Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Reviu Literatur: Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi Suntik Murniati, Ika Azdah; Suriana, Ni Putu Wahyu; Mawar, Astri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i2.4672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek samping penggunaan kontrasepsi suntik, terutama Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA), melalui metode narrative review. Literatur yang digunakan dalam penelitian ini mencakup studi-studi yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024, yang diidentifikasi melalui pencarian di basis data seperti PubMed, Google Scholar, dan jurnal yang terindeks dalam SINTA dan Scopus. Hasil dari tinjauan pustaka menunjukkan bahwa penggunaan DMPA memiliki beberapa efek samping signifikan, termasuk disfungsi seksual yang dialami oleh 54% pengguna, peningkatan konsentrasi timbal dalam darah, serta gangguan pada lapisan epitel yang dapat meningkatkan risiko infeksi. Di sisi lain, DMPA juga menunjukkan efek protektif terhadap perkembangan leiomyoma, dengan insidensi yang lebih rendah pada pengguna dibandingkan dengan non-pengguna. Meskipun sebagian besar penelitian tidak menemukan peningkatan risiko kanker payudara yang signifikan pada pengguna DMPA, beberapa studi menunjukkan adanya risiko yang sedikit meningkat. Oleh karena itu, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada pengguna mengenai risiko dan manfaat DMPA sebelum pemilihan metode kontrasepsi. This study aims to examine the side effects of injectable contraceptive use, especially Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA), through a narrative review method. The literature used in this study includes studies published between 2019 and 2024, which were identified through searches in databases such as PubMed, Google Scholar, and journals indexed in SINTA and Scopus. The results of the literature review indicate that the use of DMPA has several significant side effects, including sexual dysfunction experienced by 54% of users, increased blood lead concentrations, and disorders of the epithelial layer that can increase the risk of infection. On the other hand, DMPA also shows a protective effect against the development of leiomyoma, with a lower incidence in users compared to non-users. Although most studies have not found a significant increase in the risk of breast cancer in DMPA users, some studies have shown a slightly increased risk. Therefore, it is important for health care providers to provide comprehensive information to users regarding the risks and benefits of DMPA before choosing a contraceptive method.
Hubungan Psikologis Ibu Hamil Terhadap Kejadian Hiperemesis Gravidarumse Murniati, Ika Azdah; Waresa, Kurnia Vera; Ilmi, Muh. Ashril
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i2.4674

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HG) adalah kondisi mual dan muntah yang berlebihan selama kehamilan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara faktor psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan stres, dengan kejadian HG melalui analisis studi literatur. Literatur diperoleh dari database PubMed dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi penelitian yang relevan yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir. Dari 12 studi yang diidentifikasi, hasil menunjukkan bahwa faktor psikologis secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko HG. Depresi dan kecemasan, terutama jika telah ada sebelum kehamilan, ditemukan meningkatkan risiko HG. Selain itu, stres berperan dalam memperburuk gejala HG, yang dapat terkait dengan perubahan hormonal seperti peningkatan kadar kortisol. Oleh karena itu, pendekatan multidisiplin yang mencakup evaluasi psikologis dan intervensi yang tepat sangat diperlukan untuk pencegahan dan penanganan HG. Temuan ini menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kesehatan mental ibu hamil dalam upaya untuk mengurangi risiko HG. Hyperemesis gravidarum (HG) is a condition of excessive nausea and vomiting during pregnancy that can negatively impact the health and quality of life of pregnant women. This study aims to review the relationship between psychological factors, such as depression, anxiety, and stress, with the incidence of HG through an analysis of literature studies. The literature was obtained from the PubMed and Google Scholar databases, with the inclusion criteria of relevant studies published in the last 5 years. Of the 12 studies identified, the results showed that psychological factors were significantly associated with an increased risk of HG. Depression and anxiety, especially if they had existed before pregnancy, were found to increase the risk of HG. In addition, stress plays a role in worsening HG symptoms, which can be related to hormonal changes such as increased cortisol levels. Therefore, a multidisciplinary approach that includes psychological evaluation and appropriate intervention is needed for the prevention and management of HG. These findings emphasize the importance of special attention to the mental health of pregnant women in an effort to reduce the risk of HG.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPEREMISIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL Murniati, Ika Azdah; Saputra, Laode Aidil Bagas; Patandianan, Pinkania Glori
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33247

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah parah selama kehamilan yang dapat menyebabkan dampak signifikan terhadap kesehatan ibu dan janin, serta menimbulkan tantangan dalam pengelolaan medis. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum dan mengevaluasi berbagai metode pengelolaan yang efektif. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi studi-studi terkini mengenai penyebab, dampak, dan terapi yang digunakan untuk mengatasi hiperemesis gravidarum. Metode penelitian yang diterapkan adalah tinjauan literatur sistematis dari artikel-artikel terbaru yang membahas berbagai aspek terkait kondisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG), faktor psikologis seperti stres, serta faktor genetika dan imunologi berkontribusi signifikan terhadap kejadian hiperemesis gravidarum. Selain itu, terapi non-farmakologis seperti perubahan diet, akupresur, dan konsumsi jahe, serta terapi farmakologis termasuk Vitamin B6, antimemetik, dan kortikosteroid, terbukti efektif dalam mengelola kondisi ini. Penelitian juga menemukan bahwa usia ibu, paritas, dan status gizi mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum secara signifikan. Kesimpulannya, pendekatan komprehensif yang melibatkan strategi terapi non-farmakologis dan farmakologis, serta dukungan sosial, sangat penting dalam mengelola hiperemesis gravidarum. Selain itu, evaluasi dan pengawasan berkala diperlukan untuk menilai efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi jangka panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi ini dan mengembangkan strategi penanganan yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil.
FAKTOR –FAKOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL Murniati, Ika Azdah; Birgita, Melani; Warkula, Grisela Betavica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33248

Abstract

Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang serius, terutama di negara berkembang, karena dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta pengetahuan yang terbatas mengenai nutrisi dan perawatan selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil, seperti status sosial ekonomi, pola makan, akses terhadap pelayanan kesehatan, serta konsumsi suplemen zat besi. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada ibu hamil di beberapa fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti rendahnya pendapatan keluarga, kurangnya pengetahuan tentang gizi, serta rendahnya konsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, berkontribusi secara signifikan terhadap kejadian anemia. Selain itu, ketidakpatuhan dalam mengonsumsi suplemen zat besi juga ditemukan sebagai faktor yang memperparah kondisi tersebut. Temuan ini menyoroti pentingnya program intervensi gizi yang lebih efektif serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia defisiensi zat besi dan meningkatkan kesejahteraan ibu serta bayi yang dikandung. Temuan ini menyoroti pentingnya program intervensi gizi yang lebih efektif serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia defisiensi zat besi dan meningkatkan kesejahteraan ibu serta bayi yang dikandung.