Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SAINS ANAK USIA DINI DENGAN MENGGUNAKAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR Chasanah , Uswatun; Kasih , Delina
Jurnal Web Informatika Teknologi Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Web Informatika Teknologi (J-WIT)
Publisher : LPPM STMIK WIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan yang teliti dari masalah kurangnya kemampuan sains murid grup B di Taman Kanak-kanak AdanB Kids Development Center serta para guru yang jarang memakai lingkungan kurang lebih sekolah menjadi asal belajar. Setiap.anak.memiliki.rasa.ingin.tahu.yang.besar,.suka.melakukan.pengamatan,.ingin mencoba.sesuatu yang baru, serta hal lain yang tanpa disadari.oleh..orang.tua. Sehingga orang.tua.serta.guru diharapkan menjadi.fasilitator.sekaligus.pembimbing yang sangat.dibutuhkan..dalam..mendampingi masa.keemasan. Media pembelajaran lingkungan kurang lebih sangat sempurna untuk pengajaran ilmu pengetahuan anak tentang gejala alam dan diri sendiri. menggunakan pemanfaatan lingkungan, anak-anak dapat lebih tahu materi pembelajaran, menumbuhkan rasa cinta alam serta kesadaran buat menjaga lingkungan serta memelihara lingkungan lebih kurang. Maka berasal itu peneliti tertarik untuk menulis karya ilmiah tentang “Upaya menaikkan Pembelajaran Sains Anak Usia Dini menggunakan memakai Lingkungan sekitar menjadi asal Belajar”. Desain Penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tehnik pengumpulan data melalui observasi, demontrasi belajar atau praktik langsung serta studi dokumentasi menggunakan model pembelajaran pusat dengan menggunakan lingkungan sekitar sekolah menjadi sumber belajar menggunakan tema yang terdapat dan dilakukan di 20 anak grup B. pada siklus I pertemuan III telah terdapat peningkatan kemampuan sains anak bahwa terdapat tiga anak belum berkembang, 5 anak mulai berkembang, 7 anak berkembang sesuai harapan, serta lima anak berkembang sangat baik. Sedangkan di daur II pertemuan II, hanya lima anak berkembang sesuai harapan serta 15 anak berkembang sangat baik. kemudian di siklus II rendezvous III peningkatan kemampuan sains anak semakin tinggi relatif signifikan yakni 3 anak berkembang sesuai harapan serta 17 anak berkembang sangat baik. dan dari data itu dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan pembelajaran sains dengan memakai lingkungan sekitar menjadi asal belajar dapat menaikkan kemampuan sains anak usia dini.
UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SAINS ANAK USIA DINI DENGAN MENGGUNAKAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR Chasanah , Uswatun; Kasih , Delina
Jurnal Web Informatika Teknologi Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Web Informatika Teknologi (J-WIT)
Publisher : LPPM STMIK WIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan yang teliti dari masalah kurangnya kemampuan sains murid grup B di Taman Kanak-kanak AdanB Kids Development Center serta para guru yang jarang memakai lingkungan kurang lebih sekolah menjadi asal belajar. Setiap.anak.memiliki.rasa.ingin.tahu.yang.besar,.suka.melakukan.pengamatan,.ingin mencoba.sesuatu yang baru, serta hal lain yang tanpa disadari.oleh..orang.tua. Sehingga orang.tua.serta.guru diharapkan menjadi.fasilitator.sekaligus.pembimbing yang sangat.dibutuhkan..dalam..mendampingi masa.keemasan. Media pembelajaran lingkungan kurang lebih sangat sempurna untuk pengajaran ilmu pengetahuan anak tentang gejala alam dan diri sendiri. menggunakan pemanfaatan lingkungan, anak-anak dapat lebih tahu materi pembelajaran, menumbuhkan rasa cinta alam serta kesadaran buat menjaga lingkungan serta memelihara lingkungan lebih kurang. Maka berasal itu peneliti tertarik untuk menulis karya ilmiah tentang “Upaya menaikkan Pembelajaran Sains Anak Usia Dini menggunakan memakai Lingkungan sekitar menjadi asal Belajar”. Desain Penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tehnik pengumpulan data melalui observasi, demontrasi belajar atau praktik langsung serta studi dokumentasi menggunakan model pembelajaran pusat dengan menggunakan lingkungan sekitar sekolah menjadi sumber belajar menggunakan tema yang terdapat dan dilakukan di 20 anak grup B. pada siklus I pertemuan III telah terdapat peningkatan kemampuan sains anak bahwa terdapat tiga anak belum berkembang, 5 anak mulai berkembang, 7 anak berkembang sesuai harapan, serta lima anak berkembang sangat baik. Sedangkan di daur II pertemuan II, hanya lima anak berkembang sesuai harapan serta 15 anak berkembang sangat baik. kemudian di siklus II rendezvous III peningkatan kemampuan sains anak semakin tinggi relatif signifikan yakni 3 anak berkembang sesuai harapan serta 17 anak berkembang sangat baik. dan dari data itu dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan pembelajaran sains dengan memakai lingkungan sekitar menjadi asal belajar dapat menaikkan kemampuan sains anak usia dini.
Customer Relationship Management (CRM) implementation strategy to increase customer loyalty (case study at Bamboo Distro in Dlingo, Bantul Regency, DIY) Putry, Dhea Amanda; Chasanah , Uswatun
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 4 (2026): April 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i4.1691

Abstract

This study aims to analyze the implementation strategy of Customer Relationship Management (CRM) in enhancing customer loyalty at Distro Bamboo, a bamboo craft SME in Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Amid intensifying competition in the craft industry and customers' tendency to switch brands, managing customer relationships has become crucial. This research employs a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with six informants selected using purposive and snowball sampling techniques, consisting of the owner, two employees, and three customers, complemented by direct observation and documentation. Data analysis utilized the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldana (2014). The findings reveal that CRM implementation at Distro Bamboo is conducted organically through a personal approach, manifested in four main strategies: (1) customer identification based on direct interaction and memory; (2) personal interaction through responsive two-way communication in-store and on social media; (3) empathetic and solution-oriented after-sales service; and (4) value creation through quality products and order flexibility. Consequently, these strategies successfully build trust, encourage repeat purchases, and generate customer advocacy (word of mouth). Customer loyalty is driven not by low prices but by the quality of relationships and products. The main obstacle is the lack of systematic technology and data recording, which simultaneously presents an opportunity for developing a simple CRM system in the future. This study concludes that personal and emotionally-based CRM proves effective and relevant for local craft SMEs.