Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Distribusi Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Pola Arus di Perairan Palang Tuban dan Area Sekitarnya : Analysis of Sea Surface Temperature (SST) Distribution and Current Patterns in the Waters of Palang Tuban and the Surrounding Area Yuliardi, Amir Yarkhasy; Sukma, Raka; Prayogo, Luhur; Heltria, Septy; Putra, Muhamad
MIYANG Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Miyang Edisi April 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v4i1.1110

Abstract

Kabupaten Tuban memiliki wilayah di pesisir utara Pulau Jawa. Wilayah pesisir Tuban memiliki garis pantai sepanjang 65 km dengan potensi bahari dan sumber daya perairan yang cukup tinggi. Pemahaman yang mendalam tentang parameter fisik perairan di wilayah ini memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Analisis parameter fisik perairan dalam konteks keberlanjutan lingkungan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemahaman kita tentang dinamika ekosistem perairan dan implementasi praktik pengelolaan yang berkelanjutan di wilayah Tuban dan sekitarnya. Data yang dihimpun dari 9 titik berupa suhu permukaan laut dan arus. Data suhu permukaan laut diukur menggunakan menggunakan instrumen Water Quality Checker (WQC) dan data arus menggunakan metode lagrange. ). Selain itu, untuk melihat sebaran spasial menggunakan data dari marine copernicus yang merupakan data reanalysis dengan perata-rataan bulanan yang mencakup wilayah perairan tuban dan sekitarnya. Pada parameter suhu permukaan laut, nilai terendah berkisar pada 27oC, dengan nilai rata-rata 28.2oC dan nilai tertinggi 30oC dengan rentang nilai secara spasial 29 – 31.5 oC yang nilainya semakin menurun seiring menuju laut lepas. Hasil pengolahan data kecepatan arus di perairan Palang Tuban memiliki nilai minimum 0.1 m/s dengan nilai rata-rata 0.3 m/s dan nilai maksimum mencapai 0.5 m/s. Distribusi spasial suhu dan pola arus pada perairan Palang Tuban dipengaruhi oleh angin musim. Pengambilan data yang dilakukan pada bulan Maret (musim peralihan 1) menyebabkan pola arus yang cenderung tidak beraturan disebabkan oleh faktor angin yang cenderung tidak memiliki arah dominan tertentu.
Membangun Membangun Kesadaran Anti-Bullying di Desa Gebanganom Wetan melalui Sosialisasi dan Edukasi : Peningkatan Peran Masyarakat Melalui Program KKN Putra, Muhamad; Faza Ramadhan Alfa Tsani; Rizki Hasan Padilah; Anggun Yazkiya Zuharotuzzihan; Nina Alfara; Aulia Sekar Johar; Devina Arroyan
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5463

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang hingga kini masih marak terjadi, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat secara umum. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam laporan tahunannya mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 terdapat 2.057 kasus pengaduan terkait pelanggaran hak anak. Dari jumlah tersebut, sebagian besar terkait dengan pengasuhan bermasalah, diikuti kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik dan psikis, hingga persoalan akses pendidikan, tujuan dari penulisan artikel pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi potensi bullying yang terjadi di Desa Gebanganom Wetan, menjelaskan implementasi program sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta menganalisis dampak yang ditimbulkan terhadap pemahaman dan sikap anak-anak dalam mencegah perilaku bullying. Penelitian dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukatif seperti sosialisasi anti-bullying, nonton bareng film edukatif serta monitoring dan evaluasi melalui angket. Hasil dari penelitian ini adalah sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai definisi, bentuk, dan dampak dari perilaku perundungan, setelah pemutaran film, diskusi yang dipandu fasilitator berhasil menggali persepsi peserta dan menghubungkan konflik dalam film dengan situasi nyata di lingkungan mereka, hasil angket menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai jenis-jenis bullying dan cara melaporkannya. Kata kunci: Anti-Bullying, Kesadaran Masyarakat, Sosialisasi dan Edukasi