap tempat penjual miras namun di samping itu terdapat beberapa kendala seperti sanksi hukum yang dapat diberikan kepada pelanggar relatif kecil sehingga dengan ringannya sanksi yang dibebankan pada pelaku pengedar miras membuat tidak adanya efek jera yang ditimbulkan pada pelaku dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan salah guna miras masih sangat tergolong rendah, karena faktor budaya dan pergaulan bebas menjadikan miras merupakan suatu yang aman untuk dikonsumsi padahal sangat membahayakan.