Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Kurva S-N dalam Menentukan Umur Kelelahan Struktur Arianta, Arianta; Pardede, Frengki H.; Fransisko, Fransisko
Journal of Sustainable Construction Vol 1 No 1 (2021): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.09 KB) | DOI: 10.26593/josc.v1i1.5215

Abstract

Struktur anjungan lepas pantai merupakan infrastruktur yang menyokong proses pengeboran minyak di lepas pantai. Sebagian besar struktur anjungan lepas pantai di Indonesia berdiri sejak tahun 1971. Faktor utama masih beroperasi anjungan lepas pantai adalah terkait dengan kebutuhan masyarakat akan minyak bumi. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian khusus agar struktur anjungan lepas pantai dapat beroperasi dengan aman. Analisis kelelahan (fatigue) struktur akan memberika estimasi umur kelelahan struktur, yang mana dapat dijadikan acuan dalam melakukan pencegahan terhadap kegagalan struktur. American Petroleum Institute (API) mengeluarkan dua jenis kurva S-N dalam penentuan umur kelelahan struktur yaitu API X-X’ dan WJT (Welded Joint). Kurva S-N WJT merupakan kruva S-N baru yang dikeluarkan oleh API pada tahun 2014. Dengan adanya kurva S-N terbaru, untuk struktur anjungan lepas pantai tua (sejak tahun 1973) yang masih beroperasi sampai saat ini diperlukan penyesuaian dalam menentukan umur kelelahan. Penelitian ini akan membandingkan analisis kelelahan menggunakan kedua grafik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kurva S-N WJ menghasilkan umur kelelahan yang lebih kecil dibandingkan dengan kurva S-N API X. Secara persentase rentang perbedaan hasilnya adalah 11%-79%, hal ini bergantung pada lokasi dan elevasi komponen struktur.
Perbandingan Kurva S-N dalam Menentukan Umur Kelelahan Struktur Arianta, Arianta; Pardede, Frengki H.; Fransisko, Fransisko
Journal of Sustainable Construction Vol 1 No 1 (2021): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v1i1.5215

Abstract

Struktur anjungan lepas pantai merupakan infrastruktur yang menyokong proses pengeboran minyak di lepas pantai. Sebagian besar struktur anjungan lepas pantai di Indonesia berdiri sejak tahun 1971. Faktor utama masih beroperasi anjungan lepas pantai adalah terkait dengan kebutuhan masyarakat akan minyak bumi. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian khusus agar struktur anjungan lepas pantai dapat beroperasi dengan aman. Analisis kelelahan (fatigue) struktur akan memberika estimasi umur kelelahan struktur, yang mana dapat dijadikan acuan dalam melakukan pencegahan terhadap kegagalan struktur. American Petroleum Institute (API) mengeluarkan dua jenis kurva S-N dalam penentuan umur kelelahan struktur yaitu API X-X’ dan WJT (Welded Joint). Kurva S-N WJT merupakan kruva S-N baru yang dikeluarkan oleh API pada tahun 2014. Dengan adanya kurva S-N terbaru, untuk struktur anjungan lepas pantai tua (sejak tahun 1973) yang masih beroperasi sampai saat ini diperlukan penyesuaian dalam menentukan umur kelelahan. Penelitian ini akan membandingkan analisis kelelahan menggunakan kedua grafik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kurva S-N WJ menghasilkan umur kelelahan yang lebih kecil dibandingkan dengan kurva S-N API X. Secara persentase rentang perbedaan hasilnya adalah 11%-79%, hal ini bergantung pada lokasi dan elevasi komponen struktur.
Impact of Anchor Drag on Subsea Pipeline Integrity: Numerical Study on Crack Propagation and Leakage Arianta, Arianta; Tawekal, Ricky Lukman; Santoso, Jason Filius; Ilman, Eko Charnius
Civil Engineering Dimension Vol. 28 No. 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/ced.28.1.1-10

Abstract

Anchor drag incidents impacting subsea pipelines lead to structural failure, driven primarily by crack propagation under mechanical stress. This study employs finite element modelling (FEM) and the extended finite element method (XFEM) to evaluate how initial crack dimensions (depth: 4–6 mm; length: 20–60 mm) affect pipeline integrity. Results indicate that pipelines with smaller initial cracks (4 mm depth) resist leakage until an anchor drag distance of 67.839 m, whereas larger cracks (6 mm depth) fail at 33.389 m, emphasizing crack depth as the critical factor in reducing structural resilience. Crack propagation follows a triphasic pattern: slow initiation, rapid acceleration at 25–35 m drag distance, and deceleration near the pipe wall. Larger cracks propagate faster, with 6 mm depth cracks reaching critical failure earlier than smaller defects.