Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengurai Proses Sekuritisasi Krisis Iklim di Sudan Selatan Tahun 2016-2021 Lutvihana, Yulis; Kusuma, Ayusia
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.51292

Abstract

Sudan Selatan ialah negara dengan berbagai masalah politik, sosial, ekonomi, dan juga menghadapi dampak buruk dari krisis iklim. Negara ini berada pada peringkat ke-8 dalam hal kerentanan dalam skala global dan peringkat ke-175 dalam kesiapan menghadapi perubahan iklim. Oleh karenanya, penting untuk membingkai krisis iklim sebagai masalah keamanan sehingga menciptakan urgensi dalam menanganinya. Penelitian ini menyelidiki bagaimana pemerintah Sudan Selatan (aktor sekuritisasi), dengan dukungan aktor fungsional (Oxfam dan media), telah secara efektif menggambarkan krisis iklim sebagai masalah keamanan untuk melindungi rakyatnya (objek rujukan) dari ancaman eksistensial berupa krisis iklim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan mengacu pada Teori Sekuritisasi Barry Buzan dan Ole Wí¦ver, untuk menunjukkan bukti keberhasilan proses sekuritisasi pemerintah Sudan Selatan melalui speech act. Sudan Selatan telah mengadopsi tindakan luar biasa berupa adaptasi dan mitigasi iklim yang diuraikan dalam National Adaptation Plan (NAP), yang direspons positif oleh komunitas global dalam upaya kolaboratif mereka untuk memerangi krisis iklim.
PEMBENTUKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK DI DESA SUSUKAN, SUMBANG, BANYUMAS Kusuma, Ayusia; Setyorini, Fitri; Fitrah, Elpeni
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.358

Abstract

Kabupaten Banyumas mempunyai jumlah kasus kekerasan berbasis gender cukup tinggi di provinsi Jawa Tengah. Menurut data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) Kabupaten Banyumas, tahun 2023 terdapat 103 kasus kekerasan pada perempuan dan anak di 73 desa di Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu, perlu ada program pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender dengan memasukkan perspektif gender. Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) menjadi program dari pemerintah untuk memasukkan perspektif gender dan pemenuhan hak anak dalam pengelolaan pemerintahan desa, pembangunan desa, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa di Indonesia. Kabupaten Banyumas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) sedang berproses untuk membentuk desa-desa RPPA dengan bekerjasama dengan institusi pendidikan. Oleh karena itu pengabdian ini untuk mengelaborasi kegiatan pembentukan DRPPA di salah satu desa di Kabupaten Banyumas, yaitu desa Susukan, kecamatan Sumbang. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pembentukan DRPPA ini ialah melakukan pemutakhiran data pilah di desa, melakukan sosialisasi tentang DRPPA, membentuk relawan SAPA dan Forum Anak Desa, serta melakukan pelatihan bimbingan teknis kepada relawan SAPA dan Forum Anak Desa.