muh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prinsip-prinsip Komunikasi di Era Post Truth dalam al-Qur'an (Studi Analisis Pemikiran Imam Tabrani tentang Ayat-ayat Komunikasi) muh
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/amn.v9i2.34

Abstract

Penelitian ini membahas prinsip komunikasi di era post truth dalam al-Qur’an perspektif Imam Ṭabrānī. kajian ini penting dilakukan khsususnya di era sering terjadi kedustaan ber-sosial media (post truth). Bahkan pada bulan januari  tahun 2023, terdapat kasus hoax melalui media sosial berisi tentang informasi penculikan anak yang masalah ini menimbulkan keresahan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah Dirasah Mawduiyah (Tafsir Tematik), yaitu dengan menentukan satu tema yang kemudian dicarikan ayat-ayat yang sesuai dengan tema. Hasil penelitian ini khususnya intepretasi Imam Ṭabrānī ditemukan bahwa prinsip komunikasi dan menerima informasi baik secara langsung atau melalui sosial media harus mengimplementasikan konsep Tabayyun (classification) dengan tidak mudah mengirim ulang berita yang diterima. Hal ini agar terhindar atau dapat meminimalisir terjadinya konflik, keresahan, dan permusuhan. Dalam berkomunikasi harus menghindari komunikasi yang terkesan meremehkan (Sabbu) “al-An'am ayat 108”, bagi Perempuan tidak melembutkan suara kepada lawan jenisnya yang bukan mahram (Admu al-Khaddi bi al-Qawli)  terdapat dalam surah al-Ahzab ayat 32. (Qawlan Sadi>da) ketepatan isi kata dan fakta serta sesuai dengan keadaan terdapat dalam surat al-Ahzab ayat 70-71, (Qawlan Layyina), dalam al-Qur’an juga diarahkan untuk menggunakan bahasa daerahnya saat berkomunikasi (bi Lisa>ni Qawmihi), Hauna, Qaulan Sala>ma), dan sebagainya.
PENGARUH SERTIFIKASI HALAL DAN IZIN EDAR BPOM TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PRODUK KOSMETIK PADA MAHASISWI FAKULTAS AGAMA ISLAM UNISMUH MAKASSAR TAHUN 2024 muh
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 3 (2025): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v9i3.2505

Abstract

Awareness of the importance of halal certification and BPOM distribution permits has grown alongside increasing consumer concern for both safety and compliance with Islamic principles in cosmetic products. These two aspects often serve as key considerations in purchase decisions, especially among students who possess a strong understanding of religious values and regulatory standards. This study aims to analyze the influence of halal certification and BPOM permits on the purchase intention of female students at the Faculty of Islamic Studies, Muhammadiyah University of Makassar, in 2024. A quantitative approach was applied using multiple linear regression analysis, with data collected through questionnaires distributed to respondents selected by probability sampling. The results indicate that halal certification has a significant effect on purchase intention (t = 5.921 > t-table 1.971), as does the BPOM permit (t = 9.412 > t-table). Simultaneous testing also reveals a strong and significant effect (F = 204.125 > F-table 3.04) with a coefficient of determination (R²) of 0.579, meaning that 57.9% of the variation in purchase intention is explained by these two factors, while 42.1% is influenced by other variables. These findings highlight that halal certification enhances consumer trust and confidence, while BPOM permits ensure legality and product safety, making both critical in shaping cosmetic purchasing decisions.