bayu, bayu fermadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SANTRI-ABANGAN DALAM FENOMENA SOSIAL KEAGAMAAN bayu, bayu fermadi
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.728

Abstract

Tulisan ini berfokus pada kontestasi antara kaum Santri dan Abangan, walaupun secara eksplisit kaum Santri dan Abangan tidak menunjukan persaingan, tapi kenyataanya mereka membentuk capital seimboliknya masing-masing. Setelah Kepres no 22 tahun 2015 tentang hari Santri, perdebatan Santri-Abangan mulai muncul kembali. Maka dari itu penulis ingin menelaah tentang bagaimana perkembangan Santri dan Abangan setelah Kepres tersebut dan bagaimana kaum Santri dan Abangan berkontestasi dalam wilayah politik dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi, habitus dan modal dalam strategi kekuasaan milik Bourdieu sebagai pisau bedah. Berlandaskan pada penelitian kualitatif dengan basis data pengamatan lapangan dan wawancara serta dokumentasi. Penulis menemukan bahwa antara Santri dan Abangan saling berebut dominasi keagamaan ataupun kebudayaan yang berujung pada perebutan kekuasaaan, social dan ekomoni. selain itu perkembangan kaum Santri yang pesat juga menumbuhkan rasa egois dalam diri Santri. Hal tersebut didasarkan pada pengunaan Masjid sebagai salah satu sarana dalam membentuk habitus mereka. Berbeda dengan kaum Abangan yang bersifat komunal dan gotong royong, telah menjadikan Slametan sebagai alat daya tawar mereka atas dominasi kaum Santri. Kata kunci: kontestasi, capital, dominsai, Santri, Abangan, ego
JAVANESE-ISLAMIC EXPRESSIVE ACCULTURATION: STUDY OF SOCIAL RELIGIOUS PHENOMENON IN PARE bayu, bayu fermadi
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2024): TASAWUF DAN KAJIAN AL QURAN
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v10i1.900

Abstract

The study of Javanese Islam is very dynamic, adapting to the situation and conditions of the development of religious understanding, giving rise to an expressive attitude in representing religious understanding. These expressions compete for negotiation space in social culture, as well as as a middle way between Islamic and Javanese religious teachings. Within the scope of Javanese society, slametan is the spirit of the rite of worship. Slametan is also a means of expression and negotiation for Javanese people regarding natural events. Slametan is also a form of expression for santri who have adapted slametan culture in accordance with Islamic teachings so that slametan is the santri's capital in expressing religious understanding. Key words: Santri, abangan, slametan, expressive, capital