Langi, Martina Agustina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Study Of Wildlife Trade Protected By Social Media and Law Enforcement Efforts: Case Study At The Center For Safety and Environment Law Enforcement and Forestry In The Sulawesi Region Section III Manado Panggalo, Andi T.; Langi, Martina Agustina; Kiroh, Hengki Johanis
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v5i1.55426

Abstract

The illicit wildlife trade is a significant global issue, compounded by the increasing use of social media platforms. This study explores the dynamics of protected wildlife trade through social media and evaluates law enforcement responses in North Sulawesi, Indonesia.  This case study was conducted at the Regional Environmental and Forestry Law Enforcement Office in Manado, integrating interviews, surveys, and thematic analysis over a span from 2016 to 2023.  Results showed that social media, particularly Facebook, was utilized in 71% of the wildlife trade cases, predominantly involving avian species. Traders employed sophisticated methods including the use of anonymous accounts and disguised packages to evade detection. Law enforcement operations have included forest security traps and wildlife circulation interventions, but challenges remain in prosecuting major financiers and dismantling international networks.  It can be concluded that effective enforcement is hindered by technologically sophisticated traders and the need for more robust international cooperation and legal frameworks. Keywords: wildlife trade, social media, law enforcement, North Sulawesi. Abstrak Perdagangan satwa liar ilegal merupakan masalah global yang signifikan, yang diperparah dengan penggunaan platform media sosial yang meningkat. Studi ini mengeksplorasi dinamika perdagangan satwa liar yang dilindungi melalui media sosial dan mengevaluasi respons penegakan hukum di Sulawesi Utara, Indonesia.  Studi kasus ini dilakukan di Kantor Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan Daerah di Manado, mengintegrasikan wawancara, survei, dan analisis tematik selama rentang waktu dari tahun 2016 hingga 2023.  Hasil menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Facebook, digunakan dalam 71% kasus perdagangan satwa liar, terutama melibatkan spesies burung. Para pedagang menggunakan metode yang canggih termasuk penggunaan akun anonim dan paket yang menyamar untuk menghindari deteksi. Operasi penegakan hukum telah mencakup perangkap keamanan hutan dan intervensi sirkulasi satwa liar, namun masih ada tantangan dalam menuntut para pemodal besar dan membongkar jaringan internasional.  Dapat disimpulkan bahwa penegakan hukum yang efektif terhambat oleh pedagang yang cakap teknologi dan kebutuhan akan kerja sama internasional serta kerangka hukum yang lebih kuat. Kata Kunci : perdagangan satwa liar, media sosial, penegakan hukum,Sulawesi Utara.
Analisis Vegetasi Mangrove di Tapak Meras Taman Nasional Bunaken Solli Salama', Gerson; Langi, Martina Agustina; Pangemanan, Euis Francoise S.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49827

Abstract

Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis struktur dan komposisi mangrove di Tapak Meras. Penelitian ini menggunakan metode systematic plot sampling, yang akan diletakkan pada tiga zona mangrove. Pembagain tiga zona dilakukan secara sederhana menurut posisi mangrove terhadap darat dan laut yakni zona belakang, tengah dan depan. Penentuan plot dibuat 3 jalur pengamatan,setiap transek terdiri dari 5 titik pengamatan, jarak antar transek 90 meter dan jarak antar titik 50 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 spesies mangrove dari 4 famili yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnoriza (Famili Rhizophoraceae), Avicennia officinalis, Avicennia marina, Avicennia alba (Famili Avicenniaceae), Sonneratia alba, Sonneratia ovata (Famili Sonneratiaceae), dan Nypa fruticans (Famili Arecaceae). Struktur mangrove di Tapak Meras untuk tingkat semai didominasi oleh spesies Rhizophora apiculata (INP, 93.68%), tingkat pancang didominasi spesies Rhizophora apiculata (INP 69.40%), tingkat tiang didominasi spesies Rhizophora apiculata (INP, 93.72%), dan tingkat pohon didominasi spesies Sonneratia alba (INP 112.36%). Kata kunci: Tapak Meras, Struktur mangrove, Komposisi mangrove, Rhizophora sp., Sonneratia sp., Avicennia sp. dan Nypa fruticans
Keanekaragaman Jenis Burung di Berbagai Tipe Habitat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara Migael, Migael; Langi, Martina Agustina; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 4 No. 1 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i1.56933

Abstract

This study examined bird species diversity in various habitat types in Likupang SEZ, North Sulawesi. Using the point count method, this study found 69 bird species from 35 families and 3 bird species from 2 families found outside the location and observation hours. Five bird species with the highest Index of Importance (INP) were Aerodramus vanikorensis, Collocalia esculenta, Corvus celebensis, Geopelia striata, and Pycnonotus aurigaster. Secondary forest had the highest bird species diversity with a diversity index of 2.99, followed by open hills H' (2.86) and coastline H' (2.48). There are 44 bird species that have the potential for birdwaching ecotourism by considering the attractiveness of morphological uniqueness (feather and beak color), sound, migratory birds, endemic and protected status. Keywords: Bird Species Diversity, Habitat Type, Birdwatching, Likupang SEZ