Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi dan Pembandingan Kinerja Metode Least Connection, IP Hash, dan Hash pada Load Balancer NGINX Dzaki, Alvin Pradano; Primananda, Rakhmadhany; Siregar, Reza Andria
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika suatu situs web atau aplikasi lainnya mengalami pertumbuhan jumlah pengakses yang tinggi dan melebihi kapasitas yang tersedia, hal yang biasa dilakukan adalah dengan menambah server. Saat memiliki lebih dari satu server, menggunakan Load Balancing dapat mengoptimalkan kinerja server-server tersebut. Pada penelitian ini akan mengulas tentang implementasi dan pengujian Load Balancer pada web server menggunakan metode Least Connection, Hash, dan IP Hash pada platform OpenSource NGINX. Load balancer merupakan komponen penting untuk mengelola distribusi beban kerja pada server, terutama saat menghadapi tingkat trafik yang tinggi. Pada banyak kasus penggunaan metode Least Connection adalah yang paling sering digunakan karena kinerjanya stabil dan dapat diprediksi. Dapat dibuktikan pada pengujian dengan 500 dan 1000 user, penggunaan CPU server tertinggi dengan Least Conncection adalah 84.8% sedangkan pada IP Hash 128.1% dan Hash 118.7%. Pada pengujian dengan 500 user, delay Least Connection adalah 473 ms sedangkan IP Hash 1406 ms dan Hash 1879 ms. Throughput Least Connection pada pengujian dengan 500 user adalah 232.01857 bps, yang mana lebih tinggi dibandingkan dengan metode IP Hash 203.74898 bps dan Hash186.84603 bps. Namun masing-masing metode Load Balancing memiliki keunggulan dan kelemahan yang perlu dipahami sebelum diimplementasikan pada server. Untuk memahami karakteristik jaringan, penelitian ini menggunakan perhitungan Quality of Service (QoS) yang mencakup penggunaan sumber daya, Throughput, Packet Loss, Delay, dan Jitter. Selain itu, kemampuan load balancer dalam mengatasi kesalahan atau kegagalan pada server juga diuji. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software OpenSource NGINX yang dijalankan dalam container menggunakan Docker. Metode least connection, hash, dan IP hash diuji dan dibandingkan kinerja masing-masing metode. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang akurat mengenai keunggulan dan kelemahan setiap metode Load Balancing dalam menghadapi berbagai kondisi beban kerja pada server. Studi ini dapat menjadi referensi bagi pengembang dan administrator sistem dalam memilih metode Load Balancing yang tepat untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas web server pada lingkungan dengan tingkat trafik yang tinggi.